Oleh : Susilawati Saras | Pemerhati Politik dan Pertahanan Negara.
FusilatNews- Setiap individu adalah pemimpin minimal untuk dirinya sendiri, karena kepemimpinan adalah urusan setiap orang maka setiap orang dimintakan pertanggungjawabannya yang berarti pemimpin yang lebih rendah harus menyampaikan tanggung jawabnya kepada pemimpin yang lebih tinggi. Pemimpin adalah orang yang memimpin sebagai ketua atau kepala yang ditunjuk maupun dipilih. Filsafat ilmu kepemimpinan dapat dipelajari, dihayati dan diamalkan, dengan menjelaskan ontologi, aksiologi, epistemologi kepemimpinan. Ontologi berkenaan dengan defenisi, pengertian dan ruang lingkup kepemimpinan. Aksiologi berkenaan dengan tujuan dan manfaat serta nilai-nilai. Epistemologi berkenaan dengan cara melaksanakan kepemimpinan. Tugas utama seorang pemimpin menginspirasi para pengikut untuk patuh dan setia kepada dirinya dengan menggunakan tehnik kepemimpinan atau cara memimpin (epistemologi) antara lain dengan memfokuskan diri pada visi, misi, tujuan, sasaran (VMTS) organisasi, membantu pengikut memahami dan cara mencapai VTMS melalui penjelasan dan sosialisasi dengan rapat dan berbagai kesempatan, melakukan komunikasi efektif, memberdayakan pengikut sesuai keahlian dan melatih serta membimbing pengikut agar tidak ketinggalan ipteks (Goetsch dan Davis, 2015). Seseorang berambisi untuk menjadi pemimpin karena ingin dihargai (Maslow), ingin bertanggung jawab dan kemajuan (Herzberg) ingin pertumbuhan (Alderfer) atau ingin berkuasa (McClelland). Kepemimpinan dalam arti luas sebagai proses sosial yang mempengaruhi perilaku individual atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari keberagaman suku, budaya, etnis, agama, suku bangsa dibutuhkan model kepemimpinan yang dapat mempersatukan keberagaman tersebut. Kepemimpinan yang dimaksud tentu memiliki ciri kuat sebagai pemimpin tauladan dan panutan bagi masyarakat bangsanya. Selain berintegritas (jujur, terbuka, setia, konsisten, kompeten, empati, simpati, bertanggung jawab, pendengar yang baik, dipercaya) juga bijaksana yang berarti dalam pikir, pandangan dan keputusannya selalu berorientasi pada semangat kebaikan atau cinta kebijakan (the love of wisdom). Dalam menjalankan kepemimpinannya selalu mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi dan kelompoknya dan hanya pemimpin yang telah usai dengan dirinya sendiri yang dapat menjalankan model kepeminpinan ini. Belajar dari perjalanan panjang politik demokrasi nasional yang dijalankan bangsa Indonesia selama dua puluh tahun ini, sejatinya sudah sampai pada titik nilai demokrasi yang lebih sehat. Sudah menghabiskan effort yang luar biasa besar namun belum terlalu dirasakan keberhasilan pembangunan nasional saat ini akibat terus terjadi pertikaian antar anak bangsa karena berbeda pandang politik sehingga tujuan nasional lambat terwujud.
Saatnya bangsa Indonesia menghadirkan kepemimpinan nasional berkarakter filosofi agar kehidupan lebih tenang karena dipercaya. Kepemimpinan adalah hubungan berdasarkan kepercayaan, seseorang dipilih menjadi pemimpin karena kepercayaan yang diberikan oleh pengikutnya karena memiliki kelebihan tertentu dari lainnya seperti pandai bergaul, amanah, percaya diri, berwibawa, cerdas, emosi yang stabil, kaya, sehat dan juga kuat. Selain itu agar kualitas kehidupan bangsa Indonesia menjadi jauh lebih baik, harus sudah naik kelas dengan cara membuat syarat bagi pemimpin nasional yang akan mencalonkan diri sebagai presiden Republik Indonesia pada pemilihan presiden (Pilpres) di kompetisi demokrasi tahun 2024 mendatang untuk digodok terlebih dahulu pada Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) agar dapat membentuk pola dan konsep berpikir yang seragam dalam menjalankan proses penyelenggaraan negara dan mampu menghadapi serta menyelesaikan persoalan-persoalan nasional yang muncul secara cepat dan tepat hingga tuntas tanpa menimbulkan masalah baru. Dengan persiapan yang lebih matang maka kualitas demokrasi nasional dapat menghasilkan kepemimpinan yang diharapkan. Ruang demokrasi lebih terkendali dan terfokus pada hal-hal substansial seperti kebutuhan kesehatan, pendidikan, keamanan/keselamatan. Masyarakat Indonesia yang plural adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima, yang berarti harus berpegang pada aturan yang berlaku juga menegaskan bahwa setiap warga negara punya hak yang sama dalam ruang demokrasi untuk menyampaikan pendapatnya secara bertanggung jawab namun tetap dapat saling menghormati perbedaan. Kondisi demikian akan memudahkan dalam mengamati dan mengikuti dinamika politik nasional yang berorientasi pada tujuan nasional secara tertib dan efektif. Kualitas demokrasi nasional harus terus ditingkatkan sebagai bentuk tanggung jawab bahwa setiap individu adalah pemimpin.
