Jakarta-Fusilatnews- Di tengah pesatnya perubahan dunia, orang tua semakin menyadari bahwa pendidikan tidak lagi cukup hanya berfokus pada nilai akademik. Anak-anak membutuhkan bekal karakter, cara berpikir kritis, serta kemampuan beradaptasi agar mampu bertahan dan sukses di masa depan.
Itulah yang menurut Yustina Ries Sunarti sejak awal menjadi komitmen Sekolah Victory Plus (SVP), sekolah pelopor di Kota Bekasi, Jawa Barat, yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) secara utuh dari jenjang pendidikan usia dini hingga kelas 12 atau SMA.
Ditemui di sela acara TEDx SVP Youth Indispensable Sifths di sekolah itu, Jumat (13/2/2026), Yustina yang merupakan salah satu pendiri SVP mengungkapkan, berdiri sejak 1998, Sekolah Victory Plus dikenal sebagai sekolah pertama di Bekasi yang mengimplementasikan kurikulum IB secara berkesinambungan.
“Melalui visinya untuk mendidik dan membangun komunitas pembelajar sepanjang hayat, SVP menyiapkan peserta didik agar tumbuh menjadi warga dunia yang berkarakter, berpikiran terbuka, berjiwa kewirausahaan, peduli, dan bertanggung jawab,” kata Yustina. 
Pendekatan pendidikan di SVP, kata wanita enerjik kelahiran Tegal, Jawa Tengah, ini dirancang secara holistik dan berkelanjutan. “Pendidikan dimulai sejak usia dini, bahkan sejak usia 6 bulan hingga 6 tahun, melalui program Pendidikan Anak Usia Dini yang mengadopsi metode Montessori dan kerangka IB Primary Years Programme (PYP). Pada jenjang Sekolah Dasar, IB PYP terus diterapkan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan belajar. Proses ini kemudian berlanjut ke IB Middle Years Programme (MYP) untuk siswa kelas 7 hingga 10, sebelum akhirnya ditutup dengan IB Diploma Programme (DP) di kelas 11 dan 12, sebuah program yang diakui secara global dan mempersiapkan siswa memasuki universitas-universitas terbaik dunia,” jelasnya.
Yustina mengklaim, separuh lulusan sekolahnya diterima di perguruan tinggi-perguruan tinggi terbaik luar negeri.
Namun, katanya, keunggulan SVP tidak hanya terletak pada kurikulumnya. “Sekolah ini secara konsisten menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata. Salah satunya melalui penyelenggaraan TEDxSVP Youth, acara tahunan yang digelar pada 13 Februari 2026.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyuarakan ide, gagasan, dan refleksi kritis mereka terhadap dunia yang terus berubah. Hal ini juga melatih para peserta didik untuk bisa lebih percaya diri mengungkapkan ide mereka di depan umum, ” cetusnya.
Mengusung tema Indispensable Shift, TEDxSVP Youth tahun ini menampilkan sembilan siswa sebagai pembicara, didampingi oleh tiga profesional dari berbagai bidang. Tema tersebut menggali pemahaman bahwa perubahan adalah keniscayaan dan kemampuan untuk beradaptasi, berpikir fleksibel, serta berani mengambil peran menjadi kunci untuk bertahan dan sukses di masa depan.
Dalam wawancaranya, Yustina Ries Sunarti, sekali lagi salah satu pendiri Sekolah Victory Plus, menegaskan bahwa pendidikan sejati adalah tentang membekali anak dengan cara berpikir, bukan sekadar memberi jawaban.
“Dunia terus berubah dengan sangat cepat. Anak-anak kita perlu belajar bagaimana belajar, bagaimana berani menyuarakan ide, dan bagaimana menjadi pribadi yang berkarakter. Inilah mengapa kami percaya bahwa pengalaman seperti TEDx Youth sangat penting karena di sanalah anak belajar menemukan suaranya dan makna dari pembelajaran itu sendiri,” tukasnya.
Profil Yustina
Yustina Ries Sunarti juga dikenal sebagai pakar pendidikan dan lifelong learner. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Bahasa Inggris di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, dan melanjutkan studi Magister di State University of New York (SUNY), Buffalo, Amerika Serikat.
Dengan pengalaman panjang di dunia pendidikan, Yustina kerap menjadi pembicara dalam berbagai seminar bertema pendidikan dan pengembangan karakter, khususnya yang membekali orang tua dengan strategi parenting yang relevan dengan tantangan zaman.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga.
“Bukan hanya anak yang perlu terus belajar. Orangtua pun perlu bertumbuh agar mampu mendampingi anak secara selaras antara pembelajaran di rumah dan di sekolah,” ujarnya.
Melalui filosofi inilah Sekolah Victory Plus memposisikan diri bukan hanya sebagai tempat belajar, melainkan juga sebagai mitra orang tua dalam menyiapkan generasi masa depan. Generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, berempati, dan siap menjadi pemimpin yang memberi dampak positif bagi dunia.


























