• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Rupiah Melemah, Dapur Rakyat yang Terbakar

Ali Syarief by Ali Syarief
January 20, 2026
in Economy, Feature
0
Rupiah Melemah, Dapur Rakyat yang Terbakar
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Angka itu terlihat sederhana: Rp17.000 per dolar Amerika. Namun di balik deretan digit tersebut, tersimpan denyut kecemasan yang merayap pelan ke ruang-ruang hidup rakyat. Melemahnya rupiah bukan sekadar isu teknis pasar uang. Ia adalah peristiwa sosial. Ia menjelma menjadi harga beras yang naik, ongkos transportasi yang mencekik, biaya sekolah yang kian mahal, hingga tagihan listrik yang terasa lebih berat setiap bulan.

Indonesia bukan negara yang sepenuhnya mandiri dalam rantai pasok kebutuhan dasarnya. Pangan, energi, obat-obatan, bahan baku industri, bahkan komponen teknologi—banyak di antaranya bergantung pada impor. Ketika rupiah melemah, harga impor melonjak. Dan lonjakan itu, pada akhirnya, tidak berhenti di meja kementerian atau ruang rapat bank sentral. Ia turun perlahan ke pasar tradisional, ke warung kecil di sudut kampung, hingga ke dapur rumah tangga.

Pedagang kecil merasakan langsung dampaknya. Harga minyak goreng, tepung, gula, dan kebutuhan pokok lain naik bertahap. Sementara daya beli konsumen tak ikut naik. Akibatnya margin keuntungan menipis. Banyak pedagang terpaksa mengurangi stok, sebagian lain menutup usaha. Di titik ini, pelemahan rupiah berubah menjadi ancaman nyata terhadap keberlangsungan ekonomi mikro—tulang punggung mayoritas rakyat Indonesia.

Bagi pekerja dengan penghasilan tetap, situasinya tak kalah getir. Gaji tetap, harga-harga bergerak naik. Nilai riil pendapatan menyusut tanpa pernah ada pengumuman resmi. Mereka bekerja dengan jam yang sama, namun kemampuan membeli makin terbatas. Inilah inflasi yang terasa di perut, bukan sekadar angka statistik.

Sektor industri pun terguncang. Pabrik yang mengimpor bahan baku menghadapi biaya produksi lebih mahal. Pilihannya hanya dua: menaikkan harga jual atau menekan biaya tenaga kerja. Keduanya berujung pada rakyat. Harga barang naik, atau lapangan kerja menyempit.

Lebih jauh, pelemahan rupiah juga memperbesar beban utang luar negeri. Pemerintah dan korporasi yang memiliki kewajiban dolar harus membayar lebih mahal dalam rupiah. Ketika anggaran negara tersedot untuk menutup selisih kurs, ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan subsidi rakyat pun menyempit. Lagi-lagi, rakyat berada di barisan terakhir yang menanggung dampaknya.

Yang paling menyedihkan, fenomena ini sering disajikan sebagai sesuatu yang abstrak. Seolah-olah pelemahan rupiah hanyalah grafik naik turun di layar bursa. Padahal, bagi rakyat kecil, itu berarti memilih: membeli lauk atau menabung untuk sekolah anak. Membayar cicilan atau menunda berobat.

Melemahnya rupiah bukan sekadar soal ekonomi makro. Ia adalah cermin rapuhnya fondasi kemandirian ekonomi bangsa. Selama struktur produksi kita masih bergantung pada impor, selama ketahanan pangan belum kokoh, selama industri nasional belum berdaulat, maka setiap guncangan nilai tukar akan selalu berakhir di meja makan rakyat.

Dan di sanalah tragedinya: rakyat yang tak pernah bermain di pasar valuta, justru menjadi korban pertama ketika rupiah kehilangan daya.

Rupiah boleh melemah di papan kurs. Tapi yang benar-benar tergerus adalah daya hidup rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hideki Wada: Menghapus Rasa Takut Menjadi Tua

Next Post

Bahlil dan Pabrik Pupuk Fakfak: Ketika Investasi Negara Berbelok ke Kepentingan Kuasa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Tragis Indonesia dari Negara Pengekspor ke Pengimpor Energi

Bahlil dan Pabrik Pupuk Fakfak: Ketika Investasi Negara Berbelok ke Kepentingan Kuasa

Antara Joke Seks dan Joke Politik: Ketika Tawa Menyentuh Wilayah Pidana

Antara Joke Seks dan Joke Politik: Ketika Tawa Menyentuh Wilayah Pidana

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist