• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi Jangan Bodohi Rakyat – Politik Identitas Terjadi Semarak Di Seluruh Indonesia

Ali Syarief by Ali Syarief
December 23, 2022
in Feature, Politik
0
Jokowi Jangan Bodohi Rakyat – Politik Identitas Terjadi Semarak Di Seluruh Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Rakyat daerah terbiasa bisa bermain lincah dalam system politik apapun yang berlaku.

“Jangan membuat isu politik yang tidak baik, terutama politik identitas yang mengedepankan isu-isu SARA. Kita memiliki pengalaman yang tidak baik dalam pemilu-pemilu sebelumnya, saya harapkan tidak terjadi di Pemilu 2024,” ujar Jokowi saat memberikan arahan pada rapat koordinasi persiapan Pemilu Serentak 2024 yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (10/3/2022). Presiden Joko Widodo meminta semua pihak menahan diri dari penyampaian isu-isu politik identitas dan SARA jelang pelaksaan pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang bakal digelar serentak pada 2024.

Pernyataan Jokowi tersebut ambigu. Logical fallacy.  Itu hanya mengaburkan dari realitasnya.  Politik Identitas, adalah praktek kehidupan yang telah dilakukan diseluruh wilayah nusantara. Mari kita buat potret, apa yang terjadi selama ini. Katakan saja, Bli I Gede Tjokorda. Dari nama dan suku, pasti sudah dapat diduga asal dari mana, bukan? Mungkinkah dia bisa dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Barat? Setelah UUD 45 di-amandemen (pasca reformasi), hal itu hampir mustahil bisa terjadi. Atau sebaliknya. Misalnya KH. Bajang, ikut konstestasi Pilgub di Bali. Adakah peluang baginya untuk dapat memenangkan di Pilgub Propinsi Bali? Mengapa Kabupaten Singkawang, bupatinya dari etnis China? Adalah fakta, menurut data, Ahok saat Pilgub di DKI-pun, dipilih oleh seluruh etnis China dan non Muslim.

Dari simulasi dan data tersebut, kita dapat simpulkan, bahwa persoalan etnis, kesukuan, kedaerahan, agama dan keyakinan, adalah modal emotional investment. Ia inherent,  tidak dapat dipungkiri, antara lain sebagai faktor penentu kemenangan politis bagi setiap calon di daerah masing-masing. Ini sudah berjalan biasa dan tertib pada beberapa dekade, selama Pemilu/Pil-Gub/Pil-Bup/Walikota diseluruh Nusantara.

UU dan peraturan lainnya, sebenarnya tidak membatasi hak seseorang untuk memilih dan dapat dipilih, dari etnis mana saja dan di daerah pemilihan mana-pun. Namun demikian, suasana kebathinan (budaya, kesukuan, kedaerahan, keyakinan, dll) telah membangun kesadaran “homogeneous endogenous wisdom”. Hal tersebut menjadi eksis, terjadi setelah perubahan antara nuansa UU No.5/74 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah (mengatur wewenang pemerintah pusat di daerah) dan perubahan ke UU no.32/2004 tentang Otonomi Daerah (meniadakan peran pemerintah pusat di daerah).

Wabil khusus, DIY mempunyai tata cara dan kultur politik tersendiri, yang syah menurut UU. Disusul daerah Istimewa Aceh, disamping mereka turut serta dalam percaturan politik nasional, tetapi budaya dan perilaku politik daerah serambi mekah itu, menjadi bingkai indahnya slogan Bhineka Tunggal Ika.

Lalu mengapa politik identitas versi regime ini, menjadi mengemuka justru dikhawatirkan terjadi pada Pilpres-24? Apakah capres, tidak boleh dari suku lain, selain dari suku Jawa yang mayoritas itu? Atau ada issue lain? Pameo bahwa presiden harus dari suku jawa, juga terdengar dari mulut Eric Thohir.

Politik identitas adalah sebuah alat politik suatu kelompok seperti etnis, suku, budaya, agama atau yang lainnya untuk tujuan tertentu, misalnya sebagai bentuk perlawanan atau sebagai alat untuk menunjukan jati diri suatu kelompok tersebut. Dari definisi sederhana ini, menjadi maklum, dalam iklim demokrasi yang seperti Indonesia terapkan, yang menang adalah suara mayoritas.

