FusilatNews – Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menyoroti dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dinilai berpotensi menekan masyarakat, khususnya kelompok yang sebenarnya layak mendapatkan subsidi.
Dalam pernyataannya, Mufti menilai kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dapat menimbulkan efek berantai, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang tidak sepenuhnya terjangkau skema subsidi. Kelompok ini, menurutnya, berada di posisi rentan karena daya beli yang terbatas, tetapi tidak masuk dalam kategori penerima bantuan.
Ia mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi mendorong pergeseran konsumsi ke BBM subsidi. Kondisi ini dikhawatirkan akan memperbesar beban subsidi pemerintah sekaligus memicu ketimpangan distribusi energi.
“Kelompok masyarakat ini akan terjepit karena kemampuan mereka terbatas untuk membeli BBM nonsubsidi,” tegasnya.
Selain itu, DPR juga mengingatkan agar kenaikan BBM nonsubsidi tidak berdampak pada lonjakan harga kebutuhan pokok. Sebab, biaya distribusi yang meningkat dapat berimbas langsung pada harga pangan dan barang lainnya di pasar.
Mufti menekankan pentingnya kebijakan yang lebih tepat sasaran agar perlindungan terhadap masyarakat tetap terjaga. Ia mendorong pemerintah untuk memastikan bahwa kebijakan energi tidak semakin memperlebar tekanan ekonomi, terutama di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih belum sepenuhnya pulih.
Kenaikan BBM nonsubsidi sendiri menjadi sorotan karena dinilai memiliki dampak luas, tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga terhadap stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.





















