• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Jabatan Karier yang Tak Berdaulat – Nasibnya Dibawah Ketiak Pejabat Politik

Ali Syarief by Ali Syarief
April 30, 2025
in Birokrasi, Feature, Politik
0
Jabatan Karier yang Tak Berdaulat – Nasibnya Dibawah Ketiak Pejabat Politik
Share on FacebookShare on Twitter

Tak ada yang lebih ironis dari sebuah institusi yang dibesarkan dengan disiplin, kehormatan, dan sumpah suci pada negara, tapi pada akhirnya hanya menjadi pelengkap agenda politik jangka pendek. Tentara, polisi, dan birokrat sipil—semuanya tak berdaulat. Kendati seolah gagah oleh seragam dan bintang di pundak, nyatanya mereka tunduk pada titah kekuasaan yang umurnya hanya lima tahunan. Mereka digeser bukan karena tidak kompeten, melainkan karena tak nyaman di mata penguasa.

Lihat saja mutasi Letnan Jenderal Kunto Arief Wibowo. Baru tiga bulan menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, ia sudah harus hengkang dari kursinya. Padahal belum sempat hangat kursi itu diduduki, ia sudah digeser. Di atas kertas, keputusan itu adalah bagian dari “regenerasi kepemimpinan dan kebutuhan strategis TNI”, begitu menurut keterangan resmi Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Kristomei Sianturi. Tapi rakyat sudah terlalu kenyang dengan bahasa-bahasa normatif seperti itu.

Apakah ini kebetulan? Hanya beberapa hari sebelumnya, ayah Kunto, Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, menggugat legitimasi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden. Bersama sejumlah purnawirawan jenderal lain, ia mengajukan usulan resmi ke MPR agar Gibran diganti. Beberapa hari setelahnya, anaknya dimutasi. Terlalu rapi untuk disebut sebagai insiden biasa.

Baca : https://fusilatnews.com/usul-gibran-diganti-anak-try-sutrisno-dimutasi/

Tentu, ini bukan cerita baru. Karier militer memang kerap diatur oleh selera politik. Di era Jokowi, kita menyaksikan bagaimana Hadi Tjahjanto yang dulu menjadi Komandan Lanud Adisumarmo—markas udara di dekat rumah Jokowi di Solo—meniti karier hingga menjadi Panglima TNI. Kemudian, Andika Perkasa, menantu dari Jenderal (Purn) A.M. Hendropriyono, orang kepercayaan Jokowi, menyusul di kursi yang sama. Kini, di era Prabowo, jabatan empuk juga diberikan kepada mereka yang punya koneksi darah atau kedekatan emosional. Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak, misalnya, adalah menantu Luhut Binsar Pandjaitan—menteri segala menteri dari dua rezim berturut-turut.

Kita seakan menyaksikan sebuah kartel kekuasaan, di mana loyalitas lebih dihargai ketimbang integritas, dan darah lebih diutamakan ketimbang dedikasi. Ajudan menjadi Sekretaris Kabinet. Perwira menengah bisa langsung lompat pagar hanya karena berfoto bersama atau berseloroh dengan Presiden di ruang privat.

Pernah juga terjadi di masa lalu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat adik iparnya, Pramono Edhie Wibowo, menjadi KSAD. Lagi-lagi darah, lagi-lagi keluarga. Seolah tentara tak perlu meritokrasi; cukup silsilah, cukup jejaring.

Yang lebih menyedihkan: para prajurit ini diam. Mereka tahu, sistem ini tak sehat. Mereka tahu, karier mereka bisa dicabut kapan saja jika dianggap “tidak sejalan” dengan selera politik atasan. Tapi mereka bungkam. Sebab tak banyak yang berani melawan sistem yang menghidupi mereka. Ini bukan hanya persoalan ketidakberdayaan. Ini soal tidak adanya kemauan untuk bermartabat. Sebab melawan berarti siap kehilangan pangkat, jabatan, dan, tak jarang, masa depan.

Pernyataan Try Sutrisno dalam konteks ini menjadi relevan sekaligus menyayat: lembaga-lembaga karier seperti militer, kepolisian, dan sipil tidak berdaulat. Mereka menjadi pion, bukan pelaku sejarah. Ketika suara seorang purnawirawan yang lantang justru “dibalas” dengan pencopotan anaknya, maka ini bukan lagi negara meritokrasi. Ini negara balas dendam.

Ah, seandainya Try Sutrisno tidak buka suara, mungkinkah Kunto Arief Wibowo masih tetap di jabatannya hari ini?

Dalam demokrasi yang sehat, militer adalah alat negara, bukan alat politik. Tapi di republik ini, yang sering kali terjadi justru sebaliknya. Militer dikendalikan selayaknya alat rumah tangga: dipakai, dipoles, lalu disimpan atau dibuang bila tak lagi cocok dengan interior kekuasaan. Di titik ini, kita sedang menyaksikan absurditas yang tak lucu, dan sayangnya, tak banyak yang tertawa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Usul Gibran Diganti, Anak Try Sutrisno Dimutasi

Next Post

Laporan Jokowi Diterima Polisi: Setelah Ini, Ke Mana Arah Kasus Ijazah Palsu?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Laporan Jokowi Diterima Polisi: Setelah Ini, Ke Mana Arah Kasus Ijazah Palsu?

Laporan Jokowi Diterima Polisi: Setelah Ini, Ke Mana Arah Kasus Ijazah Palsu?

Ijazah Jokowi dan Kedunguan UGM: Mengapa Publik Masih Meragukan?

Melawan Tuduhan Fitnah Jokowi: Cukup Tunjukkan Ijazah Asli

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...