Jakarta, Fusilatnews, 14 April 2024 – Dalam mengantisipasi dan mengawal Demokrasi RI pasca-Pilpres 2024 yang diduga curang dan dimenangkan oleh kubu 02, para emak-emak dari Kelompok Pengusaha Kecil ‘Aspirasi Indonesia’, yang dipimpin oleh Hj Jati Ningsih, bersiap untuk melakukan aksi kepungan terhadap Mahkamah Konstitusi (MK). Aksi ini direncanakan akan dilakukan pada tanggal 19 April 2024 setelah solat Jumat di depan MK, dan pada tanggal 22 April 2024.
Pada aksi tersebut, mereka akan bergabung dengan sejumlah tokoh dan figur publik, antara lain Hj Wati Imhar, Eka Jaya, GPKR, GMJ, AFC, RRI, Barnus, Bakorsi, Turun Tangan, Ustazah Nurdiati Akma, Eggi Sudjana, Pendeta Shepar Supit, Dandi, Hanifa Husen, Nasrah, Ichwan R, Rizal Kobar, Taufik Ismail, Jeje Zainudin, dan Rasmin Zaitun.
Kelompok Aspirasi Indonesia, yang dikenal sering melakukan aksi demo untuk mendukung kubu AMIN dan menyediakan penganan gratis, juga turut serta dalam doa buka puasa Romadhon Gaza Palestina yang diadakan oleh Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di Patung Kuda, Monas, pada tanggal 7 April 2024. Mereka mendengarkan orasi dari Ustaz Zaitun Rasmin yang menyampaikan kecaman terhadap tindakan Israel di Palestina dan mengajak untuk terus memperjuangkan keadilan.
Pendeta Shepar Supid, dalam orasinya, menyatakan bahwa tragedi kemanusiaan di Palestina merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia internasional. Ia juga mengajak untuk memperingati tanggal 15 Maret sebagai Hari Anti Islamophobia secara internasional, dan berharap agar hal ini juga diadopsi sebagai hari libur nasional di Indonesia.
Selain itu, tokoh-tokoh agama lainnya, seperti Nafsiah dari Konghuchu dan Adian, menyambut baik upaya perdamaian antaragama dan mendukung kemerdekaan Palestina sebagai langkah untuk menciptakan persaudaraan dan solidaritas kemanusiaan.
DPR Hidayat Nurwahid dari PKS menegaskan bahwa dunia harus mendukung kemerdekaan Palestina, dan mengecam Israel atas tindakan brutalnya. Ia menyatakan bahwa dukungan PBB terhadap Palestina merupakan langkah penting untuk memperjuangkan keadilan.
Penutupan aksi ini ditandai dengan penandatanganan bedrop oleh panitia risalah Jakarta, yang menyatakan bahwa Indonesia menentang penjajahan Israel di Palestina dan mendukung keadilan bagi rakyat Palestina yang telah menderita selama bertahun-tahun.

























