• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hedging Strategis: Dansa “Dua Kaki” Indonesia di Atas Barisan Luka Palestina

fusilat by fusilat
February 5, 2026
in Feature, Politik
0
Hedging Strategis: Dansa “Dua Kaki” Indonesia di Atas Barisan Luka Palestina
Share on FacebookShare on Twitter

 

By Paman BED

Dunia diplomasi sering disamakan dengan papan catur. Bedanya, bidak-bidaknya bernyawa, berdarah, dan menanggung sejarah. Kabar bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP)—sebuah gagasan yang lahir dari rahim politik Donald Trump—seketika membuat kedai kopi di pinggiran Jakarta hingga ruang sidang Senayan gaduh. Pertanyaannya tajam dan sah: apakah Indonesia sedang mengkhianati amanat konstitusi, atau justru sedang memainkan langkah paling rasional di tengah badai geopolitik?

Mari tarik napas sejenak. Emosi penting, tetapi kejernihan lebih menentukan.


Gaza: “Riviera” yang Dibangun di Atas Puing?

Trump, dengan naluri pebisnisnya yang khas, menawarkan sebuah proposal yang sekaligus menggiurkan dan mengerikan. Board of Peace dikemas dengan narasi “perdamaian ekonomi”. Logikanya sederhana: bangun gedung, buka lapangan kerja, putar roda ekonomi—maka soal kedaulatan akan larut dengan sendirinya. Ini adalah model perdamaian top-down, transaksional, dan dingin.

Masalahnya, dalam arsitektur BoP, Israel duduk sebagai pengambil keputusan, sementara Palestina direduksi menjadi subjek teknokratik—sekadar pengelola selokan, semen, dan proyek. Di sinilah tuduhan neo-kolonialisme menemukan pijakannya. Pelaku perusakan tidak membayar “denda politik”, sementara negara-negara lain diminta ikut menanggung “dosa finansial”.

Jika Indonesia ikut serta tanpa strategi, bukankah itu berisiko menjadi legitimasi diam-diam bagi skema tersebut?


Dilema “Kursi Kosong”

Di bawah nakhoda Presiden Prabowo, pemerintah tampaknya memilih jalur pragmatis. Logikanya sederhana namun masuk akal: jika Indonesia tidak duduk di meja itu, siapa yang akan bersuara ketika BoP mulai bergeser dari rekonstruksi menuju aneksasi halus?

Kursi kosong tidak pernah protes. Ia hanya menyaksikan.

Ketidakhadiran Indonesia berarti membiarkan Gaza dibangun sepenuhnya oleh kepentingan pihak lain, tanpa satu pun suara yang mengingatkan bahwa rekonstruksi tanpa kedaulatan adalah bentuk penjajahan baru dengan wajah lebih rapi.

Namun, duduk di BoP saja jelas berisiko membuat Indonesia terlihat jinak. Di sinilah konsep Hedging Strategis menjadi krusial.


Strategi Dua Kaki: Antara Washington, Beijing, dan Moskow

Jika BoP adalah kaki kanan Indonesia—yang mengurusi urusan perut: kemanusiaan, bantuan, dan rekonstruksi—maka Indonesia membutuhkan kaki kiri yang sama kuat untuk menjaga marwah: kedaulatan politik Palestina.

Gagasan membentuk dewan tandingan bersama Cina dan Rusia bukanlah manuver pencari sensasi. Ia adalah praktik klasik balance of power dalam dunia multipolar. Indonesia berpeluang menjadi arsitek di balik layar yang mendorong Beijing dan Moskow memimpin inisiatif diplomatik murni menuju Two-State Solution.

Dalam skema ini, Indonesia bermain di dua panggung sekaligus:

  • Di Board of Peace (Blok Barat):
    Indonesia memastikan bantuan fisik benar-benar menyentuh warga Gaza dan mencegah rekonstruksi berubah menjadi alat pembersihan etnis terselubung.
  • Di Dewan Tandingan (Blok Timur/Multipolar):
    Indonesia mendorong pengakuan kedaulatan politik Palestina sebagai tujuan utama, bukan sekadar embel-embel kemanusiaan.

