• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Nietzsche, Puasa, dan Disiplin Asketik: Antara Kumis Lebat dan Perut Lapar

Ali Syarief by Ali Syarief
February 16, 2026
in Feature, Spiritual
0
Nietzsche, Puasa, dan Disiplin Asketik: Antara Kumis Lebat dan Perut Lapar
Share on FacebookShare on Twitter

Friedrich Nietzsche—filsuf Jerman berkumis tebal dan kening berlipat—barangkali akan mengernyitkan dahi jika diajak sahur. Bukan karena makanannya, tapi karena konsepnya: mengapa manusia harus menahan diri dari sesuatu yang justru membuktikan bahwa ia hidup? Bagi Nietzsche, tubuh adalah panggung utama kehidupan, bukan musuh yang harus dijinakkan. Maka ketika agama datang membawa disiplin asketik—puasa, pantangan, pengekangan—Nietzsche spontan mencium aroma yang tidak sedap: bau moralitas budak.

Dalam Genealogy of Morals, Nietzsche menuduh asketisme sebagai strategi orang-orang lemah yang gagal menaklukkan dunia, lalu mengalihkan dendamnya dengan menciptakan moral: lapar dijadikan suci, menderita diberi mahkota pahala. Singkatnya, bagi Nietzsche, puasa bukan tanda keagungan jiwa, tapi cara elegan meromantisasi kekalahan tubuh.

Namun, mari kita berhenti sejenak. Tarik napas. Minum air hangat (kalau bukan Ramadan). Lalu bertanya pelan-pelan: benarkah disiplin asketik selalu soal kebencian pada tubuh?

Di sinilah diskusi menjadi menarik—dan Nietzsche, meski galak, tidak bisa dijadikan hakim tunggal.

Sebab dalam praktiknya, puasa—terutama dalam tradisi Islam—tidak pernah bermaksud membunuh tubuh. Ia hanya mengajaknya berpuasa bicara berlebihan. Tubuh tidak dilarang makan selamanya, hanya diminta menunggu. Tidak diminta mati syahwat, hanya disuruh antre. Ini bukan pembunuhan hasrat, tapi pendidikan kesabaran. Dan pendidikan, seperti kita tahu, selalu menyebalkan di awal.

Bisa mungkin aku menulis begini: “Puasa itu bukan soal perut kosong, tapi soal kepala yang tidak kebanyakan maunya.” Orang yang lapar tapi tetap waras, barangkali lebih berbahaya bagi tirani daripada orang kenyang tapi nurut.

Nietzsche memuja will to power—kehendak untuk berkuasa. Tapi agama, dengan segala asketismenya, diam-diam juga sedang mengajarkan bentuk kuasa lain: kuasa atas diri sendiri. Bukan kuasa menjajah, tapi kuasa menunda. Dan di zaman modern, kemampuan menunda ini justru barang langka. Semua serba instan: lapar—pesan, birahi—geser layar, marah—tulis status.

Maka pertanyaannya bukan lagi: siapa yang lebih benar, Nietzsche atau asketisme? Tapi:
Apakah manusia modern masih cukup kuat untuk tidak menuruti semua keinginannya sendiri?

Nietzsche takut manusia menjadi jinak karena moral. Tapi zaman ini justru melahirkan manusia yang jinak karena algoritma. Tubuh tidak lagi dikekang agama, tapi dikurung iklan. Syahwat tidak disucikan, tapi dijadikan komoditas. Kalau Nietzsche hidup hari ini, mungkin dia akan marah bukan pada puasa, tapi pada flash sale.

Akhirnya, puasa—dan disiplin asketik secara umum—tidak harus dilihat sebagai penjara tubuh, melainkan latihan kebebasan tingkat lanjut. Bebas bukan berarti menuruti semua dorongan, tapi mampu berkata: “Tidak sekarang.”

Dan itu, sayangnya, adalah kalimat yang bahkan Nietzsche pun mungkin sulit mengucapkan… apalagi saat lapar.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Politik Perut Soeharto vs Prabowo: Swasembada vs Makan Gratis yang Bergantung Utang

Next Post

Usia Panjang di Jepang: Ketika Gaya Hidup Menjadi Falsafah Hidup

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Usia Panjang di Jepang: Ketika Gaya Hidup Menjadi Falsafah Hidup

Usia Panjang di Jepang: Ketika Gaya Hidup Menjadi Falsafah Hidup

MENJUAL SAWAH DEMI ANAK SEKOLAH

JAWA BARAT TERANCAM LAPAR: MENDESAK MEMBENTUK DEWAN PANGAN PROVINSI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...