• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Investasi Politik: Siasah NasDem di Luar Kabinet Prabowo-Gibran, Strategi Jangka Panjang Menuju Pemilu 2029

Wallahu A'lam Bisawabi

Ali Syarief by Ali Syarief
October 14, 2024
in Feature, Politik
0
Anies Sikapi Pertemuan Surya Palo dan Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Keputusan Partai NasDem untuk tidak mengambil bagian dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka merupakan langkah strategis yang penuh perhitungan. Alih-alih fokus pada kekuasaan di dalam kabinet, NasDem lebih memilih untuk mengambil posisi di luar pemerintahan. Sekretaris Jenderal NasDem, Hermawi Taslim, menegaskan bahwa partai ini akan berkontribusi dengan cara lain, yang menurutnya lebih berarti daripada sekadar menempatkan kader di kursi menteri.

Dalam percaturan politik, keputusan ini dapat dibaca sebagai bentuk political investment atau investasi politik jangka panjang yang dipersiapkan untuk Pemilu 2029. NasDem tampaknya ingin menjaga jarak dari pemerintahan saat ini agar memiliki ruang gerak lebih luas dalam membangun kekuatan politik secara mandiri. Strategic autonomy atau otonomi strategis semacam ini sering kali dipilih oleh partai yang memandang bahwa posisinya di luar pemerintahan dapat menawarkan keuntungan politik yang lebih besar di masa depan.

Mengapa Tidak Masuk Kabinet?

Hermawi Taslim menyatakan bahwa ada banyak pertimbangan yang mendasari keputusan NasDem untuk tidak mengusulkan kadernya dalam kabinet Prabowo-Gibran. Dalam dunia politik, sebuah partai tidak selalu harus berada dalam struktur eksekutif untuk memiliki pengaruh yang signifikan. Justru dengan tidak masuk kabinet, NasDem bisa lebih leluasa untuk mengkritisi kebijakan pemerintah dan memperkuat basis politiknya di kalangan oposisi, tanpa terikat oleh kewajiban koalisi pemerintahan yang sering kali membatasi ruang kritik.

Meski demikian, NasDem tetap menekankan bahwa mereka akan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, meskipun tanpa keterlibatan langsung dalam kabinet. Sikap ini menggambarkan upaya NasDem untuk menjaga keseimbangan antara mendukung pemerintahan demi stabilitas nasional dan menjaga independensinya sebagai partai politik. Dalam bahasa politik, ini bisa disebut sebagai constructive opposition, di mana sebuah partai meskipun berada di luar pemerintahan tetap memberikan kontribusi dengan cara yang konstruktif.

NasDem dan Kontribusi Non-Kabinet

Tidak adanya kader NasDem dalam kabinet mungkin saja dipandang sebagai sinyal bahwa partai ini sedang mempersiapkan dirinya untuk menjadi kingmaker di Pemilu 2029. Dengan tidak terlibat langsung dalam pemerintahan, NasDem bisa membangun narasi baru yang lebih independen dan bisa menarik simpati pemilih yang tidak puas dengan jalannya pemerintahan. Ini adalah strategi positioning yang sering digunakan oleh partai-partai yang ingin tetap relevan dan memiliki daya tawar politik yang kuat tanpa harus berkompromi dengan kebijakan pemerintah yang mungkin tidak sejalan dengan visi partai.

Keputusan ini juga menunjukkan bahwa NasDem tidak ingin terjebak dalam konflik internal koalisi yang mungkin terjadi di pemerintahan. Dalam sistem coalition government, sering kali terjadi perpecahan kepentingan antara partai-partai yang tergabung di dalamnya, terutama dalam hal pembagian kekuasaan dan kebijakan. Dengan menjaga jarak, NasDem bisa menghindari jebakan semacam itu, dan fokus pada penguatan internal partai serta mempersiapkan strategi jangka panjang.

Perspektif Jangka Panjang Menuju Pemilu 2029

NasDem tampaknya menyadari bahwa kekuasaan politik tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk jabatan menteri. Dengan tidak terlibat langsung dalam kabinet, NasDem membuka peluang untuk menjadi kekuatan politik yang lebih independen di masa mendatang. Hal ini bisa menjadi modal penting dalam menghadapi Pemilu 2029. NasDem bisa menawarkan alternatif politik yang berbeda, dengan memosisikan dirinya sebagai partai yang lebih murni dalam menjalankan visi dan misinya tanpa terikat oleh kepentingan koalisi pemerintah.

Selain itu, langkah ini juga bisa dipahami sebagai strategi untuk menghindari beban politik yang mungkin timbul jika pemerintahan Prabowo-Gibran menghadapi kesulitan. Dengan tidak berada dalam kabinet, NasDem tidak akan terlibat langsung dalam kegagalan atau kontroversi pemerintahan, dan sebaliknya bisa menawarkan solusi yang lebih objektif di luar pemerintahan. Ini adalah bentuk calculated risk yang sangat umum dalam politik, di mana partai-partai lebih memilih untuk mengambil posisi yang lebih aman sambil mempersiapkan diri untuk kontestasi politik berikutnya.

Penutup

Keputusan NasDem untuk tidak bergabung dalam kabinet Prabowo-Gibran merupakan langkah yang penuh perhitungan politik. Dengan fokus pada kontribusi di luar pemerintahan, NasDem sedang mempersiapkan diri untuk menjadi kekuatan politik yang lebih independen dan memiliki daya tawar yang lebih kuat di Pemilu 2029. Dalam dunia politik, investasi jangka panjang semacam ini sering kali lebih menguntungkan daripada sekadar meraih posisi di pemerintahan. Seperti yang dikatakan oleh Hermawi Taslim, “Kontribusi kita terhadap berbagai hal itu akan jauh lebih berarti daripada secara fisik kita masuk [kabinet].”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Netanyahu Pertimbangkan Rencana Membuat Ratusan Ribu Warga Palestina di Gaza utara Kelaparan

Next Post

Jokowi Delusional, Bukan Gila, Namun Tetap Dapat Dihukum

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Presiden Jokowi Tanggapi Petisi sivitas akademi UII dan UGM

Jokowi Delusional, Bukan Gila, Namun Tetap Dapat Dihukum

Investasi Jokowi kepada Kedua Anaknya: Gibran Wakil Presiden dan Kaesang Ketua Umum Parpol, Akankah Melindungi Bapaknya Setelah Lengser?

Public Downfall of a Leader – The Case of Jokowi's Exit

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist