• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Hati-Hati, Tentara Juga Jago Perang Gosip: Saat Psychological Warfare Merambah Kampus Depok

Hati-Hati, Tentara Juga Jago Perang Gosip

Ali Syarief by Ali Syarief
April 19, 2025
in Feature, Politik
0
Hati-Hati, Tentara Juga Jago Perang Gosip: Saat Psychological Warfare Merambah Kampus Depok
Share on FacebookShare on Twitter

Kampus bukan barak. Tapi belakangan ini, ruang-ruang diskusi mahasiswa mulai terasa seperti pos pengamatan militer. Tak ada teriakan komando, tak ada laras panjang, hanya senyum ramah, jabat tangan, dan… unggahan Instagram yang mencurigakan.

Rabu, 16 April 2025, Universitas Indonesia—yang selama ini menjadi simbol nalar kritis dan kebebasan akademik—kedatangan tamu tak biasa. Komandan Kodim 0508/Depok, Kolonel Infanteri Imam Widhiarto, bersama seorang Babinsa, melenggang ke Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa UI), bertepatan dengan digelarnya Konsolidasi Nasional Mahasiswa. Kata mereka, datang atas undangan sahabat.

Di tangan warga sipil, momen itu diabadikan lewat lensa. Foto yang diunggah akun @pantauaparat menampilkan Dandim bersalaman dengan mahasiswa, dengan latar mobil dinas militer yang terparkir manis di area kampus. Narasi pun meluncur: intimidasi, pelanggaran kebebasan akademik, militerisme gaya baru.

TNI tak tinggal diam. Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi, buru-buru menepis tudingan. “Itu framing. Lihat fotonya, mereka senyum-senyum. Intimidasinya di mana?” ujar Kristomei kepada Kompas.com. Bahkan, ia menyebut narasi itu sebagai upaya untuk merongrong pemerintah dengan cara memojokkan TNI dan mahasiswa sekaligus.

Logika semacam ini memang khas militer: saat senjata tidak berbunyi, maka tak ada pelanggaran. Padahal, perang gaya baru tak lagi membutuhkan ledakan. Cukup satu kedipan mata di tengah konsolidasi mahasiswa, dan satu unggahan viral, lalu sisanya akan bekerja dengan sendirinya. Psychological warfare bukan teori kosong: ia hidup, bekerja senyap, dan sering kali justru menggunakan pendekatan non-konfrontatif. Lebih berbahaya dari nuklir, karena bisa melumpuhkan lawan tanpa peperangan.

Kasus UI bukan yang pertama. Sebelumnya, ada nota kesepahaman antara Universitas Udayana dan TNI. Ada juga cerita tentang aparat mendatangi diskusi mahasiswa di UIN Walisongo, Semarang. Semua diberi bingkai kerja sama, silaturahmi, dan penjajakan minat perwira karier.

Bahwa TNI sedang memperluas jangkauan, itu tak bisa disangkal. Tapi ketika jangkauan itu merambah kampus—ruang yang mestinya steril dari kekuasaan—maka ada pertanyaan mendasar: apa motif di balik sapaan hangat tersebut?

Pihak BEM UI belum memberikan keterangan resmi. Tetapi narasi resmi TNI yang bersikeras bahwa tak ada intimidasi, justru makin membuka ruang tafsir publik. Apalagi bila dibarengi pernyataan bahwa ada pihak-pihak yang ingin merongrong pemerintah. Retorika macam itu terlalu mirip masa lalu yang pernah kita sepakati untuk kita tinggalkan.

Pemerintah boleh menyangkal, TNI boleh menepis. Tapi mahasiswa dan publik berhak curiga. Sebab demokrasi sehat justru tumbuh dari kecurigaan wajar terhadap kekuasaan—termasuk ketika kekuasaan itu datang menyamar sebagai sahabat, dengan senyum dan salam.

Jika benar tak ada agenda tersembunyi, maka TNI mestinya tak keberatan untuk menjaga jarak dengan ruang-ruang dialektika mahasiswa. Karena ketika tentara mulai akrab dengan kampus, sejarah mengingatkan kita bahwa bahaya tak selalu datang dalam bentuk senjata.

Kadang, ia datang dalam bentuk jabat tangan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Panen Berlimpah, Gudang Kolaps: Risiko di Balik Euforia Serapan Gabah

Next Post

Jokowi: Lebih Baik Ngaco Daripada Ngaku

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?
Feature

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

July 27, 2026
SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING
Feature

SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

July 27, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowonisasi

July 26, 2026
Next Post
Menuju Jogja: Misi Membongkar Legitimasi Akademik Jokowi

Jokowi: Lebih Baik Ngaco Daripada Ngaku

Apa Kata KKP Tentang Pagar Misterius di Perairan Tangerang?

Saatnya Kejaksaan Agung Ambil Alih Kasus Pagar Laut Tangerang  Di Tengah Mandegnya Ditangan Polri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

July 27, 2026
SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

July 27, 2026
Habib Umar Alhamid Tolak Pelibatan TNI dalam Penarikan Pajak: Jangan Benturkan TNI dengan Rakyat

Habib Umar Alhamid Tolak Pelibatan TNI dalam Penarikan Pajak: Jangan Benturkan TNI dengan Rakyat

July 26, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowonisasi

July 26, 2026

Menebak Arah Orientasi Kebijakan Pendidikan: Sekolah Hendak Diabdikan untuk Siapa?

July 26, 2026
Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan

Diduga Lemah Pengawasan, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS Mojokerto Masih Bekerja Tanpa Sepatu Keselamatan

July 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

Mengapa Pesimis Indonesia Akan Memiliki Presiden yang Benar-Benar Hebat?

July 27, 2026
SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

SAYA MIMPI JADI KETUA UMUM PARTAI BAJING

July 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...