• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

HARGA DARI DAYA GENTAR: IRAN, ISRAEL, DAN KEMATIAN HUKUM DI LANGIT TIMUR TENGAH

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
June 19, 2025
in Feature, World
0
HARGA DARI DAYA GENTAR: IRAN, ISRAEL, DAN KEMATIAN HUKUM DI LANGIT TIMUR TENGAH
Share on FacebookShare on Twitter
Muhammad Yamin Nasution

Oleh M. Yamin Nasution, S.H. – Pemerhati Hukum

 “Jika hukum tak bisa menghentikan rudal, maka hanya nurani yang tersisa.”

Penulis- Refleksi atas konflik Israel-Iran.

Langit Tel Aviv terbakar

Ratusan rudal dan drone buatan Iran menghantam pusat-pusat perkotaan Israel. Sistem pertahanan Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow-3 meledak secara simultan di angkasa, menahan apa yang bisa mereka tahan. Sebaliknya, jet-jet tempur Israel menggempur fasilitas nuklir Iran di Natanz, Isfahan, dan Teheran. Dunia menyaksikan, dan untuk kesekian kalinya, hukum internasional menjadi sunyi.

Ini bukan lagi babak baru dalam konflik regional. Ini adalah babak baru dalam kematian hukum internasional.

Daya Gentar yang Mahal : Rudal, Balasan, dan Kelelahan Strategis

Israel mengklaim serangan awal sebagai tindakan preventif sesuai Pasal 51 Piagam PBB, hak membela diri atas ancaman nuklir yang “imminent”. Iran membalas dengan tembakan rudal Zolfaghar dan drone Shahed-136 dalam jumlah masif, menyasar Tel Aviv, Haifa, bahkan Yerusalem. Setidaknya 90% dicegat. Tapi harga yang dibayar sangat mahal: satu malam bertahan berarti US$285 juta hilang, hanya untuk intersepsi rudal.

Iron Dome bisa mencegat, tapi tak bisa mengubah niat. Arrow-3 bisa menahan rudal, tapi tidak bisa menahan logika politik yang melahirkan perang.

Iran menggunakan taktik saturation, mengirim ratusan senjata murah untuk membanjiri radar dan sistem pertahanan canggih Israel. Ini bukan hanya perang rudal. Ini adalah perang kelelahan ekonomi dan moral.

Ketika Hukum Ditarik Turun ke Bunker

Dalam teori hukum internasional, pembelaan diri hanya sah jika memenuhi tiga unsur: immediacy (ancaman nyata dan segera), necessity (tidak ada pilihan lain), dan proportionality (respon harus seimbang). Tapi bagaimana menjelaskan rudal yang menghantam rumah sakit di Gaza? Atau jet yang menghancurkan pusat listrik di Isfahan? Siapa yang memutuskan proporsionalitas ketika hakimnya adalah peluncur misil?

Mahkamah Internasional (ICJ) dalam kasus Nicaragua v. United States (1986): “Retaliasi bersenjata tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional, bahkan atas dasar keadilan moral.”

Lebih tragis lagi, Perdana Menteri Israel telah resmi diusulkan untuk didakwa oleh Jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang terhadap warga sipil dan anak-anak di Gaza. Namun tak ada konsekuensi. Tak ada sanksi. Tak ada guncangan politik. Dunia hanya mengeluarkan pernyataan keprihatinan.

Apa artinya hukum jika tak ditakuti oleh pelaku pelanggaran? Apa gunanya Statuta Roma jika pemimpin negara bisa mengebom rumah sakit tanpa pengadilan?

Dunia Diam, Dunia Mati Rasa

Amerika Serikat terus mendukung Israel lewat satelit dan suplai intersep. Rusia dan Tiongkok berdiri di pinggir lapangan, memantau dengan waspada. PBB terdengar lemah, resolusinya diblokir oleh hak veto, dan diplomasi kembali kalah oleh superioritas udara.

Sementara itu, Uni Eropa dan Oman mencoba menjadi penengah. Tapi mediasi tak berguna jika pelaku tidak takut hukum. Dan hari ini, hukum tidak lagi menakutkan.

“Ketika hukum gagal membatasi kekuasaan, maka kekuasaan akan menundukkan hukum,” tulis Hans Kelsen. Kalimat itu kini menjadi kenyataan.

Apakah Kita Menuju Dunia Tanpa Norma?

Perang Israel-Iran bukan hanya konflik militer. Ini adalah precedent moral dan yuridis yang akan membentuk abad ke-21. Jika Israel bebas menyerang atas nama pembelaan diri tanpa bukti ancaman nyata, maka India bisa menyerang Pakistan, atau Korea Utara bisa mengklaim hak preemptive atas Seoul. Dunia akan hidup dalam logika preventive war, bukan hukum internasional.

Hukum humaniter internasional (IHL), yang mengatur perlindungan terhadap warga sipil dan batas-batas kekuatan militer, kini seperti peta yang dibakar sebelum perjalanan dimulai.

Tel Aviv, Teheran, dan Gaza: Neraka yang Sama, Darah yang Serupa

Gambar dari Tel Aviv dan Gaza saling bercermin: anak-anak menggenggam boneka di reruntuhan, sirene tak pernah berhenti, dan langit malam selalu penuh api. Dalam setiap ledakan, hukum mati untuk kedua kalinya: pertama di ruang sidang, kedua di ruang nurani.

Kita tidak sedang melihat perang biasa. Kita sedang menyaksikan pembusukan hukum internasional secara perlahan, di mana negara kuat mendikte batas moral, dan korban sipil dijustifikasi sebagai “risiko yang dapat diterima”.

Penutup: Saat Kompas Moral Kita Retak

Apakah hukum masih hidup? Ataukah ia hanya dipanggil ketika menyudutkan negara kecil, dan dibungkam ketika berhadapan dengan kekuasaan nuklir?

Kita, sebagai bangsa yang menjunjung perdamaian dan keadilan konstitusional harus terus bertanya, mengingatkan, dan berdiri. Bukan karena kita kuat, tapi karena jika hukum bisa mati di Timur Tengah, maka ia bisa mati di mana saja. Termasuk di sini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Krisis Iklim di Titik Nadzir: Ketika Bumi Meminta Tanggungan

Next Post

THE PRICE OF DETERRENCE: IRAN, ISRAEL, AND THE DEATH OF LAW IN THE SKIES OF THE MIDDLE EAST

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
THE PRICE OF DETERRENCE: IRAN, ISRAEL, AND THE DEATH OF LAW IN THE SKIES OF THE MIDDLE EAST

THE PRICE OF DETERRENCE: IRAN, ISRAEL, AND THE DEATH OF LAW IN THE SKIES OF THE MIDDLE EAST

Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Apakah Prabowo Tidak Akan Memecat Mendagri Tito dan Menghukum Gubernur Bobby atas Sengketa 4 Pulau Aceh?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...