• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Ijazah-Nya Tak Boleh Difoto

Ali Syarief by Ali Syarief
April 20, 2025
in Crime, Feature
0
Ijazah-Nya Tak Boleh Difoto
Share on FacebookShare on Twitter

“Di negeri ini, yang tabu bukanlah kebohongan, melainkan upaya menguak kebenaran.” — Goenawan Mohamad

Di era ketika segalanya bisa difoto, dibagikan, dan ditelanjangi oleh kamera ponsel dengan resolusi tinggi, hanya satu benda yang tetap tak tersentuh lensa: ijazah sarjana Universitas Gadjah Mada milik Presiden Joko Widodo.

Bendera merah putih boleh dibidik dari segala arah, istana negara pun terbuka untuk sesi pemotretan dengan drone. Mobil dinas presiden, makanan favoritnya, bahkan kursi kayu tempat ia duduk menonton wayang — semua bisa menjadi objek dokumentasi. Tapi tidak dengan ijazah itu. Ia seperti reliquia, benda suci yang hanya boleh disentuh dengan mata batin kepercayaan.

Menurut seorang sahabat yang lama bergiat di dunia akademik, ada hal ganjil dalam larangan tersebut. “Justru yang tidak boleh difoto itu, persis seperti yang sudah beredar di media sosial. Padahal, itulah yang diduga palsu itu,” katanya sembari mengernyitkan dahi. Kalimat itu bagai pintu menuju spekulasi tanpa akhir: jika itu dokumen asli, mengapa takut difoto? Jika itu palsu, kenapa ia masih dipertahankan sebagai satu-satunya versi yang boleh diketahui publik?

Polemik ini bukan baru kemarin. Gugatan demi gugatan diajukan ke pengadilan. Tapi semua berakhir dengan satu kesimpulan: tidak ada yang bisa membuktikan bahwa ijazah itu palsu. Bukan karena bukti tak cukup, tapi karena yang asli pun tak bisa diakses, bahkan oleh hukum. Negara lebih cepat memperkarakan pengunggah berita bohong daripada membuka lemari arsip ijazah seorang kepala negara.

Masalah ini memang terlihat sepele, apalagi di tengah krisis besar seperti harga beras yang terus merangkak naik atau utang negara yang menembus langit. Tapi sesungguhnya, inilah akar dari segalanya: ketulusan dan kejujuran di awal perjalanan kekuasaan. Ketika seorang pemimpin memulai kariernya dengan bayang-bayang dokumen yang dirahasiakan, jangan heran jika pemerintahan yang lahir darinya dibangun dengan fondasi manipulasi.

UGM sebagai institusi pun tak lebih dari patung bisu. Mereka pernah mengadakan konferensi pers, menyatakan ijazah itu asli, tapi tetap tak membiarkan publik melihat langsung benda yang disebut-sebut itu. Seolah-olah keaslian adalah sesuatu yang cukup ditegaskan lewat kata-kata — bukan bukti fisik. Di negara yang dulu dikenal dengan “revolusi mental”, kenyataan ini adalah cermin retak dari mentalitas lama: kebenaran cukup ditegaskan oleh kekuasaan, bukan diperiksa oleh publik.

Di media sosial, gambar ijazah Jokowi beredar seperti selebaran pasar malam. Ada yang tulisannya miring, ada yang tanda tangannya aneh, bahkan ada yang nomor registrasinya tak sesuai dengan format umum. Tapi satu pun tak bisa dipastikan asli atau palsu, karena yang resmi pun tak diberi kesempatan untuk dibandingkan.

Apakah ini berarti publik tak berhak tahu? Apakah seorang presiden tak lagi wajib membuktikan bahwa ia benar-benar kuliah, dan bukan hanya tinggal di Jogja sambil ngopi di sekitar Boulevard?

Pertanyaan ini mungkin akan terdengar sinis bagi mereka yang sudah kenyang dengan retorika stabilitas. Tapi bagi sebagian rakyat yang masih percaya pada asas keterbukaan dan akuntabilitas, hal kecil seperti kejelasan ijazah adalah simbol dari kejujuran besar yang seharusnya menyertai seorang pemimpin bangsa.

Di sinilah absurditas itu tinggal: satu-satunya dokumen yang tak boleh difoto adalah satu-satunya dokumen yang justru paling banyak dipersoalkan.

Dan kita, seperti biasa, diajak percaya tanpa melihat. Seperti rakyat dalam dongeng The Emperor’s New Clothes, yang hanya bisa berbisik, “Raja kita telanjang…”—tapi takut mengatakan itu lantang, karena kamera dilarang mengabadikannya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ASAS HUKUM PEMBUKTIAN AFIRMATIF & NEGATIF: Polemik Ijazah Eks Presiden Joko Widodo

Next Post

Ma’ruf Amin Ingatkan Prabowo dan Kabinet Merah Putih: Negara Tidak Baik-baik Saja, Harus Bersatu dan Bekerja Keras

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama
Feature

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah
Feature

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

December 9, 2025
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung
Feature

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

December 9, 2025
Next Post
Sentil Menteri Sibuk Nyapres, Ma’ruf Amin : Fokus ke Pekerjaan

Ma’ruf Amin Ingatkan Prabowo dan Kabinet Merah Putih: Negara Tidak Baik-baik Saja, Harus Bersatu dan Bekerja Keras

MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL

PANEN RAYA, UJIAN NYATA JANJI SWASEMBADA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Hilangnya Asketisme Elite NU
Feature

Hilangnya Asketisme Elite NU

by fusilat
December 9, 2025
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Asketisme, gaya hidup yang pantang terhadap kenikmatan duniawi demi mencapai...

Read more
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Sumatera, Ini Kata LBH Keadilan

December 8, 2025
KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

December 8, 2025
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

18
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

December 9, 2025
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

December 9, 2025
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

“Budaya Mundur yang Mati: Ketika Jabatan Lebih Berharga dari Kehormatan”

December 9, 2025
LEGALISASI KEJAHATAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN PEMUTIHAN: SEBUAH IRONI

LEGALISASI KEJAHATAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN PEMUTIHAN: SEBUAH IRONI

December 9, 2025

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...