• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Hari Bhayangkara Momentum Evaluasi Kinerja Reformasi Polri

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
July 1, 2026
in Birokrasi, News
0
Kebebasan Beragama Alami Kemunduran di Awal Pemerintahan Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – FusilatNews. -Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri seharusnya tidak hanya menjadi momentum seremonial untuk mengapresiasi kinerja institusi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi lebih dari itu, peringatan ini perlu dijadikan ruang refleksi untuk mengevaluasi apakah berbagai perubahan yang telah dilakukan benar-benar berhasil membangun institusi kepolisian yang demokratis, profesional, akuntabel, dan menghormati HAM.

Menurut Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan, Selasa (1/7/2026), pertanyaan tersebut menjadi semakin penting mengingat reformasi kepolisian telah berlangsung selama lebih dari 25 tahun sejak Reformasi Politik 1998.

Dalam kurun waktu tersebut, Polri telah dipimpin oleh sejumlah Kapolri dengan karakter kepemimpinan, prioritas kebijakan, dan strategi reformasi yang berbeda-beda. Berbagai temuan Setara Institute dalam penelitian terbaru berjudul, “Dari Kapolri ke Kapolri: Hambatan, Tantangan dan Terobosan Reformasi Polri Pascareformasi Politik (2026)”,
Katanya, dapat memberikan evaluasi maupun gambaran tentang kondisi kinerja reformasi Polri.

“Penelitian tersebut mengidentifikasi adanya perubahan orientasi reformasi dari waktu ke waktu. Pada fase awal reformasi, perubahan lebih banyak didorong oleh kebijakan negara (state-driven reform), kemudian berkembang menjadi reformasi yang bertumpu pada regulasi internal Polri (institution-driven reform), bergeser menjadi reformasi yang sangat dipengaruhi visi dan kepemimpinan Kapolri (leadership-driven institutionalization) hingga pada perkembangan terakhir muncul kecenderungan koreksi kembali oleh negara (state-driven corrective reform) melalui inisiatif Presiden, DPR RI. Dinamika tersebut memperlihatkan bahwa arah reformasi Polri sangat dipengaruhi oleh konfigurasi politik dan kepemimpinan nasional.

Kedua, penelitian tersebut menunjukkan bahwa dinamika reformasi Polri tidak pernah berjalan secara linier. Setiap pergantian Kapolri memang menghasilkan inovasi, kebijakan, maupun program baru, tetapi berbagai persoalan mendasar justru terus berulang dan belum pernah terselesaikan secara tuntas.

Dengan kata lain, reformasi Polri masih berada dalam fase unfinished reform ketika reformasi yang telah menghasilkan banyak perubahan kelembagaan tetapi belum mampu mentransformasikan sistem, tata kelola, dan budaya organisasi secara menyeluruh.

Ketiga, terdapat kecenderungan keberulangan permasalahan dalam upaya reformasi Polri. Misalnya, persoalan represivitas dan penggunaan kekuatan berlebihan (excessive use of force) dalam pengamanan demonstrasi, hingga minimnya akuntabilitas penggunaan senjata api yang telah terjadi di era Presiden Gus Dur, masih terjadi hingga era sekarang. Begitu juga dengan persoalan-persoalan lainnya dalam penegakan hukum dan pelayanan publik, seperti kultur kekerasan, praktik penyuapan, penyalahgunaan kewenangan, arogansi, demoralisasi, hingga rendahnya profesionalitas aparat. Keberulangan berbagai permasalahan ini mencerminkan kesenjangan serius antara upaya reformasi Polri dan praktiknya di lapangan.

Keempat, penelitian ini mengidentifikasi bahwa kualitas reformasi Polri belum berkembang secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Berbagai inovasi kelembagaan lebih banyak terlihat pada level kebijakan nasional, sementara kapasitas sumber daya manusia, kualitas pelayanan publik, budaya organisasi, serta efektivitas pengawasan di tingkat kewilayahan masih menghadapi tantangan yang besar. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas reformasi Polri belum dirasakan secara setara oleh masyarakat di berbagai daerah.

