• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Kaleidoskop Kebohongan Jokowi – Memori Menjelang Lengser

Untuk Menutupi Satu Kebohongan, Diperlukan Dua Kebohongan Lain. Untuk Menutupi Dua Kebohongan, Diperlukan Empat Kebohongan Lain

Ali Syarief by Ali Syarief
September 19, 2024
in Crime, Feature, Politik
0
Kaleidoskop Kebohongan Jokowi – Memori Menjelang Lengser
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kehidupan politik, kebohongan sering kali menjadi alat untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan. Seperti sebuah rantai yang tak terputus, satu kebohongan memerlukan kebohongan lain untuk menutupinya, hingga akhirnya membentuk jaringan kebohongan yang rumit dan sulit diputus. Fenomena ini terlihat jelas dalam janji-janji yang disampaikan oleh Presiden Jokowi sejak masa kampanyenya, yang sayangnya banyak di antaranya kini dianggap hanya omong kosong belaka. Kebohongan ini tidak hanya menipu rakyat, tetapi juga melahirkan kebohongan lain yang lebih besar, dan pada akhirnya menuntut pertanggungjawaban yang serius.

Pada masa kampanye 2014, Jokowi muncul sebagai sosok yang membawa harapan baru bagi rakyat Indonesia. Dengan citra sederhana, ia menjanjikan berbagai perubahan besar yang menyentuh sektor-sektor fundamental, seperti kemandirian pangan, pendidikan berkualitas, infrastruktur, hingga pemberantasan korupsi. Namun, realitas politik membuktikan bahwa banyak dari janji tersebut tidak terealisasi, bahkan berbalik menjadi kebohongan yang dirasakan secara nyata oleh rakyat.

Salah satu janji yang paling mencolok adalah kemandirian pangan. Jokowi berjanji untuk menghentikan impor bahan pangan strategis seperti beras, jagung, dan garam, dengan mengandalkan potensi dalam negeri. Namun, seiring berjalannya waktu, pemerintahannya justru terus melakukan impor bahan pangan tersebut. Ironisnya, Indonesia yang dulu dikenal sebagai salah satu pusat rempah-rempah terbesar di dunia, kini bahkan harus mengimpor garam dan beras dari negara tetangga. Kebohongan terkait ketahanan pangan ini menjadi semakin sulit untuk ditutupi, karena jelas bertolak belakang dengan kenyataan yang dialami para petani dan masyarakat luas.

Tak berhenti di situ, janji reformasi pendidikan juga menjadi sebuah retorika yang tidak kunjung terbukti. Meskipun pembangunan infrastruktur fisik berjalan masif, kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan. Sebaliknya, dana dan perhatian lebih banyak tercurah pada proyek ambisius seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang menelan anggaran besar, termasuk biaya upacara Hari Kemerdekaan yang mencapai Rp 87 miliar. Ketika rakyat menghadapi kesulitan ekonomi, pengangguran, dan kemiskinan, prioritas pemerintah yang condong pada proyek-proyek besar ini hanya menambah kekecewaan.

Kebohongan lain yang sering kali muncul adalah soal mobil Esemka. Mobil ini diangkat sebagai simbol kebanggaan dan janji lahirnya mobil nasional di masa Jokowi menjadi Wali Kota Solo. Namun, setelah bertahun-tahun, mobil ini hanya menjadi ilusi yang tidak pernah benar-benar diproduksi secara massal. Proyek ini seolah dijadikan alat politik semata, dengan rakyat yang tetap menunggu tanpa kejelasan. Janji-janji semacam ini, yang gagal terwujud, menciptakan kesan bahwa pemerintah tidak hanya abai, tetapi juga sengaja menipu rakyat dengan janji palsu.

Salah satu kebohongan paling serius terkait penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Jokowi dalam berbagai kesempatan menyuarakan dukungannya untuk memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, revisi Undang-Undang KPK pada 2019 justru membuat lembaga ini lemah dan kurang efektif. Ini tidak hanya bertolak belakang dengan janji awal Jokowi, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmennya dalam memberantas korupsi. Ketika KPK dilemahkan, kebohongan ini meluas, karena pemerintah terlihat mendukung agenda politik tertentu alih-alih benar-benar membangun pemerintahan yang bersih.

Kasus paling kontroversial adalah terkait tuduhan ijazah palsu. Meski tuduhan ini telah dibantah oleh Jokowi dan pihak universitas yang bersangkutan, kasus ini tetap menjadi duri di tengah masyarakat yang meragukan keabsahan klaim-klaim yang disampaikan oleh presiden. Ijazah palsu, jika benar adanya, akan menjadi kebohongan dasar yang menggerogoti seluruh legitimasi kepemimpinannya.

Kebohongan-kebohongan ini, jika ditilik lebih dalam, bukan hanya soal janji yang tidak ditepati. Mereka telah menipu harapan rakyat dan menciptakan disonansi antara apa yang dijanjikan dan apa yang direalisasikan. Seperti pepatah, untuk menutupi satu kebohongan, dibutuhkan dua kebohongan lain, dan begitu seterusnya hingga kebohongan itu menumpuk menjadi gunung yang pada akhirnya tak bisa lagi disembunyikan. Inilah yang terjadi pada banyak janji Jokowi, di mana untuk menutupi kegagalan satu janji, kebohongan lain muncul, menambah kebingungan dan frustrasi rakyat.

Pada titik ini, kebohongan tidak lagi menjadi masalah politik semata, tetapi sudah menyentuh ranah hukum dan etika. Jokowi sebagai kepala negara harus bertanggung jawab atas janji-janjinya yang tak terealisasi. Dalam sistem demokrasi, kebohongan kepada rakyat adalah bentuk pengkhianatan terhadap mandat yang diberikan. Jokowi harus mempertanggungjawabkan kegagalan-kegagalannya, tidak hanya kepada rakyat, tetapi juga di hadapan hukum.

Rakyat Indonesia berhak mendapatkan kejelasan dan kejujuran dari pemimpinnya. Ketika pemimpin memilih untuk menipu, maka kepercayaan pun hancur. Dan ketika kepercayaan hancur, legitimasi kepemimpinan runtuh. Jokowi, dengan segala kebohongan yang telah terungkap, harus mempertanggungjawabkannya. Sebuah pertanggungjawaban yang bukan hanya moral, tetapi juga legal, demi menjaga integritas demokrasi di negeri ini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Markas DPP PKS Hari ini

Next Post

Mendampingi AI: 6 Keterampilan Emas untuk Bertahan di Era Teknologi Cerdas

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun
Crime

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Next Post
Mendampingi AI: 6 Keterampilan Emas untuk Bertahan di Era Teknologi Cerdas

Mendampingi AI: 6 Keterampilan Emas untuk Bertahan di Era Teknologi Cerdas

Ketika Pendukung Anies Pilih Ahmad Dhani di Pileg 2024: Fakta atau Salah Tafsir?

Ketika Pendukung Anies Pilih Ahmad Dhani di Pileg 2024: Fakta atau Salah Tafsir?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist