• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi: Lebih Baik Ngaco Daripada Ngaku

Ali Syarief by Ali Syarief
April 19, 2025
in Feature, Politik
0
Menuju Jogja: Misi Membongkar Legitimasi Akademik Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu kalimat yang tampaknya pas menggambarkan sikapĀ  Joko Widodo dalam menghadapi isu ijazahnya yang sempat mengguncang ruang publik: lebih baik ngaco daripada ngaku. Kalimat ini tidak hanya mencerminkan arah respons yang inkonsisten, namun juga mengandung semacam refleksi keengganan seorang pemimpin untuk berhadapan langsung dengan substansi kritik.

Isu mengenai keabsahan ijazah Jokowi sejatinya telah lama bergulir. Namun, baru menjadi bola panas ketika permintaan untuk memperlihatkan dokumen akademiknya diajukan secara resmi dalam jalur hukum dan kemudian dipicu kembali oleh sikap publik yang menuntut transparansi. Alih-alih menjawab dengan lugas dan tegas, Jokowi memilih untuk menjawab dengan nyinyir. Ia menyebut isu itu sebagai ā€œgorengan murahanā€, ā€œfitnahā€, dan ā€œtidak masuk akalā€. Satu paket respons emosional yang lebih cocok digunakan oleh seorang pengguna media sosial ketimbang oleh kepala negara.

Namun publik, tentu saja, tak gampang dibungkam dengan label-label. Karena substansi bukan soal gorengan, tapi transparansi. Maka tuntutan pun berlanjut: Kalau memang ijazah itu asli, tunjukkan. Kalau tidak ingin menunjukkan, apa yang disembunyikan?

Respons berikutnya justru makin membingungkan. Jokowi akhirnya menunjukkan ijazahnya, tapi dengan syarat: tidak boleh difoto. Seolah-olah ijazah itu dokumen rahasia negara yang hanya bisa disentuh oleh mata yang terpilih. Padahal, yang ditanyakan publik bukan sekadar ā€œada atau tidakā€, melainkan keaslian dan keterverifikasiannya. Membatasi dokumentasi hanya menguatkan kecurigaan: mengapa seorang mantan presiden takut ijazahnya difoto?

Sebelumnya, Jokowi sempat mengatakan bahwa ia tidak punya kewajiban hukum untuk memperlihatkan ijazahnya kepada publik. Bahkan ia mempertanyakan: hak apa yang dimiliki publik untuk meminta hal tersebut? Ini adalah puncak dari absurditas dalam demokrasi. Seorang pejabat publik, apalagi ex-presiden, pernah memegang mandat dari rakyat. Kredibilitasnya harus dibuka selebar-lebarnya untuk diperiksa, diuji, dan dikritisi. Karena tanpa itu, demokrasi akan berubah menjadi sistem kepercayaan buta—mirip seperti dogma.

Pernyataan bahwa ia tidak punya kewajiban hukum bisa saja benar secara sempit. Tapi bukankah semangat kepemimpinan adalah juga tanggung jawab moral? Bukan soal wajib atau tidak wajib, tapi tentang mau atau tidak mau. Dan sikap Jokowi menunjukkan satu hal yang jelas: ia lebih memilih mempertahankan misteri ketimbang menjawab secara jujur.

Barangkali karena itulah, publik mulai membaca Jokowi bukan lagi sebagai tokoh yang jujur, sederhana, dan transparan seperti narasi yang dibangun sejak 2014, melainkan sebagai figur yang lihai menghindar dari pertanggungjawaban, sambil membungkus semuanya dalam citra populis yang menenangkan. Ia bisa tampil santai di tengah badai, tapi diam ketika publik menuntut kebenaran.

Di titik inilah frasa ā€œlebih baik ngaco daripada ngakuā€ menjadi relevan. Sebab dalam setiap peluang untuk menjelaskan, yang dipilih justru jalan zig-zag. Dalam setiap kesempatan untuk membuka, yang ditawarkan justru penutupan. Maka bukan kebenaran yang dimenangkan, melainkan kepalsuan yang dipelihara dengan retorika.

Jika dulu masyarakat percaya bahwa Jokowi adalah simbol kesederhanaan, hari ini banyak yang mulai melihatnya sebagai sosok yang melindungi masa lalunya dengan kabut ketidakterbukaan. Dan sejarah—seperti yang selalu diingatkan oleh waktu—tak pernah ramah kepada mereka yang lebih memilih berkelit daripada mengakui.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hati-Hati, Tentara Juga Jago Perang Gosip: Saat Psychological Warfare Merambah Kampus Depok

Next Post

Saatnya Kejaksaan Agung Ambil Alih Kasus Pagar Laut TangerangĀ  Di Tengah Mandegnya Ditangan Polri

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pikiran Todung Mulya Lubis
Feature

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan
Feature

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal
Feature

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026
Next Post
Apa Kata KKP Tentang Pagar Misterius di Perairan Tangerang?

Saatnya Kejaksaan Agung Ambil Alih Kasus Pagar Laut TangerangĀ  Di Tengah Mandegnya Ditangan Polri

Pendiri Taman Safari Membantah  Isu Penyiksaan Terhadap Pemain Circus

Pekan Depan Bareskrim Polri Akan Diskusikan Dugaan Eksploitasi Sirkus OCI dengan Kementerian PPPA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026
Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

Dari Jahiliyah ke Tauhid: Kontinuitas Tradisi Arab dan Lahirnya Islam Awal

May 14, 2026

Lingkungan Bersih (Ketika Korupsi Tidak Lahir dari Orang Jahat, tetapi dari Sistem yang Membiarkan Celah)

May 14, 2026
Tak Ada Kuasa yang Benar-Benar Bisa Bernegosiasi dengan Nurani

ā€œPulih 99 Persenā€, Jokowi Siap Keliling Indonesia: Konsolidasi Relawan atau Pemanasan Politik Baru?

May 14, 2026
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pikiran Todung Mulya Lubis

Pikiran Todung Mulya Lubis

May 14, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Impeachment Donald Trump dalam Sistem Politik Amerika Serikat Memahami Impeachment: Bukan Kudeta Politik

May 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...