Kelima, penguatan reformasi Polri perlu bergeser dari pendekatan yang semata-mata bersifat responsif terhadap peristiwa atau pergantian kepemimpinan menuju reformasi yang berbasis pengetahuan (evidence-based reform).

Artinya, setiap kebijakan, program, maupun desain transformasi kelembagaan perlu disusun berdasarkan temuan empiris, hasil evaluasi yang objektif, serta pembelajaran dari praktik-praktik terbaik di berbagai negara.

“Dengan pendekatan tersebut, reformasi Polri tidak hanya menjadi agenda politik atau administratif, tetapi juga menjadi proses perubahan kelembagaan yang substantif, terukur, serta berorientasi pada penyelesaian masalah (problem-solving reform),” cetusnya.

Keenam, penguatan reformasi Polri dapat mengacu kepada berbagai konsep yang promotif terhadap agenda ini, seperti Gagasan Empat Pilar Transformasi Polri (Setara Institute, 2024), Good Security Sector Governance_ (DCAF, 2015)), Democratic Policing (OSCE, 2008), Community-Oriented Policing (BJA, 1994; SEESAC, 2006; OHCHR, 2025), hingga Civilian Oversight of the Police (Miller, 2002; Bobb, 2003).

“Masing-masing konsep menawarkan perspektif yang berbeda dalam menjawab persoalan reformasi, baik yang bersifat struktural, kultural, maupun operasional. Karena itu, konsep-konsep tersebut dapat diadopsi sebagai landasan konseptual dalam merancang agenda reformasi Polri yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan,” terangnya.

Dalam momentum HUT ke-80 Polri ini, Halili menyarankan agar menjadi kesempatan untuk menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri tidak dibangun melalui slogan, jargon ataupun simbol. Kepercayaan publik tumbuh dan berkembang melalui konsistensi institusi Polri dalam menjalankan mandat konstitusionalnya secara profesional, transparan, dan akuntabel.

‘Kritik keras publik dan masyarakat sipil, termasuk Stara Institute, atas revisi UU Polri yang baru lalu harus segera dijawab dengan transformasi yang bersifat fundamental pada ranah struktural, instrumental, dan kultural,” tandas Halili.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tragedi Latsarmil KDMP: Tak Cukup Ganti Nama, Pastikan Akuntabilitas Hukum dan Pemulihan Korban

Next Post

Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Tragedi Latsarmil KDMP: Tak Cukup Ganti Nama, Pastikan Akuntabilitas Hukum dan Pemulihan Korban
Crime

Tragedi Latsarmil KDMP: Tak Cukup Ganti Nama, Pastikan Akuntabilitas Hukum dan Pemulihan Korban

July 1, 2026
Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah
Komunitas

Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

July 1, 2026
Feature

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMISAHAN PERAN REPRESENTATIF DAN REGULATIF ORGANISASI ADVOKAT

July 1, 2026
Next Post
Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?

Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?

Ironi Bangsa Besar yang Mudah Tertipu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Robohnya Benteng Moral Kami
Feature

Robohnya Benteng Moral Kami

by Karyudi Sutajah Putra
July 1, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Ada apa dengan Sudewo, sehingga bekas Bupati Pati, Jawa Tengah,...

Read more
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Perseteruan Hotman Paris vs Rasman Nasution Kian Sengit, Ini Kata IPW

Perseteruan Hotman Paris vs Rasman Nasution Kian Sengit, Ini Kata IPW

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ironi Bangsa Besar yang Mudah Tertipu

July 1, 2026
Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?

Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?

July 1, 2026
Kebebasan Beragama Alami Kemunduran di Awal Pemerintahan Prabowo

Hari Bhayangkara Momentum Evaluasi Kinerja Reformasi Polri

July 1, 2026
Tragedi Latsarmil KDMP: Tak Cukup Ganti Nama, Pastikan Akuntabilitas Hukum dan Pemulihan Korban

Tragedi Latsarmil KDMP: Tak Cukup Ganti Nama, Pastikan Akuntabilitas Hukum dan Pemulihan Korban

July 1, 2026
Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

July 1, 2026
Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

July 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ironi Bangsa Besar yang Mudah Tertipu

July 1, 2026
Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?

Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?

July 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist