• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Indonesia Butuh Pemimpin Berkarakter Filosofi untuk Mempersatukan Keberagaman

fusilat by fusilat
September 12, 2022
in Feature
2
DK Anggota DPR RI Diduga Melakukan Pelecehan Sexual

Gedung MPR/DPR RI - Antara

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Susilawati Saras | Pemerhati Politik dan Pertahanan Negara.

FusilatNews- Setiap individu adalah pemimpin minimal untuk dirinya sendiri, karena kepemimpinan adalah urusan setiap orang maka setiap orang dimintakan pertanggungjawabannya yang berarti pemimpin yang lebih rendah harus menyampaikan tanggung jawabnya kepada pemimpin yang lebih tinggi. Pemimpin adalah orang yang memimpin sebagai ketua atau kepala yang ditunjuk maupun dipilih. Filsafat ilmu kepemimpinan dapat dipelajari, dihayati dan diamalkan, dengan menjelaskan ontologi, aksiologi, epistemologi kepemimpinan. Ontologi berkenaan dengan defenisi, pengertian dan ruang lingkup kepemimpinan. Aksiologi berkenaan dengan tujuan dan manfaat serta nilai-nilai. Epistemologi berkenaan dengan cara melaksanakan kepemimpinan. Tugas utama seorang pemimpin menginspirasi para pengikut untuk patuh dan setia kepada dirinya dengan menggunakan tehnik kepemimpinan atau cara memimpin (epistemologi) antara lain dengan memfokuskan diri pada visi, misi, tujuan, sasaran (VMTS) organisasi, membantu pengikut memahami dan cara mencapai VTMS melalui penjelasan dan sosialisasi dengan rapat dan berbagai kesempatan, melakukan komunikasi efektif, memberdayakan pengikut sesuai keahlian dan melatih serta membimbing pengikut agar tidak ketinggalan ipteks (Goetsch dan Davis, 2015). Seseorang berambisi untuk menjadi pemimpin karena ingin dihargai (Maslow), ingin bertanggung jawab dan kemajuan (Herzberg) ingin pertumbuhan (Alderfer) atau ingin berkuasa (McClelland). Kepemimpinan dalam arti luas sebagai proses sosial yang mempengaruhi perilaku individual atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.  

Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari keberagaman suku, budaya, etnis, agama, suku bangsa dibutuhkan model kepemimpinan yang dapat mempersatukan keberagaman tersebut. Kepemimpinan yang dimaksud tentu memiliki ciri kuat sebagai pemimpin tauladan dan panutan bagi masyarakat bangsanya. Selain berintegritas (jujur, terbuka, setia, konsisten, kompeten, empati, simpati, bertanggung jawab, pendengar yang baik, dipercaya) juga bijaksana yang berarti dalam pikir, pandangan dan keputusannya selalu berorientasi pada semangat kebaikan atau cinta kebijakan (the love of wisdom). Dalam menjalankan kepemimpinannya selalu mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi dan kelompoknya dan hanya pemimpin yang telah usai dengan dirinya sendiri yang dapat menjalankan model kepeminpinan ini. Belajar dari perjalanan panjang politik demokrasi nasional yang dijalankan bangsa Indonesia selama dua puluh tahun ini, sejatinya sudah sampai pada titik nilai demokrasi yang lebih sehat. Sudah menghabiskan effort yang luar biasa besar namun belum terlalu dirasakan keberhasilan pembangunan nasional saat ini akibat terus terjadi pertikaian antar anak bangsa karena berbeda pandang politik sehingga tujuan nasional lambat terwujud.

Saatnya bangsa Indonesia menghadirkan kepemimpinan nasional berkarakter filosofi agar kehidupan lebih tenang karena dipercaya. Kepemimpinan adalah hubungan berdasarkan kepercayaan, seseorang dipilih menjadi pemimpin karena kepercayaan yang diberikan oleh pengikutnya karena memiliki kelebihan tertentu dari lainnya seperti pandai bergaul, amanah, percaya diri,  berwibawa, cerdas, emosi yang stabil, kaya, sehat dan juga kuat. Selain itu agar kualitas kehidupan bangsa Indonesia menjadi jauh lebih baik, harus sudah naik kelas dengan cara membuat syarat bagi pemimpin nasional yang akan mencalonkan diri sebagai presiden Republik Indonesia pada pemilihan presiden (Pilpres) di kompetisi demokrasi tahun 2024 mendatang untuk digodok terlebih dahulu pada Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) agar dapat membentuk pola dan konsep berpikir yang seragam dalam menjalankan proses penyelenggaraan negara dan mampu menghadapi serta menyelesaikan persoalan-persoalan nasional yang muncul secara cepat dan tepat hingga tuntas tanpa menimbulkan masalah baru. Dengan persiapan yang lebih matang maka kualitas demokrasi nasional dapat menghasilkan kepemimpinan yang diharapkan. Ruang demokrasi lebih terkendali dan terfokus pada hal-hal substansial seperti kebutuhan kesehatan, pendidikan, keamanan/keselamatan. Masyarakat Indonesia yang plural adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima, yang berarti harus berpegang pada aturan yang berlaku juga menegaskan bahwa setiap warga negara punya hak yang sama dalam ruang demokrasi untuk menyampaikan pendapatnya secara bertanggung jawab namun tetap dapat saling menghormati perbedaan. Kondisi demikian akan memudahkan dalam mengamati dan mengikuti dinamika politik nasional yang berorientasi pada tujuan nasional secara tertib dan efektif. Kualitas demokrasi nasional harus terus ditingkatkan sebagai bentuk tanggung jawab bahwa setiap individu adalah pemimpin.

