• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
February 13, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Panggung komedi tunggal Indonesia belakangan ini bukan sekadar tempat mencari tawa, melainkan sebuah ruang pengadilan moral yang jernih. Melalui pertunjukan bertajuk “Mens Rea”, Panji Pragiwaksono membedah niat jahat di balik kebijakan publik dengan pisau satire yang tajam. Namun, reaksi yang muncul dari lingkaran kekuasaan—seperti tudingan body shaming dari anggota DPR Irma Suryani hingga narasi merendahkan bahwa “cari duit jangan begitu amat”—menunjukkan fenomena yang mengkhawatirkan: demokrasi kita sedang dikelola oleh mereka yang berkulit setipis bawang.

Ungkapan ”If you can’t stand the heat, get out of the kitchen” sendiri bukanlah sekadar jargon tanpa makna. Istilah ini dipopulerkan oleh Presiden Amerika Serikat ke-33, Harry S. Truman, pada era 1940-an. Saat itu, para staf dan menterinya mulai mengeluh karena serangan bertubi-tubi dari oposisi dan pers. Truman yang lugas ingin menegaskan bahwa kekuasaan datang dengan konsekuensi rasa tidak nyaman. Baginya, kritik bukanlah gangguan, melainkan api yang pasti ada di dapur politik. Jika seorang pejabat merasa “terbakar” oleh opini publik, maka pilihannya hanya satu: mundur. Menjadi pemimpin terpilih berarti menyerahkan hak untuk tersinggung demi kepentingan publik yang lebih besar.

Prinsip ketangguhan mental ini bersifat universal dan telah disuarakan oleh banyak tokoh besar dunia. Barack Obama, misalnya, selalu menekankan bahwa dalam demokrasi, seorang pemimpin wajib memiliki “kulit yang tebal” agar tidak menggunakan kekuasaannya untuk membungkam orang-orang yang membuatnya merasa tidak nyaman. Winston Churchill bahkan lebih sinis lagi dengan mengatakan bahwa memiliki musuh dan pengkritik adalah bukti bahwa seseorang pernah memperjuangkan sesuatu dalam hidupnya. Di tanah air, kita memiliki sosok Gus Dur yang legendaris. Sebagai maestro “ketebalan telinga”, Gus Dur menghadapi segala fitnah dan demonstrasi dengan kelapangan dada yang luar biasa melalui kalimat ikonik: “Gitu aja kok repot?”

Kearifan lokal kita pun sebenarnya telah menyediakan tameng filosofis yang serupa. Peribahasa ”Kalau takut dilamar ombak, jangan berumah di tepi pantai” adalah padanan sempurna bagi peringatan Truman. Menjadi pejabat publik ibarat membangun rumah di garis pantai; ia harus siap diterjang ombak pendapat rakyat setiap saat. Sayangnya, para elit hari ini tampaknya lebih memilih memecahkan cermin daripada memperbaiki wajah kebijakannya. Apa yang terjadi pada Panji adalah potret mundurnya adab politik kita. Ketika substansi kritik dibalas dengan serangan personal, bahkan hingga membiarkan perundungan terhadap anaknya yang berkebutuhan khusus, itu adalah tanda bahwa argumen telah mati dan digantikan oleh intimidasi.

Pembiaran elit politik atas perundungan ini merupakan “persetujuan sunyi” yang berbahaya. Mereka seolah melegalkan penghancuran martabat pribadi sebagai jawaban atas ketersinggungan ego. Padahal, demokrasi mustahil ditegakkan jika para pengambil kebijakan hanya ingin mendengar puja-puji di ruangan yang sejuk. Esensi dari hak-hak yang tak dapat dicabut (inalienable rights) mencakup hak warga negara untuk menguji, mengkritik, bahkan menertawakan ketidakmampuan pemimpinnya.

Jika para politisi kita terus merasa gerah dan terbakar oleh satire, maka pesan Truman menjadi sangat relevan: segeralah keluar dari dapur kekuasaan. Biarkan ruang tersebut diisi oleh mereka yang bermental baja, yang paham bahwa kritik adalah api yang seharusnya mematangkan kebijakan, bukan alasan untuk bersikap kekanak-kanakan. Demokrasi tidak butuh pemimpin yang mudah terluka, ia butuh mereka yang berani berdiri di tengah panasnya dapur tanpa sekali pun merengek karena tersulut api kritik.===

CIMAHI, 13 FEBRUARI 2026

Penulis:
Berijasah asli dari Jurusan Studi Pembangunan FE-Unpad
Anggota Komite Eksekutif KAMI
Ketua Komite Kajian Ilmiah Forum Tanah Air

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fenomena Langka Abad Ini: Gerhana Matahari Terpanjang Akan Mengubah Siang Menjadi Malam

Next Post

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...