Sementara itu, delegasi Hamas mengunjungi Moskow untuk membicarakan pembebasan sandera asing termasuk warga negara Rusia yang saat ini ditahan kelompok tersebut di Gaza.
Fusilatnews – TRT World – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian telah memperingatkan bahwa jika pemboman Israel di Gaza tidak berakhir maka Amerika Serikat “tidak akan terhindar dari serangan ini.”
“Saya mengatakan dengan jujur kepada para negarawan Amerika, yang kini menangani genosida di Palestina, bahwa kami tidak menyambut perluasan perang di wilayah tersebut,” katanya pada pertemuan Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara tentang permasalahan Timur Tengah pada hari Kamis.(26/10)
“Tetapi jika genosida di Gaza terus berlanjut, mereka tidak akan terhindar dari kebakaran ini,” kata Menlu Iran .
Israel telah berjanji untuk memusnahkan Hamas, yang menguasai Gaza, sebagai pembalasan atas serangan 7 Oktober yang menewaskan 1.400 orang dan menyebabkan ratusan orang disandera.
Israel telah menyerang Gaza dari udara, melakukan pengepungan dan mempersiapkan invasi darat. Pihak berwenang Palestina mengatakan lebih dari 7.000 orang telah terbunuh.
Hamas mengatakan kepada Iran bahwa mereka siap melepaskan sandera sipil, dan menambahkan bahwa dunia harus mendorong pembebasan 6.000 warga Palestina di penjara-penjara Israel, kata Amirabdollahian.
“Republik Islam Iran siap memainkan perannya dalam upaya kemanusiaan yang sangat penting ini, bersama dengan Qatar dan Türkiye. Tentu saja, pembebasan 6.000 tahanan Palestina merupakan kebutuhan dan tanggung jawab komunitas global,” katanya.
Iran, delegasi Hamas di Moskow
Juga pada hari Kamis, delegasi Hamas mengunjungi Moskow untuk melakukan pembicaraan mengenai pembebasan sandera asing termasuk warga negara Rusia yang saat ini ditahan kelompok tersebut di Gaza, kantor berita Rusia melaporkan, mengutip kementerian luar negeri.
Anggota senior Hamas Abu Marzouk termasuk di antara mereka yang menghadiri pembicaraan tersebut, TASS melaporkan.
“Kontak dilakukan dengannya sebagai kelanjutan dari jalur Rusia mengenai pembebasan segera sandera asing di Jalur Gaza. Masalah terkait memastikan evakuasi warga Rusia dan warga asing lainnya dari wilayah kantong Palestina juga dibahas,” kata TASS. .
Rusia memiliki hubungan dengan semua pemain kunci di Timur Tengah, termasuk Israel, Iran, Otoritas Palestina, dan Hamas.
Seperti Iran, Moskow berulang kali menyalahkan krisis yang terjadi saat ini karena kegagalan diplomasi AS. Rusia juga menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Hamas dan dimulainya kembali pembicaraan yang bertujuan untuk menemukan penyelesaian damai.
Hamas mengeluarkan pernyataannya sendiri yang memuji upaya Presiden Rusia Vladimir Putin dan kementerian luar negeri untuk mengakhiri apa yang disebutnya “kejahatan Israel yang didukung oleh Barat”, menurut kantor berita Rusia RIA.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan pada pengarahan pekanan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Iran Ali Baghiri Kani juga sedang mengunjungi Moskow.
Zakharova tidak memberikan rincian lebih lanjut. Baghiri Kani adalah kepala perunding nuklir Iran.
Sumber: TRT World
























