Kedatangan SYL menemui Jokowi untuk berpamitan meminta maaf dana menyampaikan laporan hingga penghargaan yang ia capai selama menjadi pembantu kepala negara
Jakarta – Fusilatnews – Menyusul penyerahan surat pengunduran dirinya pada Kamis, 5 Oktober 2023 melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno. selanjutnya pada Ahad (8/10) malam Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, untuk mohon pamit dan mohon maaf dan beberapa pembicaraan lainnya
Dengan menumpangi Toyota Alphard warna hitam dengan nomor polisi B 8055 T, SYL tiba di Istana lewat gerbang Kementerian Sekretariat Negara sekira pukul 18.35 WIB. Politikus NasDem itu memasuki Istana melewati Pintu Bali atau akses VVIP. dan disambut Presiden Jokowi
Jokowi menyambut SYL di Ruang Jepara, Istana, sekira pukul 19.10 WIB. Ia didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Media hanya diperbolehkan mengambil gambar keduanya. selanjutnya pertemuan berlangsung tertutup.
Kedatangan SYL menemui Jokowi untuk berpamitan meminta maaf dana menyampaikan laporan hingga penghargaan yang ia capai selama menjadi pembantu kepala negara.
“Saya juga mohon maaf dan pamit pada Bapak Presiden karena tidak bisa menyelesaikan tugas atau tidak bisa lagi membantu Bapak Presiden sampai akhir masa jabatan,” kata SYL dalam keterangan tertulis
Dalam keterangan tertulis yang sama, SYL menegaskan kesiapannya dalam menghadapi proses hukum yang menjeratnya secara kooperatif. selanjutnya sebagai tertuduh ia akan fokus untuk membuat pembelaan sebaik-baiknya.
“Hal tersebut akan saya lakukan yang tentu saja dengan penghormatan terhadap hukum yang berlaku,” kata SYL.
Setelah pertemuan keduanya selama sekitar satu jam di Ruang Jepara. pihak Istana tidak memberikan keterangan pers
Sampai pukul 20.18 WIB, Pratikno belum memberikan ketrangan terkait pertemuan Jokowi dengan SYL. meski SYL keluar dari kompleks Istana sekitar pukul 19.40 WIB,
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih belum menetapkan SYL sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dalam jabatan, gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Kementerian Pertanian.
SYL merupakan kader Partai NasDem kedua yang terjerat kasus korupsi pada tahun 2023 ini. Sebelumnya, Kejaksaan Agung menjerat Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam kasus korupsi pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G.
NasDem merupakan partai pendukung pemerintahan Jokowi. Belakangan, Partai NasDem mendukung Anies Baswedan untuk menjadi bakal calon presiden untuk Pemilihan Umum 2024 bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Di kasus lain, Pemimpin KPK Firli Bahuri dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Ia disebut memeras SYL terkait dugaan korupsi di Kementerian Pertanian. Kasus ini ditangani Polda Metro. Namun Firli telah membantah tuduhan ini.
Kini Polda Metro Jaya sudah menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan dalam kasus pemerasan terhadap SYL dengan pelaku pimpinan KPK meski belum menentukan sebagai tersangka dan ditengah kegaduhan yang ditimbulkan oleh dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan KPK muncul foto pertemuan antara Ketua KPK dengan SYL di Gor Badminton di Jakarta Barat





















