• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hideki Wada: Menghapus Rasa Takut Menjadi Tua

Ali Syarief by Ali Syarief
January 20, 2026
in Feature, Health, Japanese Supesharu
0
Share on FacebookShare on Twitter

Di Jepang, sebuah buku berjudul Tembok Berusia 80 Tahun tiba-tiba menjadi fenomena. Ditulis oleh Dr. Hideki Wada, seorang psikiater yang selama puluhan tahun mendampingi kesehatan mental lansia, buku ini laris ratusan ribu eksemplar hanya dalam waktu singkat. Bukan karena ia menawarkan rahasia awet muda, tetapi karena ia menawarkan sesuatu yang jauh lebih berharga: cara berdamai dengan usia.

Di tengah dunia yang memuja kecepatan, produktivitas, dan prestasi, menjadi tua sering dipandang sebagai kemunduran. Tubuh melambat, ingatan tak setajam dulu, tenaga tak lagi sekuat masa muda. Namun Dr. Wada justru memutar sudut pandang: usia lanjut bukan keruntuhan, melainkan fase kehidupan yang punya keindahan tersendiri—asal kita tahu cara menjalaninya.

Pesan-pesannya sederhana, tetapi sarat kebijaksanaan. Ia tidak menyuruh lansia mengejar standar kesehatan ekstrem. Ia justru mengajak menerima tubuh apa adanya, bergerak secukupnya, makan dengan gembira, tidur tanpa paksaan, dan hidup tanpa tergesa. Menjadi tua bukan perlombaan untuk tampak muda, melainkan seni untuk tetap damai.

Ada kalimat yang terasa menohok sekaligus menenangkan: kadang lebih baik berdamai dengan penyakit daripada memaksakan sembuh. Ini bukan ajakan menyerah, melainkan pengingat bahwa hidup bukan hanya soal mengalahkan sakit, tetapi juga soal menjaga ketenteraman batin. Sebab sering kali yang melelahkan bukan penyakitnya, melainkan ketakutan terhadapnya.

Dr. Wada juga menolak stigma tentang kesepian. Tinggal sendiri, katanya, tidak selalu berarti sepi. Bisa jadi itu ruang beristirahat dari hiruk-pikuk dunia. Dalam budaya yang terus memaksa orang untuk “aktif” dan “sibuk”, nasihat ini terasa seperti angin sejuk: malas-malasan kadang adalah hak tubuh yang lelah.

Yang menarik, ia tidak memisahkan kesehatan fisik dan kebahagiaan hati. Berjemur di matahari, berjalan pelan, tersenyum, berbicara jujur, menjauhi orang yang membuat tidak nyaman—semua itu, bagi Dr. Wada, adalah obat alami. Tidak ada pil yang bisa menggantikan rasa tenteram.

Ada pula keberanian untuk berkata: tidak semua kehormatan perlu dikejar. Pada usia lanjut, yang penting bukan pengakuan orang, melainkan kenyamanan diri. Pendapat boleh berubah, keinginan masih boleh ada, bahkan menjadi “orang tua nakal” sesekali justru menandakan jiwa masih hidup.

Dalam salah satu pesannya, ia menyebut bahwa demensia di akhir hayat bisa menjadi cara Tuhan menenangkan manusia dari beban dunia. Pandangan ini mungkin terdengar berani, tetapi di situlah inti filosofinya: menerima hidup sebagai aliran, bukan sebagai perlawanan terus-menerus.

Lebih dari sekadar panduan lansia, buku ini sesungguhnya adalah cermin bagi semua usia. Ia mengingatkan bahwa sejak muda kita seharusnya belajar pelan-pelan: tidak terlalu memaksa diri, tidak terjebak ambisi tanpa batas, dan tidak takut menjadi rentan. Karena cepat atau lambat, setiap manusia akan berdiri di depan “tembok usia”, dan yang menentukan bukan kekuatan tubuh, melainkan kelapangan hati.

Pada akhirnya, pesan Dr. Wada sangat manusiawi: jalani hari ini dengan santai. Tarik napas panjang. Jangan memburu hidup. Senyumlah, karena senyuman membawa berkat—bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

Para orang tua dan lansia berhak hidup bahagia. Mereka bukan beban masyarakat, tetapi perpustakaan berjalan yang menyimpan pengalaman, ketabahan, dan kebijaksanaan. Merawat mereka bukan sekadar kewajiban keluarga, melainkan penghormatan kepada masa depan kita sendiri. Karena bila kita ingin tua dengan damai, kita harus belajar menghargai ketuaan hari ini.

Dan mungkin, itulah makna terdalam dari Tembok Berusia 80 Tahun: bukan tembok penghalang, tetapi gerbang menuju ketenangan.

Buku itu berjudul 「80歳の壁」 (Hachijussai no Kabe) atau dalam terjemahan bebas “Tembok Berusia 80 Tahun”, ditulis oleh Dr. Hideki Wada, seorang psikiater Jepang spesialis kesehatan mental lansia. Buku ini memang fenomenal di Jepang sejak terbit tahun 2022, terus dicetak ulang, dan hingga kini telah terjual lebih dari satu juta eksemplar.

Isinya bukan teori medis rumit, tetapi refleksi praktis tentang bagaimana menjalani usia lanjut tanpa stres berlebihan, tidak terobsesi pada kesempurnaan kesehatan, dan tetap merasa “hidup layak dinikmati” meski tubuh menua.

Dr. Wada sendiri dikenal luas di Jepang sebagai:

  • Lulusan University of Tokyo

  • Direktur Rumah Sakit Rehabilitasi Lansia

  • Penulis puluhan buku populer tentang psikologi usia tua

Buku ini kemudian melahirkan seri lanjutan:

  • 80歳の壁 実践編 (Versi praktik)

  • 70歳の壁 (Tembok usia 70)

  • 60歳の壁 (Tembok usia 60)

Artinya, ia membuat semacam “peta mental” untuk tiap fase penuaan.

Menariknya, di Jepang buku ini dipuji karena menghapus rasa takut menjadi tua, sesuatu yang juga relevan bagi masyarakat modern di mana usia lanjut sering dianggap fase penurunan martabat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kritik Menteri Lingkungan Hidup Hanif terhadap Insinerator Bandung Motah: Antara Ambisi Teknologi dan Realitas Lingkungan

Next Post

Rupiah Melemah, Dapur Rakyat yang Terbakar

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Rupiah Melemah, Dapur Rakyat yang Terbakar

Rupiah Melemah, Dapur Rakyat yang Terbakar

Tragis Indonesia dari Negara Pengekspor ke Pengimpor Energi

Bahlil dan Pabrik Pupuk Fakfak: Ketika Investasi Negara Berbelok ke Kepentingan Kuasa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...