JAKARTA, 4 Desember (Reuters) – Pihak berwenang Indonesia telah menaikkan peringatan gunung berapi Semeru di pulau Jawa ke level tertinggi pada Minggu, setelah letusan memuntahkan kolom abu yang tinggi ke udara.
Evakuasi orang, termasuk anak-anak dan manula, yang tinggal di dekat gunung berapi di provinsi Jawa Timur juga telah dimulai dengan 93 warga sejauh ini dievakuasi ke tempat penampungan, kata Badan Penanggulangan Bencana Indonesia, BNPB dalam sebuah pernyataan.
Letusan di bagian timur Jawa, sekitar 640 km (400 mil) timur ibukota Jakarta, diikuti serangkaian gempa bumi di barat pulau, termasuk satu bulan lalu yang menewaskan lebih dari 300 orang.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia, PVMBG, menaikkan tingkat aktivitas vulkanik menjadi IV dari III, kata ketuanya melalui pesan teks.
Kepala PVMBG Hendra Gunawan mengatakan, pihaknya melihat potensi pasokan magma tahun ini lebih besar dibandingkan erupsi sebelumnya pada 2021 dan 2020.
“Jadi awan panas Semeru bisa lebih jauh (tahun ini) dan pada jarak itu sudah banyak pemukiman warga,” ujarnya.
Beberapa warga sekitar telah mengungsi secara mandiri ke bangunan yang lebih aman seperti masjid dan sekolah, menurut pernyataan dari pemerintah daerah Lumajang, di mana Semeru berada.
“Sebagian besar jalan ditutup sejak tadi pagi. Sekarang hujan abu vulkanik dan menutupi pemandangan gunung,” kata Bayu Deny Alfianto, seorang relawan setempat kepada Reuters melalui telepon.
Letusan kecil terus berlanjut dan hujan turun di daerah itu, katanya.
Gunung berapi mulai meletus pada pukul 02:46 (1946 GMT pada hari Sabtu), kata BNPB, dalam sebuah pernyataan. Video yang diposting di media sosial menunjukkan awan abu abu di daerah terdekat.
Dengan 142 gunung berapi, Indonesia memiliki populasi terbesar secara global yang tinggal di dekat gunung berapi, termasuk 8,6 juta dalam jarak 10 km (6 mil).
Gempa mematikan akhir November yang melanda Cianjur Jawa Barat adalah gempa dangkal berkekuatan 5,6 skala richter. Gempa yang jauh lebih dalam pada hari Sabtu di Gurat berkekuatan 6,1 membuat orang lari dari gedung tetapi tidak menyebabkan kerusakan besar.
Reuters























