• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Ali Syarief by Ali Syarief
April 19, 2026
in Feature, Spiritual
0
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Share on FacebookShare on Twitter

Di sebuah kesempatan acara Halal Bilhalal di Garut, saya berada pada posisi yang tidak bisa dihindari: yang paling “ditua-tuakan.” Maka seperti lazimnya tradisi kita, saya diminta menyambut, lalu memberi sedikit wejangan. Bukan sesuatu yang luar biasa, tapi dari situlah percakapan kecil justru membuka satu renungan besar.

Saya memilih berbicara tentang satu hal yang sering luput dari kesadaran kita sendiri: mengapa bangsa China bisa maju?

Banyak jawaban bisa diberikan—teknologi, disiplin, sistem pendidikan, atau kekuatan ekonomi negara. Tapi ada satu fondasi yang jarang dibahas secara jujur, padahal ia bekerja diam-diam, mengakar, dan menentukan arah: budaya relasi.

Dalam tradisi Tiongkok, dikenal sebuah konsep yang sangat kuat, yaitu guanxi—jaringan hubungan antarmanusia yang dibangun di atas kepercayaan, loyalitas, dan timbal balik. Ia bukan sekadar pertemanan, bukan pula sekadar koneksi profesional. Guanxi adalah investasi sosial yang dirawat dalam waktu panjang, bahkan lintas generasi.

Orang-orang dalam jaringan guanxi tidak sekadar saling mengenal, tetapi saling menjaga. Hubungan tidak dibiarkan dingin, tidak pula bersifat transaksional jangka pendek. Ia hidup, bergerak, dan menjadi jalur mengalirnya peluang, informasi, bahkan perlindungan.

Di titik ini, saya mengatakan kepada hadirin: kita sebenarnya tidak asing dengan konsep itu.

Dalam Islam, kita mengenalnya sebagai silaturahmi.

Sebuah ajaran yang tidak hanya mendorong hubungan baik, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari ibadah. Silaturahmi bukan sekadar memperpanjang jaringan sosial, melainkan memperluas rahman-rahim dalam kehidupan. Ia bukan hanya soal “siapa yang kita kenal,” tetapi “seberapa dalam kita menjaga dan merawat hubungan itu.”

Ironisnya, di sinilah letak persoalan kita.

Apa yang dalam ajaran kita bernilai spiritual tinggi, justru sering kita jalankan secara seremonial. Silaturahmi hadir dalam momen-momen tertentu—Idul Fitri, undangan, atau acara formal—namun jarang menjadi kekuatan sosial yang terstruktur dan berkelanjutan.

Sementara itu, di tempat lain, nilai yang serupa justru dihidupkan secara konsisten dan dijadikan fondasi kemajuan.

Bangsa China tidak lebih “unggul” dalam konsepnya. Mereka hanya lebih disiplin dalam menjalankannya.

Dari relasi yang terjaga, lahir kepercayaan. Dari kepercayaan, tumbuh kerja sama. Dari kerja sama, tercipta kekuatan ekonomi. Dan dari kekuatan ekonomi, terbentuklah peradaban yang kokoh.

Semua itu berawal dari sesuatu yang sederhana: menjaga hubungan.

Di tengah penjelasan itu, saya teringat pada seorang ustadz yang juga dosen lintas budaya—sebut saja Ustadz Ali. Ia selalu menarik ketika berbicara, karena tidak berhenti pada dalil, tetapi bergerak dengan data. Ia menunjukkan bagaimana nilai-nilai yang kita yakini sebenarnya telah terbukti bekerja di berbagai peradaban, termasuk yang tidak menjadikannya sebagai ajaran agama.

Di situlah kita seperti disadarkan kembali—bahwa masalah kita bukan kekurangan nilai, melainkan kekurangan kesungguhan dalam menghidupkan nilai.

Silaturahmi bukan sekadar anjuran moral. Ia adalah infrastruktur sosial. Ia bisa menjadi kekuatan ekonomi, kekuatan politik, bahkan kekuatan peradaban—jika dijalankan dengan kesadaran dan konsistensi.

Pertanyaannya sederhana, tapi tidak ringan: mengapa apa yang kita miliki sebagai ajaran, justru lebih berhasil dijalankan oleh orang lain sebagai budaya?

Barangkali jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Bahwa kita terlalu sering merasa cukup dengan mengetahui, tanpa benar-benar mengamalkan.

Dan di Garut, dalam percakapan sederhana itu, saya hanya ingin mengingatkan satu hal: jangan sampai kita kehilangan kekuatan kita sendiri—bukan karena tidak punya, tetapi karena tidak menjaganya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

Next Post

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Birokrasi

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Next Post
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...