TOKYO, Jepang berencana untuk menyediakan sekitar 10 miliar yen/Rp 1T lebih kepada lembaga penelitian terkait ASEAN, yang disponsori oleh Tokyo, dalam upaya untuk memperluas kerja sama regional, kata sumber pemerintah.
Perdana Menteri Fumio Kishida diperkirakan akan mengumumkan sumbangan tersebut kepada Lembaga Penelitian Ekonomi untuk ASEAN dan Asia Timur, atau ERIA, pada pertemuan puncak khusus antara Jepang dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara pada bulan Desember di Tokyo, kata sumber itu.
Keputusan ini diambil ketika Jepang berupaya memanfaatkan pertumbuhan ekonomi di Asia dengan memperkuat hubungan dengan negara-negara berkembang dan berkembang yang disebut “Global South,” sambil mencoba melawan meningkatnya pengaruh Tiongkok di wilayah tersebut.
Berdasarkan inisiatif ini, organisasi yang berbasis di Jakarta ini akan menyiapkan kerangka kerja baru bagi sektor bisnis, publik dan akademis untuk berkoordinasi dalam menawarkan dana kepada pengusaha dan peneliti dengan proposal bisnis yang menjanjikan, menurut sumber tersebut.
Mereka juga akan meluncurkan pusat baru “Asia nol emisi” untuk membantu mencapai dekarbonisasi di kawasan ASEAN, kata sumber tersebut.
Untuk memfasilitasi pengembangan sumber daya manusia, ERIA juga dapat membentuk bagian untuk menerima pejabat pemerintah dari negara-negara ASEAN dalam upaya untuk menangani kebijakan lintas kawasan dan mendorong pertukaran antar masyarakat.
Pemerintahan Kishida akan mengamankan pendanaan untuk proyek tersebut dengan anggota ASEAN melalui anggaran tambahan untuk tahun fiskal berjalan hingga Maret 2024 dan anggaran tahunan untuk tahun berikutnya mulai April, kata sumber tersebut.
© KYODO





















