• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

Ali Syarief by Ali Syarief
April 19, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu frasa yang sederhana, tetapi memuat tuntutan yang nyaris mustahil: presiden harus optima prima. Ia bukan sekadar slogan, bukan pula kosmetika bahasa yang lazim dipakai dalam pidato-pidato kekuasaan. Dalam tangan seorang seperti Prabowo Subianto, frasa itu menjelma menjadi metafora tentang manusia yang ditarik ke puncak—lalu diuji apakah ia mampu tetap menjadi manusia.

“Optima prima” adalah tuntutan untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik. Namun, di situlah paradoks dimulai. Sebab kekuasaan, pada dasarnya, adalah ruang yang cenderung mengikis kepekaan. Ia membungkus pemimpin dalam lingkaran pujian, menjauhkannya dari suara yang jujur, dan perlahan mengubah “yang terbaik” menjadi “yang paling dipuja.” Maka, ketika seorang presiden diminta menjadi optima prima, sesungguhnya yang dituntut bukan hanya kecerdasan, keberanian, atau ketegasan—melainkan kemampuan untuk melawan ilusi yang diciptakan oleh kekuasaan itu sendiri.

Dalam makna filosofisnya, optima prima bukanlah puncak, melainkan proses yang tak pernah selesai. Ia seperti garis horizon: dikejar, tetapi tak pernah benar-benar digenggam. Presiden yang optima prima bukan yang mengklaim dirinya sempurna, melainkan yang sadar bahwa setiap keputusan adalah pertaruhan moral, setiap kebijakan adalah refleksi dari nurani yang diuji di hadapan jutaan nasib manusia.

Di sinilah metafora Prabowo Subianto menemukan kedalamannya. Ia seolah ingin mengatakan bahwa menjadi presiden bukan sekadar memimpin negara, tetapi memimpin diri sendiri. Sebab negara, pada akhirnya, hanyalah cermin dari jiwa pemimpinnya. Jika jiwanya dikuasai ambisi, negara akan menjadi arena perebutan. Jika jiwanya dipenuhi ketakutan, negara akan menjadi ruang represi. Tetapi jika jiwanya ditempa oleh kesadaran, maka negara berpeluang menjadi ruang keadilan.

Namun, apakah mungkin manusia mencapai optima prima? Di sinilah realitas berbicara dengan nada getir. Sejarah menunjukkan bahwa kekuasaan sering kali melahirkan kompromi—dan kompromi adalah musuh dari kesempurnaan. Presiden harus bernegosiasi dengan kepentingan, berhadapan dengan tekanan politik, dan sering kali memilih di antara dua keburukan. Maka optima prima tidak lagi berarti tanpa cacat, melainkan kemampuan untuk memilih cacat yang paling sedikit melukai rakyat.

Dalam konteks ini, optima prima berubah menjadi etika, bukan estetika. Ia bukan tentang tampilan luar kepemimpinan, tetapi tentang keberanian untuk bertanggung jawab. Presiden yang optima prima adalah ia yang berani mengakui kesalahan, bukan menyembunyikannya; yang membuka ruang kritik, bukan menutupnya; yang menempatkan rakyat sebagai tujuan, bukan alat.

Lebih jauh, optima prima juga mengandung dimensi spiritual. Ia menuntut kerendahan hati—sebuah kualitas yang justru paling langka dalam kekuasaan. Seorang presiden yang menyadari bahwa dirinya hanyalah perantara, bukan pusat dari segalanya, akan lebih dekat pada makna optima prima daripada mereka yang merasa dirinya tak tergantikan. Dalam kerendahan hati itu, kekuasaan tidak lagi menjadi alat dominasi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada rakyat, tetapi juga kepada sejarah.

Akhirnya, frasa “presiden harus optima prima” bukanlah deskripsi, melainkan aspirasi. Ia adalah standar yang mungkin tak pernah sepenuhnya tercapai, tetapi harus terus dikejar. Sebab tanpa standar itu, kepemimpinan akan jatuh ke dalam mediokritas; dan mediokritas dalam kekuasaan bukan sekadar kegagalan—ia adalah pengkhianatan terhadap harapan rakyat.

Di titik inilah kita memahami: optima prima bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang tidak pernah berhenti memperbaiki diri. Dan mungkin, di situlah letak keagungannya—bahwa seorang presiden, betapapun tingginya ia berdiri, tetap harus belajar untuk terus merendah, agar ia layak disebut sebagai yang terbaik, bukan dalam klaim, tetapi dalam makna.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Next Post

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Feature

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Next Post
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...