Pemerintah Jepang memutuskan untuk memperpendek periode isolasi bagi orang yang mengalami kontak dekat dengan orang-orang yang tertular virus korona.
Keputusan itu diambil pada Jumat (22/07/2022). Targetnya adalah mempertahankan agar aktivitas sosial dan ekonomi tetap berjalan di tengah penyebaran pesat penularan secara nasional.
Perdana Menteri Kishida Fumio membahas tanggapan pemerintah bersama dengan Menteri Kesehatan Goto Shigeyuki dan menteri yang bertanggung jawab atas langkah-langkah virus korona yaitu Yamagiwa Daishiro.
Mereka sepakat bahwa mulai 22 Juli, orang-orang yang mengalami kontak dekat dapat mengakhiri periode isolasi mandiri secara prinsipnya dalam lima hari dan bukannya tujuh hari, atau bahkan pada hari ketiga jika mendapat hasil tes antigen yang negatif pada hari itu dan hari sebelumnya.
Pemerintah juga akan membantu klinik yang menangani demam untuk mendistribusikan alat tes antigen kepada orang-orang bergejala agar dapat menggunakan sebelumnya, guna meringankan beban berat menangani pasien rawat jalan.
Persiapan tengah dilakukan agar orang-orang yang mendapat hasil tes positif di rumah dapat menghubungi kantor-kantor pemerintah kota yang memiliki dokter bertugas. Orang-orang itu juga bisa mendapatkan pemantauan atas kondisinya.
Bantuan finansial pemerintah terhadap institusi medis akan diperpanjang hingga akhir September bagi program-program yang berakhir masa berlakunya bulan ini.
Menteri Kesehatan Goto menyampaikan kepada wartawan bahwa persiapan akan dilakukan dengan target memberikan vaksin yang spesifik bagi Omicron kepada masyarakat mulai musim gugur mendatang.
Vaksin yang kini tengah dalam pengembangan tersebut didasarkan atas vaksin yang sudah ada, tetapi akan dimodifikasi agar lebih efektif melawan varian Omicron.
Sumber | nhk.or.jp
























