Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).
Jakarta – Apa pun masalahnya, sembako solusinya. Itulah yang barangkali menjadi kredo bagi Jokowi dan Aguan.
Jokowi atau lengkapnya Joko Widodo adalah Presiden ke-7 RI yang suka bagi-bagi sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat. Terutama menjelang pemilu demi menarik dukungan suara rakyat.
Adapun Aguan atau lengkapnya Sugianto Kusuma adalah pemilik Agung Sedayu Group, pengembang Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di Kabupaten Tangerang, Banten.
Dua anak perusahaan Agung Sedayu Group, yakni PT Intan Agung Makmur dan PT Cahaya Inti Sentosa adalah pemilik mayoritas Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) ilegal di laut yang ditanami pagar bambu sepanjang 30,16 kilometer yang juga ilegal di lokasi yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari PIK 2.
Sedemikian dekatnya Jokowi dengan Aguan, bahkan PIK 2 pun merupakan pemberian proyek dari Jokowi kepada Aguan sebagai barter investasi taipan itu di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, sampai-sampai di antara keduanya terjadi saling menginspirasi dan memengaruhi. Ihwal pembagian sembako itulah contohnya.
Diberitakan, di tengah viralnya kritikan masyarakat terhadap PIK 2, pengembang proyek itu membagi-bagikan paket sembako kepada warga Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang melalui pemerintah desa setempat, Sabtu (1/2/2025). Pembagian sembako ini diduga sebagai siasat untuk membungkam kritik masyarakat.
Pola ini sama dan sebangun dengan pola yang sering ditempuh Jokowi saat menjabat Presiden. Menjelang Pemilu 2024 pada 14 Februari lalu, misalnya, anggaran bantuan sosial (bansos) dinaikkan Rp20 triliun menjadi Rp496 triliun. Jokowi pun langsung turun tangan membagi-bagikan bansos di lapangan, termasuk menjelang Pilkada 2024 pada 27 November lalu sesudah lengser keprabon pada 20 Oktober 2024.
Pola yang sama juga ditempuh Prabowo Subianto yang akhirnya terpilih menjadi Presiden RI pada Pemilu 2024. Dalam kampanyenya sebagai cawapres, Prabowo menjanjikan pemberian makan gratis bagi anak sekolah, santri, ibu hamil dan orang jompo. Program ini mulai dijalankan pada 6 Januari 2025.
Agaknya Jokowi, Aguan dan Prabowo bersepaham bahwa kebutuhan paling dasar manusia, yakni pangan harus dipenuhi terlebih dulu sebelum kebutuhan lainnya.
Mereka paham bahwa “perut kenyang hati/pikiran tenang/senang”. Mereka paham bahwa “weteng ngelih pikiran ngalih” (perut lapar pikiran berubah).
Sebab itu, sembako dan bansos pun mereka bagikan. Dengan begitu, masyarakat pun bungkam.























