DIcabut nya tuntuntan soal ijazah palsu menjadi anti klimaks setelah Bambang Tri di masukan penjarah .
Hinggar binggar soal ijazah palsu ini menyeruak kemana-mana akibat tidak ada jawaban yang tepat dalam pembuktian nya .
Melebar kemana -mana menyeret siapa saja yang ingin membuktikan kebenaran maupun yang ingin membuktikan ketidak benaran ,salingadu data ,adu dukumen dan membuat kesaksian kesaksian yang semakin tidak terkendali perang pernyataan di dunia Maya seakan mau menang sendiri .
Begitu sulitkah membuktikan kebenaran Ijazah sosok presiden di negeri ini .
Sebuah pertanyaan apakah tidak ada lembaga negara yang mempunyai arsip dokumen presiden dan pejabat negara yang lain nya ,menteri penerangan itu siapa ya ?yang bisa menerangkan pertanyaan pada presiden kok tidak ada juru bicara kepresidenan yang memberikan penjelasan sehingga rakyat nya bisa menerima penjelasan dengan gamblang jelas tidak menjadi polemik yang tidak berkesudahan .
Terlalu banyak Energi terbuang bangsa ini menjadi bual bualan yang ngak perlu .
Apakah membuktikan keaslian Ijazah itu begitu rumit ?perlu menghimpun guru guru masa lalu ,apa cukup membawah ijazah itu pada sekolah pada waktu kita sekolah dulu ,atau perwakilan kementrian Pendidikan di daerah ?
Memang ke jujuran itu sangat penting bagi kita semua oleh sebab itu Ijazah tidak hanya soal asli atau palsu tetapi lebih jauh adalah soal moral Hazard ,persoalan ini tidak sederhana ketika melibatkan UGM jantung nya kejujuran dalam mengembangkan dan mencetak manusia yang berpendidikan tinggi maka UGM berhadapan dengan kejujuran , beradaban dengan moral hazard ,sangat berat tentu menegakan kebenaran tidak bisa ha rus merubah data ,atau menganti tanda tangan ,sebab banyak yang mempunya ijazah diangkatan itu tentu akan muncul alumni alumni angkatan tersebut.
Bagi yang perna kuliah pasti kita punya teman seangkatan dengan ngobrol ,cangkruk ,
tugas bareng ,atau kalau aktivis bisa jadi teman demo .
Moral Hazard di pertaruhkan ,bukan hanya pada yang dituduh Ijazah nya palsu tetapi lembaga sekelas UGM harus menjadi penjernih maka pertaruhan nya hilang kepercayaan masyarakat.
Bangsa ini rupanya sudah kehilangan moral hazard sejak Pancasila di amandemen tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara menghilangkan rasa malu ,berbohong ,
Berdusta ,menjadi hal yang lumrah ,maka hal demikian tercermin pada para pejabat yang gemar korupsi ,menyengsarakan rakyat nya ,yang paling menyedihkan bansos untuk rakyat kecil pun dikorupsi ,Hal seperti ini jelas ber tentangan dengan kemanusiaan yang adil dan beradab ,nilai nilai Ke Tuhanan .dan jelas moral agama
Prihandoyo Kuswanto
Kereta Gumarang Surabaya Jakarta























