Jakarta – Fusilatnews – Setelah posisinya dalam klasemen Liga Premier melorot dari tiga besar dalam klasemen Liga PrimerĀ Manchester City kembali ke posisi ketiga klasemen sementara Liga Primer Inggris, seusai menekuk Bournemouth dengan skor 3-1 pada pekan ke-37 di Stadion Etihad, Manchester, Rabu (21/5/2025) dini hari WIB. Laga ini menandai perpisahan Kevin de Bruyne dengan pendukung City.
Kemenangan City hadir berkat gol dari Omar Marmoush, Bernardo Silva, dan Nico Gonzalez, sedangkan Bournemouth sempat memperkecil ketertinggalannya melalui Daniel Jebbison.
Berkat kemenangan ini City telah mengumpulkan 68 poin dari 37 pertandingan dan naik ke posisi ketiga. Satu kemenangan atau berharap dua dari empat pesaingnya gagal menang pada laga terakhir cukup untuk mengamankan tiket ke Liga Champions.
Sementara Bournemouth tidak beranjak dari peringkat ke-11 klasemen sementara Liga Inggris dengan 53 poin dari 37 pertandingan, sudah tidak mungkin terdegradasi atau bersaing untuk kompetisi Eropa.
City mendominasi jalannya pertandingan dengan 58 persen penguasaan bola dan melepaskan 12 tendangan yang lima di antaranya tepat sasaran.
City langsung memperagakan permainan menyerang ketika pertandingan ini dimulai. The Citizens sempat memberikan ancaman melalui tendangan Mateo Kovacic dan Matheus Nunes. Namun dua peluang tersebut belum membuahkan hasil.
Tuan rumah akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit 14 setelah tendangan jarak jauh Omar Marmoush tak dapat dihentikan kiper Bournemouth Kepa Arrizabalaga, sehingga skor berubah menjadi 1-0.
Skuad asuhan Pep Guardiola terus menggempur lini pertahanan Bournemouth. Mereka dapat menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui gol yang dicetak Bernardo Silva setelah memanfaatkan umpan Ilkay Gundogan pada menit ke-38.
Memasuki babak kedua, City harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-67, karena Mateo Kovacic dikartu merah usai melakukan pelanggaran kepada penyerang Bournemouth Evanilson.
Keunggulan jumlah pemain Bournemouth tidak bertahan lama, karena Lewis Cook mendapatkan kartu merah langsung dari wasit akibat melakukan pelanggaran keras kepada Nico Gonzales pada menit ke-73.
Menjelang berakhirnya waktu normal, City dapat menambah keunggulan mereka menjadi 3-0, setelah Nico Gonzalez membobol gawang Bournemouth memanfaatkan umpan dari Matheus Nunes pada menit ke-89.
City mendominasi jalannya pertandingan dengan 58 persen penguasaan bola dan melepaskan 12 tendangan yang lima di antaranya tepat sasaran.
City langsung memperagakan permainan menyerang ketika pertandingan ini dimulai. The Citizens sempat memberikan ancaman melalui tendangan Mateo Kovacic dan Matheus Nunes. Namun dua peluang tersebut belum membuahkan hasil.
Tuan rumah akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit 14 setelah tendangan jarak jauh Omar Marmoush tak dapat dihentikan kiper Bournemouth Kepa Arrizabalaga, sehingga skor berubah menjadi 1-0.
Skuad asuhan Pep Guardiola terus menggempur lini pertahanan Bournemouth. Mereka dapat menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui gol yang dicetak Bernardo Silva setelah memanfaatkan umpan Ilkay Gundogan pada menit ke-38.
Memasuki babak kedua, City harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-67, karena Mateo Kovacic dikartu merah usai melakukan pelanggaran kepada penyerang Bournemouth Evanilson.
Keunggulan jumlah pemain Bournemouth tidak bertahan lama, karena Lewis Cook mendapatkan kartu merah langsung dari wasit akibat melakukan pelanggaran keras kepada Nico Gonzales pada menit ke-73.
Menjelang berakhirnya waktu normal, City dapat menambah keunggulan mereka menjadi 3-0, setelah Nico Gonzalez membobol gawang Bournemouth memanfaatkan umpan dari Matheus Nunes pada menit ke-89.
Pada waktu tambahan babak kedua, Bournemouth berhasil memperkecil ketertinggalannya menjadi 1-3 melalui gol Daniel Jebbison yang memanfaatkan kesalahan pemain City di menit 90+6. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan selesai.
“Ini sangat penting. Berada di Liga Champions setelah apa yang terjadi (musim ini) akan sangat menyenangkan,” kata pelatih City Pep Guardiola.
Perpisahan De Bruyne
De Bruyne membuat penampilan kandang terakhirnya untuk City sebelum meninggalkan klub sebagai agen bebas pada akhir musim ini. Setelah 10 tahun penuh trofi, pemain internasional Belgia itu disambut dengan spanduk besar dengan tulisan “King Kev” dan diberi tepuk tangan meriah saat ia digantikan pada babak kedua.
De Bruyne kehilangan peluang gemilang untuk menutup perpisahannya dengan sebuah gol saat gagal mencetak gol dari jarak dekat. Tendangannya membentur mistar gawang.
“Mengerikan, mengerikan,” kata De Bruyne tentang kegagalannya. “Tidak ada alasan. Anak saya akan sangat keras kepada saya hari ini.”





















