Iran memuji penandatanganan nota komitmen untuk bergabung dengan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO), sehingga memasuki “fase baru” interaksi dengan badan tersebut.
Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian mengumumkan penandatanganan dokumen dalam sebuah tweet pada hari Rabu.
Diplomat top itu menemani Presiden Iran Ebrahim Raeisi dalam kunjungan ke kota Samarkand untuk menghadiri KTT SCO di Uzbekistan, yang dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT SCO.
“Sekarang, kami telah memasuki tahap baru kerjasama ekonomi, komersial, transit, energi, dll yang beragam [dengan negara-negara anggota badan],” tambah menteri luar negeri.
Sekretaris Jenderal SCO Zhang Ming, Amir-Abdollahian menambahkan, memberi selamat kepada Republik Islam atas kesempatan “aksesi permanen” Iran dan penandatanganan dokumen, menyebutnya sebagai “perkembangan penting.”
SCO didirikan oleh China, Rusia, Uzbekistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan pada tahun 2001, dan saat ini membentuk pasar regional terbesar di dunia dengan delapan anggota resmi, dan tiga negara pengamat.
Iran dan organisasi tersebut memulai proses formal untuk aksesi Teheran ke blok tersebut pada bulan Maret. Keanggotaan Iran dalam badan tersebut kemudian disetujui oleh pemerintah Iran.
Juga pada hari Rabu, Ali Bahadori Jahromi, juru bicara pemerintah Iran, mengatakan rancangan undang-undang yang menguraikan keanggotaan Iran dalam organisasi telah diajukan ke Majlis (parlemen Iran) untuk disetujui.
Sebelum berangkat dalam perjalanan ke Uzbekistan, Presiden Raeisi merujuk pada prospek aksesi resmi Iran ke SCO, dengan mengatakan bahwa Republik Islam sedang berusaha memanfaatkan “infrastruktur yang ada di Asia dan [di] negara-negara tetangga.
Sumber : Press TV.

