Kepemimpinan berkarakter filosofi sebagai perekat yang dapat mempersatukan keberagaman sosial yang menjadi pondasi dasar terciptanya negara Indonesia. Pemimpin memiliki visi ideal untuk diwujudkan, karena terpenting adalah tindakan nyata dalam menjalankan kepemimpinannya. Konsistensi antar kata-kata dan tindakan merupakan sarana untuk menilai kejujuran pemimpin. Kepemimpinan berbasis tindakan menyelaraskan antara menyelesaikan tugas, mengembangkan dan memberdayakan team dan meningkatkan kompetensi dan komitmen individu. Tindakan merupakan hasil kerja nyata pemimpin, dapat dilihat hasil dan bukti fisiknya serta dapat diukur dan diamati yang dijadikan penilaian prestasi kerja. Sebagai tolak ukur kinerja pemimpin yang dijalankan dengan sungguh-sungguh serta kehati-hatian yang sangat tinggi karena berdampak pada sektor-sektor kehidupan lainnya. Kepemimpinan yang berkepribadian ditandai dengan ciri disiplin tinggi apakah berasal dari latar belakang militer, akademisi maupun politisi. Dengan latar belakang militer maka kepemimpinan dapat difokuskan pada stabilitas negara yang berarti seluruh sektor kehidupan berjalan aman dan stabil agar circle kehidupan nasional terus baik berdampak terciptanya kedamaian hidup. Latar belakang akademisi, yang berarti kepemimpinan yang berorientasi pada intelektualitas dengan mengukur berbagai faktor dalam pengambilan keputusan untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
Latar belakang politisi, kepemimpinan yang tahu dan paham menjalankan kerja-kerja politik nasional, dengan kesadaran tinggi mengetahui geo politik nasional dan internasional maka lebih mudah membaca lingkungan strategis nasional secara tepat. Dengan demikian kepemimpinan yang komprehensif dan integral (filosofi) mampu mengendalikan dinamika yang berkembang serta mampu meminimalisir masalah.
Ada model pemimpin yang saat diangkat menjadi pemimpin menganggap mendapat berkah tetapi juga ada pemimpin yang menganggapnya sebagai masalah, bagi yang mendapat berkah akan merasa senang serta melakukan syukuran bersama keluarga dan pendukungnya, namun bagi yang menganggapnya sebagai musibah tentu dengan merefleksikan diri dan bertanya pada nuraninya. Apakah mampu mengemban amanah berat ini? Apakah mampu untuk tidak melanggar sumpah? Mampukah mengembangkan organisasi serta menghadapi cobaan? Mampukah untuk adil dan jujur? Apakah mampu mencapai visi dan menepati janji? Apakah mampu mensejahterahkan dan mempersatukan mereka? Apakah mampu bertahan terhadap tekanan dari berbagai pihak? Mampukah mengatasi orang yang sulit? Pemimpin yang reflektif akan lebih kuat dalam pengendalian diri selama menjalankan proses kepemimpinannya dan berhasil. Apakah ada saat ini individu anak bangsa yang berkarakter demikian? Tentu ada walau tidak banyak, hanya belum muncul ke permukaan karena ruang demokrasi identik dengan popularitas yang berasal dari hal-hal unik dan tidak substansial tapi viral menjadikan hal penting terkubur. Selama Bad news is good news lebih menarik perhatian publik ketimbang good news is good news maka akan sulit menghadirkan pribadi berintegritas muncul ke publik ditambah syarat Presidential Threshold (PT) 20% tentu semakin menyulitkan karena ruang-ruang dikuasai dan dikendalikan oleh kelompok oligarki
Bangsa Indonesia adalah bangsa besar, bangsa besar adalah bangsa yang sangat menyukai ilmu pengetahuan, dengan ilmu pengetahuan akan menyempurnakan akhlak dan adab agar dalam menjalankan rutinitas yang selalu didasari oleh kebenaran dan kejujuran. Hal ini otomatis mempengaruhi hasil kerja yang memiliki nilai kemanfaatan tinggi baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan yang lebih luas menghadirkan kehidupan rahmatan lil alamin, kebaikan untuk semua.
Jakarta, 12 September 2022

























Semoga presiden Republik indonesia periode tahun 2024/2029 Terpilih indonesia maju menjadi lebih baik.rukun damai mensejahterahkan seluruh rakyat indonesia berkeadilan mempertahankan seluruh wilayah Republik indonesia sumber daya alam adat seni budaya jujur amanah.sehat jasmani rohani taat konstitusi pertumbuhan ekonomi meningkat
Negara indonesia adalah anugerah terindah bg bangsa Indonesia sejatinya dijaga dg baik ol seluruh rakyat yg jg sbg pemimpin 😊