• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi & Sopir Bajaj

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
February 16, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Bukan Joko Widodo namanya kalau tidak pandai “ngeles” atau menghindar. Bahkan karena saking ahlinya dalam ilmu per-“ngeles”-an, sampai-sampai Presiden ke-7 RI itu sering dianalogikan dengan sopir Bajaj, kendaraan roda tiga asal India.

Ya, sopir Bajaj-lah yang pandai “ngeles” kiri-kanan untuk mencari celah jalan agar tak terjebak kemacetan lalu-lintas Jakarta. Kalau mau belok, apakah ke kiri atau ke kanan, sopir Bajaj sering tanpa menyalakan lampu “sign” terlebih dahulu. Dus, hanya Tuhan dan sopir itu sendiri yang tahu Bajaj-nya mau belok ke kiri atau ke kanan.

Begitu pun Jokowi. Hanya Tuhan dan dia sendiri yang tahu maksud dari apa yang dia lakukan atau ucapkan. Ngeles pun sudah biasa dia lakukan.

Ketika putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 90 Tahun 2023 yang meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden di Pemilihan Presiden 2024 dinyatakan melanggar etika, Jokowi tak merasa bersalah. Ia dengan enteng menyatakan, itu adalah urusan MK sebagai lembaga yudikatif, bukan urusan Presiden sebagai lembaga eksekutif. Yudikatif dan eksekutif berbeda ranah.

Padahal semua orang tahu. Jokowi patut diduga mengondisikan putusan kontroversial tersebut melalui Anwar Usman, Ketua MK saat itu. Gibran adalah anak sulung Jokowi, sedangkan Anwar adalah adik ipar Jokowi. Dengan kata lain, Gibran adalah keponakan Anwar.

Teranyar adalah Jokowi “ngeles” saat dituduh melemahkan posisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui revisi Undang-Undang (UU} KPK dari UU No 30 Tahun 2002 menjadi UU No 19 Tahun 2019.

Ketika bekas Ketua KPK Abraham Samad mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar UU KPK direvisi untuk menguatkan lembaga antirasuah itu, Jokowi mengaku setuju.

Wong Solo itu menyebut revisi UU KPK adalah inisiatif DPR, bukan Presiden, bahkan dirinya tidak menandatangani hasil revisi UU KPK itu yang kemudian menjadi UU No 19 Tahun 2019 dari sebelumnya UU No 30 Tahun 2002.

Padahal, Jokowi selaku Presiden tanda tangan atau tidak tanda tangan, sebuah UU otomatis berlaku setelah 30 hari disahkan DPR. Hal ini diatur dalam Pasal 20 ayat (5).  Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Faktanya, Jokowi saat menjabat Presiden mengirim utusan untuk membahas revisi UU KPK bersama Komisi III DPR. Bahwa setelah revisi itu selesai Jokowi tak mau tanda tangan, itu hanya upaya ngeles karena banyak kalangan menolak revisi UU KPK yang terbukti hasilnya justru melemahkan posisi lembaga antirasuah itu. Jokowi lepas tangan untuk menghindari tanggung jawab di kemudian hari.

Akhirnya terbukti Jokowi benar-benar tak mau tanggung jawab dan mencoba lepas tangan ketika posisi KPK kini benar-benar lemah.

Revisi UU KPK itu, sekali lagi kata Jokowi, merupakan inisiatif DPR, bukan Presiden, bahkan dirinya tidak tanda tangan untuk meresmikan berlakunya UU tersebut.

Kini, ketika revisi UU KPK dituduh sebagai biang kerok pelemahan KPK, Jokowi ngeles dan menuduh DPR sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.

Hal itulah yang tak pernah dipikirkan DPR atau siapa pun di mana di kemudian hari ternyata Jokowi mengelak. Ngeles. Jokowi menolak dituduh sebagai biang kerok pelemahan KPK. Bekas Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini justru menunjuk DPR sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap upaya pelemahan KPK.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sekolah Victory Plus: Siapkan Generasi Tangguh Lewat Pendidikan Global dan Karakter Kuat

Next Post

Politik Perut Soeharto vs Prabowo: Swasembada vs Makan Gratis yang Bergantung Utang

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Politik Perut Soeharto vs Prabowo: Swasembada vs Makan Gratis yang Bergantung Utang

Politik Perut Soeharto vs Prabowo: Swasembada vs Makan Gratis yang Bergantung Utang

Nietzsche, Puasa, dan Disiplin Asketik: Antara Kumis Lebat dan Perut Lapar

Nietzsche, Puasa, dan Disiplin Asketik: Antara Kumis Lebat dan Perut Lapar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...