Dengan strategi ini, Indonesia tidak sedang mendukung penjajahan. Indonesia sedang mengepung ketidakadilan dari dua sisi. Kita tidak hanya berteriak dari luar pagar, tetapi juga masuk ke ruang tamu—sambil menyiapkan pintu belakang sebagai jalur evakuasi strategis.


Refleksi: Diplomasi Bukan Tentang Kesucian, Tapi Solusi

Kita kerap terjebak dalam romantisme diplomasi yang suci secara moral, namun lumpuh secara hasil. Kita mengutuk dari kejauhan, sementara anak-anak Gaza tetap tidur di bawah tenda plastik.

Pertanyaannya:
apakah menarik diri sepenuhnya demi “kemurnian konstitusional” benar-benar membantu Palestina?
Ataukah justru lebih terhormat jika Indonesia berani “mengotori tangan” demi memastikan rakyat Palestina tetap memiliki tanah untuk dipijak—sembari membangun aliansi global yang lebih adil?

Dalam dunia yang brutal, niat baik tanpa strategi seringkali hanya menjadi catatan kaki sejarah.


Kesimpulan dan Rekomendasi Strategis

Indonesia tidak boleh berubah menjadi pemandu sorak bagi agenda ekonomi Amerika Serikat. Keterlibatan dalam Board of Peace harus bersyarat, terukur, dan berbatas waktu.

Saran Strategis:

  1. Jangan Berjalan Sendirian
    Indonesia harus merapatkan barisan dengan negara-negara OKI di dalam BoP agar tidak mudah didikte oleh satu poros kekuatan.
  2. Bangun Jalur Belakang (Backchannel Diplomacy)
    Intensifkan komunikasi dengan Cina dan Rusia untuk merumuskan kerangka perdamaian yang menempatkan kedaulatan politik Palestina sebagai tujuan akhir, bukan bonus.
  3. Transparansi Publik
    Pemerintah wajib menjelaskan kepada rakyat bahwa langkah ini adalah taktik di medan diplomasi—bukan penyimpangan dari Pancasila maupun Pembukaan UUD 1945.

Risiko yang Dimanajemen

Strategi ini jelas high risk, high reward.

  • Jika Indonesia hanya ikut BoP, kita berisiko menjadi stempel penjajahan gaya baru.
  • Jika hanya merapat ke Cina–Rusia, Indonesia berisiko terisolasi dari sistem keuangan global Barat.

Namun dengan memainkan keduanya, Indonesia berpeluang menjadi “The Untouchable Broker”—aktor penghubung yang tidak bisa diabaikan oleh siapa pun.

Menjadi jembatan memang berat. Ia harus siap diinjak dari dua arah.
Namun bukankah itu harga yang layak dibayar demi sebuah kemerdekaan yang terlalu lama tertunda?


Referensi

  • UUD 1945, Pembukaan Alinea I dan IV
  • The Deal of the Century & Economic Vision for Palestine, White House Archives
  • Indonesian Foreign Policy: “Bebas Aktif” in a Multipolar World, Journal of Strategic Studies
  • The China–Russia–Iran Axis in the Middle East, Foreign Policy Magazine

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tuhan Tidak Pernah Lengah

Next Post

Mimpi-mimpi Rika Laila Puji Astuty yang “Terbeli”

fusilat

fusilat

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post
Mimpi-mimpi Rika Laila Puji Astuty yang “Terbeli”

Mimpi-mimpi Rika Laila Puji Astuty yang "Terbeli"

Setara Institute: Tanpa Langkah Berani, Reformasi Polri Akan Jalan di Tempat

Setara Institute: Tanpa Langkah Berani, Reformasi Polri Akan Jalan di Tempat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...