• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

JAWA BARAT TERANCAM LAPAR: MENDESAK MEMBENTUK DEWAN PANGAN PROVINSI

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 17, 2026
in Feature, Komunitas
0
MENJUAL SAWAH DEMI ANAK SEKOLAH
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Setelah Pemerintahan Presiden Joko Widodo membubarkan Dewan Ketahanan Pangan di berbagai tingkatan, persoalan pembangunan pangan di negeri ini justru kian kompleks. Kekosongan koordinasi, lemahnya perencanaan lintas sektor, hingga rapuhnya sistem pengawasan pangan menjadi konsekuensi yang tak terhindari.

Dalam konteks tersebut, menjadi sangat rasional—bahkan mendesak—apabila Jawa Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional memiliki Dewan Pangan (DP) Provinsi yang kuat, independen, dan berfungsi strategis.

Enam Alasan Mendesak Pembentukan Dewan Pangan Provinsi

Setidaknya terdapat enam pertimbangan utama mengapa Dewan Pangan Provinsi Jawa Barat harus segera dibentuk.

Pertama, peningkatan produksi pangan.
Jawa Barat merupakan provinsi penghasil utama padi, jagung, dan aneka hortikultura. Namun, tanpa koordinasi yang solid, potensi ini kerap berjalan sendiri-sendiri. Dewan Pangan Provinsi dapat menjadi pusat perencanaan dan sinkronisasi kebijakan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan.

Kedua, pengamanan ketersediaan pangan.
Dengan jumlah penduduk yang besar dan terus meningkat, Jawa Barat membutuhkan strategi serius untuk menjaga ketersediaan pangan yang cukup dan stabil. Dewan Pangan Provinsi berperan penting dalam pemantauan stok, antisipasi gejolak, serta mitigasi potensi krisis pangan.

Ketiga, peningkatan kualitas pangan.
Bukan hanya soal jumlah, tetapi juga mutu. Dewan Pangan Provinsi dapat menjalankan fungsi pengawasan kualitas, mendorong praktik pertanian berkelanjutan, serta memberikan edukasi kepada petani terkait standar pangan yang sehat dan aman.

Keempat, pengurangan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup.
Ketahanan pangan berkorelasi langsung dengan kemiskinan. Dengan produksi dan distribusi pangan yang lebih baik, Dewan Pangan Provinsi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan kelompok masyarakat rentan.

Kelima, koordinasi dan sinkronisasi lintas sektor.
Selama ini, program pangan kerap terfragmentasi. Dewan Pangan Provinsi dapat menjadi ruang koordinasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat agar kebijakan pangan berjalan efektif dan efisien.

Keenam, pengembangan agribisnis dan penciptaan lapangan kerja.
Dengan mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk pertanian, Dewan Pangan Provinsi berpotensi membuka peluang kerja baru serta memperkuat ekonomi daerah.

Dengan demikian, keberadaan Dewan Pangan Provinsi Jawa Barat bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Tantangan Nyata Pembangunan Pangan Jawa Barat

Di sisi lain, pembangunan pangan di Jawa Barat menghadapi beragam kendala serius, antara lain:

  1. Ketidakstabilan ekonomi dan politik memengaruhi harga serta ketersediaan pangan.

  2. Kemiskinan yang masih tinggi membatasi akses masyarakat terhadap pangan bergizi.

  3. Distribusi pangan yang tidak efisien, akibat rantai pasok panjang dan banyaknya perantara.

  4. Keterbatasan infrastruktur logistik, seperti gudang penyimpanan dan jalan distribusi.

  5. Ketergantungan pada impor, terutama kedelai, gula pasir, dan daging sapi.

  6. Minimnya diversifikasi pangan, dengan ketergantungan berlebihan pada beras.

  7. Kurangnya data pangan yang akurat di tingkat desa dan kecamatan, sehingga intervensi kebijakan sering tidak tepat sasaran.

Semua tantangan ini menegaskan bahwa Jawa Barat membutuhkan lembaga strategis yang mampu bekerja lintas sektor dan berbasis data.

Alih Fungsi Lahan: Ancaman Nyata Lumbung Padi

Persoalan lain yang tak kalah krusial adalah alih fungsi lahan sawah. Setiap tahun, Jawa Barat kehilangan sekitar 1.500 hektare lahan sawah, yang beralih menjadi kawasan industri, perumahan, dan infrastruktur.

Wilayah seperti Bekasi, Karawang, dan Subang—yang dulu dikenal sebagai lumbung padi—kini mengalami penurunan produksi yang signifikan. Padahal, regulasi perlindungan lahan pertanian telah tersedia, mulai dari Undang-Undang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan hingga Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 27 Tahun 2010.

Masalahnya bukan pada ketiadaan aturan, melainkan lemahnya implementasi dan penegakan hukum. Tanpa pengawasan ketat dan insentif yang memadai bagi petani, alih fungsi lahan akan terus berlangsung.

Langkah Menuju Dewan Pangan Provinsi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejatinya telah memiliki dasar hukum dan langkah awal menuju pembentukan Dewan Pangan Provinsi, antara lain:

  1. Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Kemandirian Pangan Daerah, yang mengamanatkan pembentukan Dewan Pangan Provinsi.

  2. Penetapan struktur organisasi, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sektor pangan.

  3. Pembentukan Tim Teknis Provinsi, untuk mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.

  4. Koordinasi lintas instansi, khususnya dengan Dinas Ketahanan Pangan dan lembaga terkait lainnya.

Langkah-langkah ini perlu dipercepat dan diperkuat, agar tidak berhenti sebagai regulasi di atas kertas.

Penutup

Tanpa Dewan Pangan Provinsi yang berfungsi optimal, Jawa Barat berisiko kehilangan peran strategisnya sebagai lumbung pangan nasional. Ketahanan pangan tidak bisa diserahkan pada mekanisme pasar semata, apalagi dibiarkan berjalan tanpa pengawasan.

Dewan Pangan Provinsi bukan sekadar lembaga, melainkan penjaga masa depan pangan Jawa Barat.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Usia Panjang di Jepang: Ketika Gaya Hidup Menjadi Falsafah Hidup

Next Post

Belanda Masih Jauh, Min!

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Economy

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026
Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Next Post
Mengumumkan Kemenangan dari Statistik: Kekeliruan Prematur Cak Imin dalam Membaca Kemiskinan

Belanda Masih Jauh, Min!

Jelang Ramadan 1447 H, Loyalis Anies Baswedan Gelar Pengajian Bulan Enam di Jakarta

Jelang Ramadan 1447 H, Loyalis Anies Baswedan Gelar Pengajian Bulan Enam di Jakarta

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...