• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Impor Bebas, Rakyat Tak Bebas – Karpet Merah untuk Asing, Kuburan untuk Lokal

Ali Syarief by Ali Syarief
April 9, 2025
in Economy, Feature
0
APSBFI : Impor Tekstil Ilegal Dilakukan Tanpa Hambatan Dari Bea Cukai
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews -Presiden Prabowo Subianto tampaknya ingin mencetak sejarah. Ia memberi sinyal untuk membuka pintu impor selebar-lebarnya—tanpa kuota, tanpa seleksi, tanpa rem. Semua boleh impor apa saja, asal sanggup dan mau. “Silakan, bebas,” katanya lugas di hadapan pelaku usaha dalam Sarasehan Ekonomi, Selasa, 18 April 2025.

Kata-katanya terdengar heroik. Ia ingin mengakhiri praktik rente yang selama ini menjadi borok dalam kebijakan kuota impor. Tak lagi ada perusahaan berinisial ABC yang tiba-tiba saja dapat mandat sakti dari kementerian untuk mendatangkan daging atau beras dari luar negeri. Tak perlu juga pengusaha berputar-putar menembus birokrasi yang kaku dan sering kali penuh jebakan koruptif.

Masalahnya, membuang kuota impor sama sekali justru bisa membuka lubang yang lebih besar: liberalisasi yang tak terkendali. Dan dalam sejarah perdagangan kita, “bebas” hampir selalu berarti hanya sebagian yang diuntungkan. Para pemain besar yang punya modal, akses, dan koneksi akan berlari kencang, sementara petani kecil, peternak lokal, dan industri dalam negeri ditinggalkan di pinggir jalan.

Pasar Bebas, Petani Mati

Presiden boleh berdalih bahwa kebijakan ini untuk menyegarkan dunia usaha. Tapi siapa sesungguhnya “dunia usaha” yang dimaksud? Dalam kenyataan, hanya segelintir importir yang akan sanggup bersaing dengan harga-harga barang dari luar negeri. Akibatnya, daging sapi lokal bisa tersungkur, beras petani ditawar murah, dan garam produksi rakyat kembali tak laku.

Selama ini, kuota—meski cacat dan sering dikorupsi—adalah satu-satunya pagar yang menjaga agar barang-barang asing tak membanjiri pasar seenaknya. Ketika pagar itu dirobohkan tanpa ganti sistem pengawasan yang baru, kita hanya menukar satu jenis kekacauan dengan jenis kekacauan yang lain.

Celakanya, liberalisasi ini justru digelar atas nama hajat hidup orang banyak. Padahal, komoditas strategis seperti pangan dan energi bukan semata soal dagang, melainkan soal kedaulatan. Jika semua diserahkan pada mekanisme pasar, negara tinggal menonton dari pinggir lapangan sambil berdoa harga tidak melonjak.

Negara Sebagai Wasit, Bukan Penonton

Ironi dari pidato Prabowo adalah: ia memulai dengan niat memotong kekuasaan birokrasi yang kotor, tapi berakhir dengan melemparkan tanggung jawab negara ke tangan pasar. Bukannya memperbaiki tata kelola kuota agar lebih transparan dan akuntabel, ia justru mencabutnya habis-habisan. Bukannya membenahi lembaga penentu kebijakan impor, ia memilih menyerahkan semuanya ke prinsip: siapa cepat dia dapat.

Presiden memang benar bahwa pengusaha berperan besar dalam menyerap tenaga kerja dan membayar pajak. Tapi pengusaha yang sehat membutuhkan negara yang adil. Jika semua boleh impor, lalu siapa yang menjamin bahwa harga akan stabil? Siapa yang akan mengatur keseimbangan antara produk lokal dan produk asing?

Menghapus kuota tanpa desain ulang sistem impor sama saja dengan membuka jalan tol tanpa marka, lampu lalu lintas, dan rambu. Cepat, memang. Tapi juga rawan kecelakaan.

Penutup

Pidato Prabowo yang memukau pelaku usaha itu seharusnya membuat rakyat kecil waspada. Jangan sampai atas nama kemudahan, negara justru melucuti tanggung jawabnya untuk menjaga keadilan. Tanpa pagar, hutan bisa jadi pasar. Dan ketika pasar dikuasai mereka yang kuat, hanya satu nasib yang menanti yang lemah: digilas.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa yang Dibisikkan Prabowo dan Megawati di Teuku Umar? Ini Kata Dasco

Next Post

Hasil Pertemuan Presiden Dengan Enam Pemred Media Nasional

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Hasil Pertemuan Presiden Dengan Enam Pemred Media Nasional

Hasil Pertemuan Presiden Dengan Enam Pemred Media Nasional

Jelang Perundingan Tak Langsung Iran- AS, Israel Tabuh Genderang Perang Melawan Iran

Jelang Perundingan Tak Langsung Iran- AS, Israel Tabuh Genderang Perang Melawan Iran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist