Jakarta-FusilatNews – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyatakan tidak akan menyerah terhadap segala bentuk intimidasi yang dialamatkan kepadanya. Dalam pernyataannya, Hasto mengungkapkan bahwa dirinya dan partainya telah siap menghadapi risiko terburuk.
“Kami tidak pernah akan menyerah baik mau digunakan suatu proses intimidasi secara formal maupun dengan cara-cara di luar formal sekalipun. Kami sudah menyiapkan risiko-risiko terburuk,” kata Hasto pada videonya.
Hasto juga mengutip pernyataan Bung Karno, yang menegaskan bahwa masuk penjara adalah bagian dari pengorbanan untuk mencapai cita-cita. Ia mengajak seluruh kader PDIP untuk tidak gentar dalam menyuarakan kebenaran.
“Sebagaimana dilakukan oleh Bung Karno, masuk penjara adalah bagian dari pengorbanan cita-cita. Untuk itu, jangan pernah takut menyuarakan kebenaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasto meminta para kader PDIP untuk menjaga kehormatan partai dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dari berbagai upaya yang berpotensi merusak wibawa partai demi kepentingan kekuasaan.
“Kita jaga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, kita jaga marwah dari Ketum PDIP dari berbagai upaya yang ingin merongrong marwah dan kewibawaan partai hanya karena ambisi kekuasaan,” tegasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan tajam terhadap Hasto, yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hasto diduga terlibat dalam kasus suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku di DPR.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/12), menyebutkan bahwa Hasto diduga berperan dalam upaya agar Harun Masiku menggantikan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR. Hasto disebut meminta Mahkamah Agung (MA) memberikan fatwa yang mendukung langkah tersebut.
Kasus ini semakin memanas seiring dengan berbagai reaksi dari publik, yang mempertanyakan integritas dan komitmen pemberantasan korupsi di lingkungan politik nasional.





















