• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Panen Berlimpah, Gudang Kolaps: Risiko di Balik Euforia Serapan Gabah

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
April 19, 2025
in Economy, Feature
0
Bulog Karawang Serap Gabah Petani Meski Capai 136 Persen dari Target
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja-Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Walaupun panen raya padi musim tanam Oktober–Maret 2025 masih berlangsung, gelagat serapan gabah/beras yang luar biasa oleh Perum Bulog sudah terlihat nyata. Prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) bukan lagi sekadar proyeksi, melainkan telah menjelma menjadi fakta di lapangan. Penugasan pemerintah kepada Bulog untuk menyerap Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak-banyaknya, dijawab dengan sigap dan agresif.

Namun, di balik euforia serapan ini, benih persoalan mulai tumbuh. Apakah kesiapan infrastruktur dan sistem tata kelola kita mampu mengikuti derasnya aliran gabah yang masuk?

Tentang GKP dan GKG

GKP adalah gabah hasil panen yang telah dikeringkan hingga kadar airnya berkisar 20–25%. Sementara Gabah Kering Giling (GKG) lebih lanjut dikeringkan hingga kadar airnya turun ke sekitar 14%, menjadikannya bahan ideal untuk penggilingan. Kedua jenis gabah ini selama ini menjadi rujukan dalam penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Namun kini, hadir Keputusan Badan Pangan Nasional No. 14/2025 yang menghapus ketentuan kadar air dan kadar hampa dalam pembelian gabah. Siapa pun petaninya, seperti apa pun kualitas gabahnya, Bulog dan offtaker wajib membeli dengan harga tunggal: Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini tentu disambut suka cita oleh para petani. Tak ada lagi repot-repot menjemur atau menyortir gabah sesuai standar. Tak ada lagi kekhawatiran harga anjlok saat panen raya. Pemerintah seolah hadir membentengi petani dari jerat para tengkulak dan spekulan harga.

Namun apakah semua ini tanpa konsekuensi?

Antara Kebijakan Populis dan Kesiapan Teknis

Dari kaca mata sosial-ekonomi, kebijakan ini memang terkesan pro-rakyat. Tapi dari sisi hilir, justru muncul pertanyaan mendesak: siapkah Perum Bulog mengelola gabah dalam jumlah besar tanpa standar kualitas minimum?

Berlimpahnya serapan berarti bertumpuknya gabah dalam sistem logistik Bulog. Apakah gudang-gudang Bulog cukup menampung semuanya? Bagaimana kondisi infrastruktur penyimpanan saat ini—apakah terjaga, terpelihara, dan siap menampung gabah berkualitas “apa adanya”? Dan bagaimana pula kesiapan SDM-nya? Apakah jumlah dan keahlian mereka cukup untuk menangani lonjakan pasokan?

Jika tidak diantisipasi dengan perencanaan matang, justru kita sedang menanam bom waktu pangan: kelebihan stok, menurunnya kualitas beras, membengkaknya biaya penyimpanan dan distribusi, hingga potensi kerugian negara akibat gabah yang membusuk atau rusak karena penanganan yang tidak optimal.

Paradoks Keberlimpahan

Menteri Pertanian menyebut cadangan beras pemerintah akan mencapai 3,3 juta ton mulai Mei 2025. Bahkan Kepala Badan Pangan Nasional optimistis tahun ini akan terjadi surplus beras hingga 5 juta ton. Ini tentu menggembirakan, tapi di balik angka-angka itu, ada fakta yang tak boleh diabaikan: mayoritas gabah yang terserap belum tentu layak giling, apalagi layak konsumsi jangka panjang.

Dengan tidak adanya syarat kadar air dan kadar hampa, gabah yang dibeli bisa masuk kategori “gabah basah dan kotor”, yang akan memengaruhi kualitas beras dan mempercepat kerusakan saat disimpan.

Sukses penyerapan seharusnya dibarengi dengan sukses penyimpanan. Tanpa itu, kelebihan pasokan hanya akan menjadi bencana logistik dan kerugian ekonomi.

Penutup: Antisipasi, Bukan Euforia

Di atas kertas, serapan gabah tinggi adalah keberhasilan. Namun, tanpa kesiapan tata kelola penyimpanan dan distribusi, keberhasilan itu bisa berbalik menjadi beban. Jangan sampai panen raya yang seharusnya membawa berkah justru berubah menjadi ironi pangan: lumbung penuh tapi kualitas bobrok.

Pemerintah dan Perum Bulog harus bersiap. Sebab rakyat tak butuh sekadar simbol keberhasilan, melainkan jaminan bahwa beras di atas meja makan tetap berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menanti Prabowo Tancap Gas, Bukan Rem Tangan

Next Post

Hati-Hati, Tentara Juga Jago Perang Gosip: Saat Psychological Warfare Merambah Kampus Depok

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026
Feature

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026
Papua dalam Sorotan Dunia
Feature

Papua dalam Sorotan Dunia

May 28, 2026
Next Post
Hati-Hati, Tentara Juga Jago Perang Gosip: Saat Psychological Warfare Merambah Kampus Depok

Hati-Hati, Tentara Juga Jago Perang Gosip: Saat Psychological Warfare Merambah Kampus Depok

Menuju Jogja: Misi Membongkar Legitimasi Akademik Jokowi

Jokowi: Lebih Baik Ngaco Daripada Ngaku

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026
Papua dalam Sorotan Dunia

Papua dalam Sorotan Dunia

May 28, 2026
PSN PIK 2 Terindikasi Dugaan Korupsi

Prabowo Tidak Berani Mengembalikan Ke UU KPK Yg Awal – Mengejar Koruptor Hingga ke Antartika: Omon-Omon Belaka?

May 28, 2026
Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya

Dari Dwifungsi Menuju Omnipresen: Ketika Tentara Mengurus Semuanya

May 28, 2026
Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo

Harapan Rakyat Kandas di Janji Prabowo

May 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jembatan antara Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja, Antara Ideologi dan Fakta Empiris

May 28, 2026

Ketika Ilmu Dipisahkan Dari Agama (bagian 2 dari 3 tulisan) Mencari Jalan Keluar: Dari Islamisasi Ilmu hingga Sintesa Semu

May 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...