• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KAMPANYE MERAGAMKAN POLA MAKAN – B2SA

by
July 17, 2024
in Feature, Health
0
KAMPANYE MERAGAMKAN POLA MAKAN –  B2SA
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA –  (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Pengertian kampanye secara umum adalah cara untuk menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran, untuk meningkatkan kepedulian dan perubahan perilaku dari target audience.
Kampanye juga dapat dilihat sebagai alat advokasi kebijakan untuk menciptakan tekanan publik pada aktor-aktor kunci, misalnya peneliti/ilmuwan, media massa, dan pembuat kebijakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dilihat dari kacamata politik kampanye memiliki arti kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi politik atau calon yang bersaing memperebutkan kedudukan Presiden, lembaga legislatif dan lembaga eksekutif, untuk mendapat dukungan massa pemilih dalam suatu pemungutan suara.

Dalam kaitannya dengan kebijakan meragamkan pola makan masyarakat, dibutuhkan adanya skenario kampanye yang betul-betul utuh, holistik dan komprehensif. Strategi kampanye yang terukur sangat dibutuhkan. Terlebih jika kita ingin melahirkan model kampanye yang sistemik dan berkelanjutan. Jangan lagi kampanye meragamkan pola makan, dikemas ala kadarnya.

Program meragamkan pola makan masyarakat sendiri, sebetulnya telah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Sayang, dalam perkembangannya, program penganekaragaman pangan terkesan kalah pamor dengan program peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Pemerintah lebih serius menggenjot produksi ketimbang upaya diversifikasi pangan.

Kita tentu paham betul apa yang menjadi alasan, mengapa Pemerintah lebih mengutamakan peningkatan produksi dari pada program meragamkan pola makan. Sebab, secara politik, pangan harus selalu tersedia sepanjang waktu. Sedangkan kegiatan meragamkan pola makan dapat digarap kapan saja, selama bahan pangannya tersedia.

Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman), kini mengedepan jadi isu program diversifikasi pangan yang diandalkan Pemerintah. Menyedihkannya, suara B2SA ini baru terdengar sayup-sayup. Terkadang malah tak terdengar sama sekali. Badan Pangan Nasional yang diharapkan nampu tampil sebagai “prime mover” penerapan B2SA, juga masih belum optimal menunjukkan kinerja terbaiknya.

Lebih mengenaskan, jika dukungan anggaran Pemerintah terhadap Badan Pangan Nasional ini relatif kecil. Menyedihkannya lagi, ternyata anggaran Pemerintah Daerah (APBD) untuk pengembangan program B2SA pun terekam sekedarnya saja. Dengan bahasa lain, dapat dikatakan hanya sekedar menggugurkan kewajiban semata.

Dalam teori komunikasi Berlo (S-M-C-R), keberadaan Badan Pangan Nasional ini betul-betul cukup strategis. Sebagai lembaga pangan tingkat nasional, Badan Pangan Nasional, mestinya mampu tampil sebagai simpul koordinasi pembangunan pangan dalam spirit mewujudkan swasembada, ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan.

Dalam kampanye meragamkan pola makan ini, Badan Pangan Nasional sebagai “source” sudah seharusnya memiliki desain perencanaan yang matang dan terukur untuk jangka waktu cukup panjang. Sebut saja perencanaan kampanye meragamkan pola makan untuk 25 tahun ke depan. Desain ini penting, agar kegiatan ini dilakukan tidak seenak udelnya saja.

“Massage” nya juga harus jelas. Substansinya perlu benar-benar dikemas sedemikian rupa, sehingga rakyat dapat berempati terhadap program diversifikasi pangan. Pesan yang disampailan sebaiknya mampu menggugah nurani masyarakat atas betapa seriusnya langkah meragankan pola makan.

“Channel” umumnya berkaitan dengan media yang akan digunakan. Banyak metode dan model media yang cukup efektif untuk dijadikan alat bantu mengkampanyekan B2SA ini. Apakah mau menggunakan media sosial (medsos), media elektronik, media cetak, atau pun tatap muka langsung dengan masyarakat.

Terakhir soal “receiver”. Dalam ilmu komunikasi, penerima atau komunikan (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain. Dalam hubungan nya dengan program meragamkan pola makan, receivernya adalah masyarakat yang selama ini telah terhipnotis oleh beras sebagai makanan pokok. Peran pembuat pesan, sangat menentukan tercapai atau tidaknya tujuan yang diharapkan.

Model S-M-C-R versi Berlo diatas, sebetulnya dapat diterapkan dalam pola kampanye meragamkan pola makan masyarakat. Hanya penting dicatat, upaya meraih sukses atas sebuah ajakan dalam masyarakat yang terjebak dalam budaya patrimonoal, soal keteladanan merupakan hal serius untuk diterapkan dan dipertontonkan kepada masyarakat.

Meragamksn pola makan rakyat akan terwujud, jika para pemimpin bangsa, sesuai dengan tingkatannya, mampu memberi teladan bagaimana mengkonsumsi pangan B2SA itu ? Artinya, kita jangan berharap program B2SA akan sukses, jika dalam hidup kesehariannya, kita saksikan ada Gubernur atau Bupati melahap makanan tanpa menerapkan B2SA.

Sebagai catatan akhir dari tulisan ini, kembali penulis penting mengingatkan, jangan lagi Pemerintah menjadikan pendekatan sisi konsumsi hanya kebijakan ala kadarnya. Namun, para penentu kebijakan, sudah saatnya memposisikan sisi konsumsi tidak kalah penting dengan penanganan sisi produksi. Ini baru agdol !

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Breaking News: Hendry Ch Bangun Dipecat!

Next Post

Polda Sumut: Otak Pembakaran Rumah Wartawan di Karo Residivis

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Rumahnya Dibakar dan Keluarganya Tewas, Anak Wartawan Karo Berjuang Tuntut Keadilan Sampai Jakarta

Polda Sumut: Otak Pembakaran Rumah Wartawan di Karo Residivis

Kebijakan Kontroversi Gubernur NTT, Cetak Biru Pendidikan, dan Nestapa Siswa

Patogen Ketidakjujuran Telah Menginfeksi Tingkat Pelajar: Studi Kasus Skandal 51 Pelajar di Depok

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...