keseriusan Ketua KPK Firli Bahuri dalam penegakan hukum pemberantasan korups menjadi tanda tanya jika ditinjau dari kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian
Kini kasus ini menjadi tak menentu arahnya dan menimbulkan banyak tanda tanya asumsi liar yang membuat kepercayaan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi turun.
Pakar pidana korupsi, mantan Ketua Panitia Seleksi pemilihan pimpinan KPKYenti Garnasih mempertanyakan tak kunjung diumumkannya tersangka kasus di Kementan itu oleh lembaga antirasuah.itu
“Pertanyaannya, kenapa dan nunggu apa. Diperiksa sudah, digeledah sudah, tapi statusnya tidak atau belum diumumkan. Ini kan jadi liar, harusnya diperjelas saja. Dalam penegakan hukum, jika sudah ada dua alat bukti kan cukup untuk mentersangkakan,” kata Yenti di Hambalang, Kabupaten Bogor, Ahad, (8/10)
Yenti mengatakan dalam kasus dugaan korupsi di Kementan, harusnya KPK tidak menggantung status seseorang yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Menurut ahli hukum dari Universitas Pakuan ini, jangan sampai permasalahan ini malah jadi bola liar dan membuat publik bertanya-tanya dan memberikan asumsinya.
Jika itu terjadi, malah bisa merugikan. Pertama merugikan penilaian publik terhadap penegakan hukum, keduanya memberikan dampak tidak baik terhadap seorang terduga.
“Kalau misal yang diduga itu ternyata tidak jadi tersangka, gimana. Kan setidaknya nama jelek, apa kata keluarga dan kerabatnya. Belum lagi, sekarang infonya ada pencekalan terhadap terduga, istri, anak dan bahkan sampai cucu. Tapi statusnya ini belum jelas. Yang saya khawatirkan jika tidak ada kejelasan ini akan terus liar dan bisa membuat kegaduhan di masyarakat,” kata Yenti
Ia mengatakan, KPK harus memberi kejelasan dalam kasus dugaan korupsi di Kementan yang menjerat eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
“Itu kan sudah tahap penyidikan dan katanya sudah ada yang ditersangkakan. Nah tinggal diumukan saja secara resmi, terus publik terinformasikan dengan jelas dan terang benderang,” kata Yenti.




