Maka Politik identitas dihadirkan sebagai narasi kehawatiran kelompok mayoritas mendepak mereka yang terpinggirkan karena dianggap tak mampu mengakomodir kepentingan minoritas. Secara positif, mengangkat issue politik identitas, ingin menghadirkan wahana mediasi penyuaraan aspirasi bagi yang merasa akan tertindas.

Kehadiran Lembaga DPD dalam struktur organisasi Republik Indonesia, adalah akomodasi suara daerah; Kesukuan, Keyakinan, Budaya adat, dst. Dipisahkan dengan demarkasi suara partai politik. Di Amerika, anggota DPD itu berkiprah selama 6 tahun, lebih lama dari Presiden (4 tahun) dan DPR nya (2 tahun)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengaku tidak bisa jadi Presiden Indonesia. Hal itu disebabkan dirinya bukanlah orang yang berasal dari Jawa. Pernyataan ini disampaikan Erick sebagai jawaban atas pertanyaan Andy F Noya terkait kemungkinan dirinya mencalonkan diri jadi presiden pada 2024 mendatang.

“Ambisi positif oke, ambisi buta bahaya. Saya sangat percaya struktural Indonesia saat ini, presiden masih orang dari Jawa. Paradigma ini mungkin 10 sampai 15 tahun lagi baru bisa berubah dan saya rasa pemilihan berdasarkan emosional masih ada,” ucap Erick dalam program “Kick Andy Double Check” yang tayang di MetroTV, Minggu (14/11/2021) malam.

Ketika Pemerintahan sentralistis diera Suharto, seseorang dari suku mana saja asalnya, kalau Ia seorang tentara sekurang-kurangnya sudah Mayjen, dan bila Pak Harto berkenan, mereka bisa menjadi Gubernur di Propinsi mana saja. Dan tidak ada yang mempermasalahkannya. Sepertinya Rakyat didaerah terbiasa bermain lincah dalam berbagai macam system politik apapun yang berlaku.

Saya catat apa yang diminta Jokowi, agar edukasi politik terus dilakukan menjelang Pemilu dan Pilkada 2024. “Menjelang kontestasi politik biasanya suhu menghangat, tapi jangan sampai masyarakat terprovokasi oleh kepentingan politik yang tidak bermanfaat. Sehingga, saya meminta dilakukan edukasi, dilakukan pendidikan politik yang masif pada masyarakat dan kontestan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Presiden pun meminta kepada para menterinya agar menyampaikan informasi pelaksanaan Pemilu 2024 secara jelas kepada masyarakat.

Ingat ini! Tidak mengganggu ke Indonesiaan; “Suku Minang identitasnya Adat BaSandi Syarak (ABS) Syarak BaSandi Kitabbullah AlQur’an (SBK), Adat Yang Tak Lekang Karena Panas Dan Tak Lapuk Karena Hujan Wow Hebat diMana Bumi diInjak diSana Langit diJunjung.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pernyataan Gubernur Lemhanas Terkait Potensi Ancaman Keamanan Menunjukkan Proyek IKN Penuh Kerawanan

Next Post

Kasus Korupsi Minyak Goreng, Merugikan Negara 12T lebih;  Libatkan Lin Che Wei hingga Eks Dirjen Kemendag-Masuk Ke Tahapan Tuntutan JPU

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Kasus Korupsi Minyak Goreng, Merugikan Negara 12T lebih;  Libatkan Lin Che Wei hingga Eks Dirjen Kemendag-Masuk Ke Tahapan Tuntutan JPU

Kasus Korupsi Minyak Goreng, Merugikan Negara 12T lebih;  Libatkan Lin Che Wei hingga Eks Dirjen Kemendag-Masuk Ke Tahapan Tuntutan JPU

Kontra Politik, Dewan Kolonel Puan dan Militansi Ganjar

Seru, Sekjen Golkar Sebut Ada Bentrok di PDIP Usai Ganjar Ungguli Puan di Survei

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist