Jadwal pemilu juga diumumkan di mana para calon dapat mendaftar mulai 30 Mei hingga 3 Juni, sementara para kandidat akan meluncurkan kampanye selama 15 hari mulai 12 Juni.
Teheran – Presstv – Fusilatnews Para pemimpin tiga cabang pemerintahan Iran telah menyetujui tanggal pemilihan presiden cepat di negara itu kurang dari sehari setelah dipastikan bahwa Presiden Ebrahim Raeisi menjadi martir dalam kecelakaan helikopter di barat laut negara itu.
Kantor berita resmi IRNA mengatakan dalam laporan Senin malam bahwa tanggal 28 Juni telah disepakati sebagai tanggal pemilihan presiden cepat Iran dalam pertemuan di Kantor Kepresidenan di Teheran.
Pertemuan tersebut menghadirkan Kepala Cabang Eksekutif Iran Mohammad Mokhber, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Ketua Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i.
Sesi tersebut merupakan sesi kedua antara ketiganya dalam beberapa jam setelah kematian Presiden Raeisi dalam insiden kecelakaan helikopter di provinsi Azerbaijan Timur.
Pasal 131 Konstitusi Iran mewajibkan tiga pejabat tinggi negara untuk membuat pengaturan untuk menyelenggarakan pemilihan presiden dalam waktu maksimal 50 hari sejak hari dimana presiden yang sedang menjabat meninggal dunia saat menjabat atau menjadi tidak mampu.
Pertemuan hari Senin itu juga dihadiri oleh Wakil Presiden Iran untuk Urusan Hukum Mohammad Dehghan, Wakil Ketua Dewan Penjaga Siamak Rahpeykand dan Wakil Menteri Dalam Negeri Urusan Politik Mohammad Taghi Shahcheraghi.
Jadwal pemilu juga diumumkan di mana para calon dapat mendaftar mulai 30 Mei hingga 3 Juni, sementara para kandidat akan meluncurkan kampanye selama 15 hari mulai 12 Juni.
Helikopter yang membawa Raisi dan rombongan jatuh sekitar Ahad sore saat sedang dalam perjalanan menuju Tabriz, ibu kota Azerbaijan Timur, dari lokasi di perbatasan dengan Republik Azerbaijan tempat presiden Iran membuka proyek bendungan besar.
Tim penyelamat menemukan puing-puing helikopter pada Senin pagi setelah pencarian ekstensif selama berjam-jam yang melibatkan lebih dari 70 tim.
Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian dan dua pejabat senior provinsi beserta awak kapal dan pengawalnya juga tewas akibat kecelakaan itu.
Sumber : Presstv
