Kepemimpinan berkarakter filosofi sebagai perekat yang dapat mempersatukan keberagaman sosial yang menjadi pondasi dasar terciptanya negara Indonesia. Pemimpin memiliki visi ideal untuk diwujudkan, karena terpenting adalah tindakan nyata dalam menjalankan kepemimpinannya. Konsistensi antar kata-kata dan tindakan merupakan sarana untuk menilai kejujuran pemimpin. Kepemimpinan berbasis tindakan menyelaraskan antara menyelesaikan tugas, mengembangkan dan memberdayakan team dan meningkatkan kompetensi dan komitmen individu. Tindakan merupakan hasil kerja nyata pemimpin, dapat dilihat hasil dan bukti fisiknya serta dapat diukur dan diamati yang dijadikan penilaian prestasi kerja. Sebagai tolak ukur kinerja pemimpin yang dijalankan dengan sungguh-sungguh serta kehati-hatian yang sangat tinggi karena berdampak pada sektor-sektor kehidupan lainnya. Kepemimpinan yang berkepribadian ditandai dengan ciri disiplin tinggi apakah berasal dari latar belakang militer, akademisi maupun politisi. Dengan latar belakang militer maka kepemimpinan dapat difokuskan pada stabilitas negara yang berarti seluruh sektor kehidupan berjalan aman dan stabil agar circle kehidupan nasional terus baik berdampak terciptanya kedamaian hidup. Latar belakang akademisi, yang berarti kepemimpinan yang berorientasi pada intelektualitas dengan mengukur berbagai faktor dalam pengambilan keputusan untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Latar belakang politisi, kepemimpinan yang tahu dan paham menjalankan kerja-kerja politik nasional, dengan kesadaran tinggi mengetahui geo politik nasional dan internasional maka lebih mudah membaca lingkungan strategis nasional secara tepat. Dengan demikian kepemimpinan yang komprehensif dan integral (filosofi) mampu mengendalikan dinamika yang berkembang serta mampu meminimalisir masalah.

Ada model pemimpin yang saat diangkat menjadi pemimpin menganggap mendapat berkah tetapi juga ada pemimpin yang menganggapnya sebagai masalah, bagi yang mendapat berkah akan merasa senang serta melakukan syukuran bersama keluarga dan pendukungnya, namun bagi yang menganggapnya sebagai musibah tentu dengan merefleksikan diri dan bertanya pada nuraninya. Apakah mampu mengemban amanah berat ini? Apakah mampu untuk tidak melanggar sumpah? Mampukah mengembangkan organisasi serta menghadapi cobaan? Mampukah untuk adil dan jujur? Apakah mampu mencapai visi dan menepati janji? Apakah mampu mensejahterahkan dan mempersatukan mereka? Apakah mampu bertahan terhadap tekanan dari berbagai pihak? Mampukah mengatasi orang yang sulit? Pemimpin yang reflektif akan lebih kuat dalam pengendalian diri selama menjalankan proses kepemimpinannya dan berhasil. Apakah ada saat ini individu anak bangsa yang berkarakter demikian? Tentu ada walau tidak banyak, hanya belum muncul ke permukaan karena ruang demokrasi identik dengan popularitas yang berasal dari hal-hal unik dan tidak substansial tapi viral menjadikan hal penting terkubur. Selama Bad news is good news lebih menarik perhatian publik ketimbang good news is good news maka akan sulit menghadirkan pribadi berintegritas muncul ke publik ditambah syarat Presidential Threshold (PT) 20% tentu semakin menyulitkan karena ruang-ruang dikuasai dan dikendalikan oleh kelompok oligarki

Bangsa Indonesia adalah bangsa besar,  bangsa besar adalah bangsa yang sangat menyukai ilmu pengetahuan, dengan ilmu pengetahuan akan menyempurnakan akhlak dan adab agar dalam menjalankan rutinitas yang selalu didasari oleh kebenaran dan kejujuran. Hal ini otomatis mempengaruhi hasil kerja yang memiliki nilai kemanfaatan tinggi baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan yang lebih luas menghadirkan kehidupan rahmatan lil alamin, kebaikan untuk semua.

Jakarta, 12 September 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Peti mati Ratu Elizabeth II tiba di Edinburgh dalam perjalanan terakhir

Next Post

Apa Penyebab perjanjian nuklir Iran-AS Terhenti?

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Apa Penyebab perjanjian nuklir Iran-AS Terhenti?

Apa Penyebab perjanjian nuklir Iran-AS Terhenti?

Iran : Eropa Adopsi Sikap ‘Salah’ Disaat ‘tidak Tepat’ Dalam Pembicaraan Wina

Iran : Eropa Adopsi Sikap 'Salah' Disaat 'tidak Tepat' Dalam Pembicaraan Wina

Comments 2

  1. Mulkan Hermansyah .pemimpin Redaksi majalah Gebrakkspostindonesia.com says:
    4 years ago

    Semoga presiden Republik indonesia periode tahun 2024/2029 Terpilih indonesia maju menjadi lebih baik.rukun damai mensejahterahkan seluruh rakyat indonesia berkeadilan mempertahankan seluruh wilayah Republik indonesia sumber daya alam adat seni budaya jujur amanah.sehat jasmani rohani taat konstitusi pertumbuhan ekonomi meningkat

    Reply
    • Sisi says:
      4 years ago

      Negara indonesia adalah anugerah terindah bg bangsa Indonesia sejatinya dijaga dg baik ol seluruh rakyat yg jg sbg pemimpin 😊

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist