• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

SP3, Perintah Jokowi – Matinya Asas Persamaan di Depan Hukum

Ali Syarief by Ali Syarief
February 16, 2026
in Feature, Law, Tokoh/Figur
0
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pengakuan Eggy Sudjana tentang proses dihentikannya perkara hukum yang menjerat dirinya seharusnya tidak dibaca sebagai gosip politik, melainkan sebagai alarm keras bagi negara hukum. Eggy menyatakan bahwa ia meminta Presiden Joko Widodo menyampaikan permohonan SP3 kepada kepolisian, dan Presiden—menurut pengakuan tersebut—meneruskan permintaan itu kepada aparat yang berada di rumahnya.

Perlu ditegaskan sejak awal: hingga kini tidak ada bukti tertulis maupun pernyataan resmi Presiden Jokowi yang secara eksplisit menyebutkan adanya perintah penghentian penyidikan. Namun, justru di situlah masalah besarnya. Sebab dalam negara hukum, persoalan utamanya bukan ada atau tidaknya surat perintah, melainkan mengapa Presiden berada di dalam alur komunikasi perkara hukum yang sedang berjalan.

Ketika Kekuasaan Hadir, Hukum Menyingkir

SP3 adalah instrumen hukum yang lahir dari penilaian yuridis: cukup atau tidaknya alat bukti, terpenuhi atau tidaknya unsur pidana. Ia bukan produk negosiasi personal, apalagi hasil lobi politik. Maka ketika sebuah perkara berhenti setelah permintaan disampaikan melalui Presiden, publik berhak bertanya: apakah hukum masih bekerja sebagai sistem, atau sudah berubah menjadi relasi?

Di titik ini, istilah “perintah Jokowi” tidak harus dibaca secara sempit sebagai instruksi administratif formal. Ia adalah tafsir atas daya pengaruh kekuasaan presiden yang sedemikian besar sehingga satu pesan, satu permintaan, atau satu “tolong disampaikan” cukup untuk menggerakkan institusi penegak hukum.

Presiden tidak pernah menjadi warga biasa. Dalam sistem kekuasaan yang hierarkis dan loyalistik, setiap kata Presiden mengandung makna komando, meski tidak pernah dicatat di atas kertas.

SP3 dan Selektivitas Hukum

Kasus ini menjadi semakin problematik ketika dibandingkan dengan perkara lain yang berada dalam spektrum serupa—ekspresi, pendapat, dan kritik—namun tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Eggy Sudjana dan DHL memperoleh SP3. Sementara Roy Suryo, Rismon, dan Tifa tetap diproses, tanpa keringanan serupa.

Jika konstruksi hukumnya benar-benar sama, maka perbedaan perlakuan ini sulit dijelaskan dengan alasan yuridis semata. Yang tersisa adalah dugaan paling tidak nyaman: asas persamaan di depan hukum telah mati, digantikan oleh asas kedekatan dengan kekuasaan.

Hukum tidak lagi bertanya “apa perbuatannya”, tetapi “siapa orangnya”.

Polisi dan Bayang-Bayang Kekuasaan

Frasa “polisi yang berada di rumah Presiden” mengandung simbol yang kuat. Ia menggambarkan betapa dekatnya jarak antara kekuasaan politik dan aparat penegak hukum. Dalam kondisi seperti ini, polisi tidak perlu diperintahkan secara eksplisit. Sistem sudah bekerja secara otomatis, membaca arah angin kekuasaan dan menyesuaikan langkah.

Inilah bentuk paling halus dari intervensi: tidak represif, tidak kasar, tapi efektif. Kekuasaan tidak turun tangan secara langsung, cukup hadir—dan hukum akan menyingkir dengan sendirinya.

Ketiadaan Bukti Bukan Pembelaan

Sebagian orang mungkin berkilah: tidak ada surat, tidak ada pernyataan resmi, maka tidak ada masalah. Pandangan ini keliru. Dalam praktik kekuasaan modern, ketiadaan jejak justru sering menjadi cara paling aman untuk mengendalikan hukum.

Masalahnya bukan pada pembuktian pidana terhadap presiden, melainkan pada rusaknya etika konstitusional. Presiden seharusnya menjaga jarak absolut dari proses hukum, terutama ketika perkara itu berkaitan dengan kritik terhadap dirinya atau kekuasaannya.

Ketika jarak itu hilang, yang runtuh bukan satu perkara, melainkan kepercayaan publik terhadap keadilan.

Penutup: Negara Hukum yang Tersisa Nama

Jika pengakuan Eggy Sudjana ini dibiarkan berlalu tanpa klarifikasi institusional yang serius, maka kita sedang menyaksikan pergeseran berbahaya: dari rule of law menuju rule of access. Dari hukum sebagai sistem, menjadi hukum sebagai privilege.

SP3 yang lahir dari kedekatan kekuasaan bukan sekadar penghentian perkara, melainkan penghentian prinsip.

Dan ketika asas persamaan di depan hukum mati, negara hukum tinggal nama—sementara keadilan berubah menjadi hak istimewa bagi mereka yang tahu ke mana harus mengetuk pintu.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Menyalahkan DPR, DPR Membuka Fakta: Siapa Bohongi Publik Soal UU KPK?

Next Post

Sekolah Victory Plus: Siapkan Generasi Tangguh Lewat Pendidikan Global dan Karakter Kuat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan
Feature

Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

July 1, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda
Feature

Prabowo Omon-Omon Antikorupsi – Kembalikan Ke UU KPK Awal – Berani?

July 1, 2026
Feature

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMISAHAN PERAN REPRESENTATIF DAN REGULATIF ORGANISASI ADVOKAT

July 1, 2026
Next Post
Sekolah Victory Plus: Siapkan Generasi Tangguh Lewat Pendidikan Global dan Karakter Kuat

Sekolah Victory Plus: Siapkan Generasi Tangguh Lewat Pendidikan Global dan Karakter Kuat

Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Jokowi & Sopir Bajaj

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Robohnya Benteng Moral Kami
Feature

Robohnya Benteng Moral Kami

by Karyudi Sutajah Putra
July 1, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Ada apa dengan Sudewo, sehingga bekas Bupati Pati, Jawa Tengah,...

Read more
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Perseteruan Hotman Paris vs Rasman Nasution Kian Sengit, Ini Kata IPW

Perseteruan Hotman Paris vs Rasman Nasution Kian Sengit, Ini Kata IPW

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

July 1, 2026
Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

July 1, 2026
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Prabowo Omon-Omon Antikorupsi – Kembalikan Ke UU KPK Awal – Berani?

July 1, 2026

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMISAHAN PERAN REPRESENTATIF DAN REGULATIF ORGANISASI ADVOKAT

July 1, 2026
Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tuai Sindiran: “Mantan Presiden Kok Masih Sibuk Cari Panggung Adat?”

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tuai Sindiran: “Mantan Presiden Kok Masih Sibuk Cari Panggung Adat?”

July 1, 2026
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

Amerika di Usia 250 Tahun: Bangga pada Masa Lalu, Cemas pada Masa Kini, Bimbang Menatap Masa Depan

July 1, 2026
Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

July 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist