• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Gus Miftah: Guyonan atau Bullying?

Ali Syarief by Ali Syarief
December 5, 2024
in Crime, Feature
0
Gus Miftah: Guyonan atau Bullying?
Share on FacebookShare on Twitter

Awalnya, saya mengira kejadian yang melibatkan Gus Miftah dalam video viral hanyalah sebuah prank—sebuah aksi yang dirancang untuk membolak-balik mental target sebelum akhirnya memberikan kejutan yang membahagiakan. Namun, setelah menonton versi panjang video tersebut, rasanya ada sesuatu yang lebih dalam. Guyonan ini tampaknya telah melampaui batas dan menjadi tindakan yang menyerupai perundungan.

Kejadian ini bermula saat Gus Miftah, seorang tokoh agama yang dikenal dengan gaya dakwah nyentrik, mendatangi seorang penjual es teh keliling. Di awal interaksi, percakapan antara mereka terlihat santai, bahkan mengundang tawa. Namun, seiring berjalannya waktu, perbincangan itu berubah menjadi tekanan verbal yang tak semestinya. Sang penjual es teh, yang terlihat sederhana dan lugu, terpojok dengan lontaran-lontaran yang membuatnya tampak tidak nyaman.

Era Disrupsi dan Viralnya Kejadian
Untungnya, era disrupsi digital memberikan kejutan tersendiri. Dalam kasus ini, sang penjual es teh justru mendapatkan simpati luas dari warganet. Dukungan itu tidak hanya berbentuk komentar di media sosial tetapi juga dalam bentuk nyata: pembelian dagangannya, perhatian media, hingga bantuan materiil. Sang penjual es teh mendadak menjadi simbol perjuangan kecil yang mendapatkan keadilan dari perhatian publik.

Namun, di balik cerita “happy ending” ini, ada bahaya besar yang mengintai. Ketika pelaku—siapa pun itu, termasuk tokoh agama atau publik—tidak dimintai pertanggungjawaban atas tindakan seperti ini, apa yang menghentikan orang lain untuk melakukan hal serupa? Jika Gus Miftah dianggap berjasa “membuat viral” dan memberikan keuntungan pada korban, kasus ini bisa saja dianggap sebagai guyonan belaka. Lebih parahnya, praktik ini mungkin akan diadopsi oleh banyak tokoh lain yang ingin menciptakan sensasi serupa.

Guyonan Tidak Sama dengan Perundungan
Guyonan dan perundungan memiliki batas yang tipis tetapi jelas. Guyonan adalah interaksi yang memberikan hiburan, tanpa menjatuhkan harga diri atau merendahkan martabat seseorang. Sebaliknya, perundungan, meskipun disamarkan dalam canda, melibatkan elemen tekanan, penghinaan, atau perlakuan tidak adil yang membuat targetnya merasa kecil. Dalam kasus ini, meskipun Gus Miftah mungkin tidak bermaksud buruk, dampak dari tindakannya menunjukkan pola perundungan yang tidak bisa diabaikan.

Refleksi Sosial dan Etika Publik
Kasus ini adalah refleksi dari bagaimana kita, sebagai masyarakat, memandang hiburan dan sensasi di era digital. Ada batasan etika yang harus ditegakkan, terutama ketika melibatkan individu-individu yang posisinya jauh lebih lemah—baik secara ekonomi maupun sosial. Tokoh publik, khususnya yang memiliki pengaruh besar seperti Gus Miftah, harus lebih bijak dalam bertindak. Apa yang mereka lakukan sering kali menjadi panutan, baik bagi pengikutnya maupun masyarakat luas.

Ketika perundungan disamarkan sebagai guyonan, bahaya sesungguhnya adalah normalisasi perilaku itu. Generasi muda yang menonton bisa saja meniru pola ini, menganggap bahwa selama ada “manfaat” di akhir, segala cara bisa dibenarkan. Ini adalah hal yang tidak boleh dibiarkan berkembang.

Penutup: Belajar dari Kesalahan
Era disrupsi memberikan pelajaran penting: keadilan sosial bisa diwujudkan melalui suara kolektif masyarakat. Dalam kasus ini, simpati publik berhasil membalikkan situasi menjadi menguntungkan bagi sang penjual es teh. Namun, kita juga harus memastikan bahwa kasus seperti ini tidak terulang. Tokoh publik perlu introspeksi, memahami bahwa status dan pengaruh yang mereka miliki datang dengan tanggung jawab moral.

Guyonan adalah seni berkomunikasi, sedangkan bullying adalah pelanggaran. Memahami batas antara keduanya adalah kunci untuk menjaga martabat manusia di tengah hiruk-pikuk dunia digital. Jika kita gagal memahaminya, maka tawa yang tercipta hanyalah perayaan atas rasa sakit orang lain. Dan itu bukanlah hiburan yang pantas.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sidang Etik Polisi, dan Permintaan Uang Rp 2 Juta untuk Renovasi Polsek Baito Selatan Dalam Kasus  Guru Supriyani 

Next Post

Puluhan Anak YAPTI Antusias Ikuti Kajian Keislaman, Koordinator Asrama Berharap Bisa Berlanjut

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Puluhan Anak YAPTI Antusias Ikuti Kajian Keislaman, Koordinator Asrama Berharap Bisa Berlanjut

Puluhan Anak YAPTI Antusias Ikuti Kajian Keislaman, Koordinator Asrama Berharap Bisa Berlanjut

Pemberian Penghargaan International Certificate Hiasi Perayaan Hari Nasional Uni Emirat Arab di Jakarta

Pemberian Penghargaan International Certificate Hiasi Perayaan Hari Nasional Uni Emirat Arab di Jakarta

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist