Jakarta Fusilatnews ‘ Anjloknya indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selasa (18/3/ 2025) kemarin menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy tak luput dari peran sejumlah pengusaha besar
Pengusaha yang dimaksud adalah mereka yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada 6 Maret 2025.
Budi menduga komitmen mereka untuk menjaga stabilitas IHSG belum sepenuhnya terealisasi.
“Saya tidak begitu yakin bahwa komitmen ini sudah direalisasikan,” kata Budi dalam siaran YouTube Kompas TV, Rabu (19/3/2025).
Menurut Budi, jika komitmen tersebut benar-benar dijalankan melalui buyback atau penyediaan dana untuk likuiditas, indeks seharusnya bisa lebih stabil.
Sebaliknya, tanpa realisasi konkret, IHSG tetap rentan mengalami tekanan.
Ia juga mengingatkan tren IHSG yang belum stabil masih berpotensi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Selain itu, aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar hampir Rp 2,5 triliun pada Selasa turut memberi tekanan pada IHSG.
“Aksi mereka keluar dari bursa ini tentunya memberikan tekanan buat indeks kita. Turunnya besar, naiknya sedikit, lalu turun lagi,” kata Budi.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan melemahnya kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia, terutama jika melihat prospek fiskal dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke depan.
IHSG Sempat Merosot 6 Persen
Pada perdagangan Selasa, IHSG ditutup anjlok 3,84 persen atau turun 248,55 poin ke level 6.223,38.
Bahkan, pada sesi pertama perdagangan, indeks sempat turun hingga 6 persen sebelum akhirnya mempersempit pelemahan di sesi kedua. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.011 hingga 6.465.
Bahkan, pada sesi pertama perdagangan, indeks sempat turun hingga 6 persen sebelum akhirnya mempersempit pelemahan di sesi kedua. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.011 hingga 6.465.
Sebanyak 554 saham melemah, 118 saham menguat, dan 139 saham stagnan.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih jumbo senilai Rp 2,49 triliun, terutama di saham perbankan kapitalisasi besar.
Pada Rabu pagi, IHSG kembali bergerak di zona merah. Pukul 09.02 WIB, indeks turun 1,08 persen ke posisi 6.155. Sebanyak 140 saham menguat, 193 saham melemah, dan 195 saham stagnan.
Nilai transaksi mencapai Rp 716,56 miliar dengan volume 610,63 juta saham.
Sebelumnya, Boy Thohir, Bos Adaro Energy sekaligus adik Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, sempat menyebut dirinya dan sejumlah pengusaha lain berhasil mendorong IHSG rebound pada awal Maret 2025 setelah sempat lesu pasca peluncuran Badan Pengelola Investasi Danantara pada 24 Februari 2025.


























