Jakarta, fusilatnews.– Laporan BPS mengenai harga barang terus mengalami kenaikan. Hingga akhir tahun saja, angka inflasi masih berada di level 5,42%. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut penyebabnya adalah harga pangan yang masih tinggi sampai tarif angkutan udara.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengungkapkan, komoditas penyumbang inflasi November 2022 ini mulai dari naiknya harga rokok, bahan bakar minyak (BBM), beras sampai tiket pesawat.
“Komoditas penyumbang inflasi bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, rokok, beras, telur ayam ras, dan tarif angkutan dalam kota,” kata Setianto
Ketua Koordinator Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni bahkan mengatakan pengusaha warteg skala kecil pesimistis bisa melanjutkan usaha. “Minyak, cabai, bawang, beras, telur, daging ayam, semua naik. Yang stagnan harga ikan,” ujar Mukroni kepada media, Minggu, 4 Desember 2022.
about:blank Meski mengeluarkan modal lebih banyak, Mukroni mengatakan pengusaha warteg belum berani menaikkan harga jual. Sebab sejak harga bahan bakar minyak atau BBM naik awal September lalu, daya beli konsumen juga mulai menurun. Keuntungan warteg saat ini pun, lanjut Mukroni, belum pulih seperti masa sebelum pandemi Covid-19.
Lebih lanjut Mukroni mengatakan; “Baru sebatas mengurangi porsi. Tapi sampai kapan kalau harga sembako semakin liar dan tidak terkendali?” Situasi berat ini, kata Mukroni, membuat pengusaha warteg ancang-ancang untuk tidak melanjutkan usahanya.
Mukroni menambhkan, bahwa warteg skala kecil hanya menunggu kontrakan habis. Setelah itu, banyak yang tidak dapat memperpanjang usaha karena pesimistis terhadap kondisi ekonominya. Padahal, warteg skala kecil jumlahnya lebih dari separuh jumlah warteg yang ada. “Dari separuh warteg itu, yang 60 persen pesimis bisa meneruskan usaha,” ujar Mukroni.
Berdasarkan catatan Kowantara (Koordinator Warteg Nusantara), Mukroni menyebut warteg yang aktif se-Jabodetabek jumlahnya lebih dari seribu. Sedangkan data yang masuk Kowantara sudah lebih dari 10 ribu warteg dari total sekitar 50 ribu warteg di Jabodetabek.
Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per Jumat, 2 Desember 2022, harga beras premium masih berada di level Rp 12.900 per kilogram. Kemudian harga minyak goreng kemasan sederhana mencapai Rp 16.400 per kilogram atau naik 0,61 persen dari harga sebelumnya Rp 16.300 pada Kamis, 1 Desember 2022.
Kemudian harga cabai merah besar tercatat Rp 35.600 atau naik 0,85 persen dari harga sebelumnya Rp 35.300 per kilogram. Sedangkan harga cabai merah keriting naik 0,26 dari Rp 34.400 menjadi Rp 34.600 per kilogram. Adapun cabai rawit merah naik 0,63 persen dari Rp 47.900 menjadi Rp 48.200 per kilogram. Sementara itu, harga bawang meran naik 0,27 persen menjadi Rp 37.100 dari harga sebelumnya sebesar Rp 37.000 per kilogram.
Kebutuhan lain yang baru-baru mengalami kenaikan harga adalah telur ayam. Namun, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi berjanji akan menstabilisasi harga telur yang kini telah menembus di atas Rp 30 ribu per kilogram. Dia menargetkan harga telur di tingkat konsumen sebesar Rp 27 ribu sesuai harga acuan pembelian (HAP).
























