• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Kapolri Harus Tanggung Jawab Pembubaran Diskusi Tokoh Kritis di Kemang

fusilat by fusilat
September 29, 2024
in Crime, News, Pojok KSP
0
Kapolri Harus Tanggung Jawab Pembubaran Diskusi Tokoh Kritis di Kemang
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus bertanggung jawab atas peristiwa pembubaran diskusi bertajuk, “Silaturahmi Kebangsaan Diaspora Bersama Tokoh dan Aktivis Nasional” di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9/2024), oleh sekelompok pemuda yang menamakan diri Forum Tanah Air.

“Ironisnya, aksi pembubaran itu justru terjadi di hadapan petugas kepolisian yang hadir di tempat kejadian perkara atau TKP,” kata Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus SH di Jakarta, Minggu (29/9/2024).

Apa pun alasannya, kata Petrus, kehadiran sejumlah personel Polri di lokasi diskusi yang menghadirkan sejumlah tokoh kritis terhadap pemerintah itu, berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP) Polri, bertujuan untuk mengamankan dan melindungi pihak yang menjadi target aksi pembubaran sejumlah orang yang berunjuk rasa.

“Bukan sebaliknya, membiarkan aksi anarkis berupa pembubaran diskusi yang menghadirkan sejumlah tokoh kritis tersebut,” cetus Petrus yang juga Koordinator Pergerakan Advokat (Perekat) Nusantara.

Pertemuan atau diskusi sejumlah tokoh kritis tersebut, lanjut Petrus, adalah bagian dari pelaksanaan Pasal 28 UUD 1945 yang menjamin kemerdekaan berkumpul dan berpendapat.

“Karena itu harus dihomati dan dilindungi, apalagi yang hendak didiskusikan adalah tentang dinamika politik di Tanah Air terkait penyelenggaraan pemerintahan, demokrasi dan penegakan hukum, sebagai bagian dari partisipasi publik terhadap pembangunan yang haknya dijamin konstitusi dan perundang-undangan lainnya,” terangnya.

Oleh karena itu, tegas Petrus, tidak ada alasan bagi Polri untuk tidak melakukan penindakan terhadap otak atau aktor intelektual dan pelaku lapangan yaitu sejumlah anak muda yang datang membubarkan diskusi sejumlah tokoh nasional dimaksud.

“Ini jelas sebagai upaya untuk mencoreng wajah pemerintahan yang akan datang di era Prabowo Subianto yang sebentar lagi dilantik, sekaligus menjadi bukti bahwa institusi Polri sangat lemah dalam mengemban misi perlindungan terhadap warga negara Indonesia,” sesalnya.

“Faktanya, tidak ada penjelasan bahwa Polri telah menindak para pelaku. Padahal apa yang terjadi dengan pembubaran diskusi di Kemang itu adalah bagian dari peristiwa pidana persekusi, pengrusakan barang dan teror yang terjadi di hadapan petugas kepolisian, terlebih tidak ada penjelasan bahwa Polri telah menangkap para pelaku lapangan di TKP,. Yang tersiar adalah Polri membiarkan peristiwa itu terjadi dengan sempurna atau tuntas,” lanjutnya.

Menurut Petrus, jika Polri tidak membuka penyelidikan atas peristiwa pembubaran paksa diskusi tersebut, maka Polri patut diduga telah menggunakan jasa “preman” atau memperalat “preman” untuk membubarkan diskusi sejumlah tokoh kritis yang selama ini mengkritik keras jalannya pemerintahan Presiden Jokowi sebagai bagian dari partisipasi publik.

Pecat Kapolri dan Turunkan Pangkat

Peristiwa premanisme berupa pembubaran diskusi sejumlah tokoh kritis tersebut, masih kata Petrus, tidak hanya sebagai sebuah peristiwa yang memalukan, akan tetapi juga akan menajdi peristiwa yang membuat noda hitam dalam pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto, karena masyarakat akan menilai peristiwa premanisme itu sebagai sinyal kuat bangkitnya pola-pola Orde Baru pada pemerintahan era Prabowo Subianto.

“Untuk membuktikan bahwa Polri tidak terlibat atau tidak punya ‘hidden agenda’ (agenda terselubung) untuk menggagalkan diskusi para tokoh kritis dimaksud, berupa meminjam tangan atau menggunakan tangan preman atau menggunakan pola premanisme, maka dalam waktu 3 kali 24 jam terhitung sejak 28 Agustus 2024, Polri harus sudah menangkap aktor intelektual aksi premanisme berikut para pelaku lapangan.

“Polri harus segera lakukan tindakan kepolisian terhadap pelaku lapangan yang identitasnya dipastikan sudah di tangan aparat kepolisian,” pintanya.

“Jika tidak dilakukan penindakan terhadap otak atau aktor intelektualnya, maka Presiden Jokowi harus memecat Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri dengan terlebih dahulu menurunkan pangkatnya satu tingkat ke bawah menjadi jenderal bintang tiga, dan kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto tidak lagi menjadikan Jenderal Listyo Sigit sebagai Kapolri di era pemerintahannya, karena Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah gagal membawa Polri ke arah yang lebih baik selama 4 tahun menjadi Kapolri,” urainya.

Apa yang terjadi dengan pembubaran diskusi yang hendak dilakukan oleh para tokoh kritis itu dinilai Petrus menjadi bukti bahwa premanisme semakin merajalela dan melembaga di dalam misi resmi aparat kepolisian. Preman, katanya, diperalat Polri untuk berhadapan dengan masyarakat sipil dalam beberapa kasus di lapangan, dan ini jelas bukan cara yang beradab, bukan pengayoman dan pelindungan, melainkan pembodohan dengan melanggar hukum dan HAM.

Protes Keras

Oleh karena itu, pihaknya mengutuk keras peristiwa di mana Polri mengabaikan bahkan membiarkan pola premanisme berlangsung tanpa penindakan, tidak ada yang tertangkap tangan dan bahkan dibiarkan dan dipertontonkan oleh petugas kepolisian hingga misi preman itu selesai.

“Terdapat rekaman adegan di mana petugas polisi bersalam damai dengan oknum-oknum pelaku lapangan, memberi kesan bahwa Polri puas dengan sukses pelaku lapangan mengeksekusi pembubaran diskusi para tokoh,” sindirinya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beijing ‘Dengan Tegas Menentang’ Larangan AS atas Teknologi China pada Kendaraan yang  Terrhubung

Next Post

Ijazah Palsu Jokowi Melibatkan Iriana dan Idayati

fusilat

fusilat

Related Posts

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM
Law

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Next Post
Setelah Hampir 20 Tahun – Baru Berhasil Mencopot Julukan “Ibu Negara”

Ijazah Palsu Jokowi Melibatkan Iriana dan Idayati

Komnas HAM Desak Polisi Usut Insiden Pembubaran Paksa Diskusi di Kemang

Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka Pelaku Pembubaran Paksa Diskusi Refly Harun dkk

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist