• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural Tokoh/Figur

Ironi Fahri Hamzah: Gagal ke Senayan, Berambisikah ke Jakarta atau NTB?

Ali Syarief by Ali Syarief
August 26, 2024
in Tokoh/Figur
0
Ka Pelatih Timnas Amin; “Fahri Hamzah – Bila Menjilat Prabowo Jangan Berlebihan”
Share on FacebookShare on Twitter

Fahri Hamzah, sosok yang selalu identik dengan keberanian dan kontroversi, kembali menjadi sorotan setelah partainya, Partai Gelora, gagal melenggang ke Senayan dalam Pemilu 2024. Namun, kegagalan ini tampaknya tidak meredupkan ambisinya untuk tetap berada di panggung politik nasional. Dengan aturan baru dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang memungkinkan calon kepala daerah maju tanpa dukungan partai politik, Fahri Hamzah kini berpotensi mencalonkan diri sebagai gubernur, baik di Jakarta maupun di kampung halamannya, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun, langkah ini tidak bisa dipisahkan dari ironi yang melekat pada perjalanan politik Fahri. Selama bertahun-tahun, ia berjuang keras untuk membangun Partai Gelora, sebuah partai yang diharapkan mampu menjadi penantang serius di kancah politik nasional. Fahri bahkan menempatkan dirinya sebagai salah satu wajah utama partai tersebut, dengan harapan bisa membawa partainya masuk ke Senayan. Namun, hasil pemilu berkata lain. Partai Gelora hanya mampu meraih 1,2 juta suara, jauh di bawah ambang batas 4 persen yang ditetapkan untuk mendapatkan kursi di DPR.

Ironinya, perjuangan panjang Fahri untuk membangun partai politik dari nol kini justru mengantarkannya pada kegagalan. Kegagalan yang tak hanya memukul partai yang ia besarkan, tetapi juga mengikis kredibilitas dan reputasinya sebagai politisi yang selama ini dikenal vokal dan berani mengkritik kebijakan pemerintah.

Dengan aturan baru dari MK, Fahri seakan mendapatkan kesempatan kedua. Namun, kesempatan ini datang dengan harga yang mahal: pengakuan atas kegagalan. Apakah langkahnya untuk maju sebagai calon gubernur adalah upaya untuk menebus kegagalannya membawa Partai Gelora ke Senayan, atau sekadar ambisi pribadi untuk tetap eksis di panggung politik?

Jika kita melihat rekam jejak Fahri Hamzah, terutama dalam hal retorika dan sikap politiknya, ada pertanyaan mendasar yang perlu kita tanyakan: apakah Jakarta atau NTB benar-benar membutuhkan pemimpin seperti Fahri? Sosok yang kerap kali lebih fokus pada perdebatan dan kontroversi daripada pada solusi nyata bagi rakyat. Dalam berbagai kesempatan, Fahri sering kali lebih dikenal sebagai politisi yang gemar berdebat dan menciptakan polemik daripada membawa perubahan yang nyata dan positif.

Lebih jauh lagi, pencalonan Fahri sebagai gubernur, baik di Jakarta maupun NTB, akan menjadi ujian nyata bagi integritasnya. Apakah ia akan mengedepankan kepentingan rakyat atau justru menjadikan jabatan ini sebagai panggung untuk melanjutkan ambisinya? Terlebih lagi, apakah rakyat di Jakarta atau NTB siap dipimpin oleh seseorang yang tidak berhasil membawa partainya sendiri melewati ambang batas parlemen?

Dalam konteks ini, langkah Fahri untuk maju sebagai calon gubernur bisa dilihat sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan karir politiknya yang sedang terancam. Namun, kita harus bertanya: apakah ini benar-benar langkah yang bijak, atau justru sebuah upaya putus asa untuk tetap berada di kancah politik nasional?

Fahri Hamzah mungkin bisa mencalonkan diri sebagai gubernur, tetapi apakah ia bisa meyakinkan rakyat bahwa ia adalah pemimpin yang mereka butuhkan? Atau justru ini akan menjadi akhir dari karir politiknya yang penuh dengan ironi dan kontroversi? Jawabannya mungkin akan terungkap dalam waktu dekat, tetapi satu hal yang pasti: kegagalan Fahri membawa partainya ke Senayan adalah noda yang sulit dihapus dari perjalanan panjang politiknya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KPU: Ambang Batas 4 Persen Jatuhkan 10 Parpol dari Kursi DPR

Next Post

Sepuluh Maskapai Penerbangan Asing Batalkan Penerbangan ke Israel di Tengah Eskalasi Konflik dengan Hizbullah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri
Crime

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Next Post
Sepuluh Maskapai Penerbangan Asing Batalkan Penerbangan ke Israel di Tengah Eskalasi Konflik dengan Hizbullah

Sepuluh Maskapai Penerbangan Asing Batalkan Penerbangan ke Israel di Tengah Eskalasi Konflik dengan Hizbullah

Perjalanan Kaesang dengan Private Jet Harus Diaudit: Potensi Gratifikasi Mengancam Integritas Negara

Perjalanan Kaesang dengan Private Jet Harus Diaudit: Potensi Gratifikasi Mengancam Integritas Negara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist