• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Kapolri Jelaskan Kronologi Tragedi Kanjuruhan

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
October 7, 2022
in News
0
Ditawari Tanpa Tes, Aremania Korban Tendangan Prajurit Kanjuruhan Tolak Tawaran Pangdam Masuk TNI

Dok. Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Malang FusilatNews – Dalam penjelasannya Kapolri menegaskan ada 11 personel yang menembakkan gas air mata kearah tribun dengan tengah lapangan.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers Kamis malam ( 6/10 ) menjelaskan kronologi tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober lalu. Berdasarkan hasil penyelidikan secara mendalam yang dilakukan tim kepolisian.

Pertama, kepolisian menemukan Panpel Arema FC telah mengirimkan surat kepada PT LIB pada 12 September lalu. Surat tersebut berisi permohonan perubahan regulasi pertandingan Arema FC melawan Persebaya yang sebelumnya dijadwalkan pukul 20.00 WIB menjadi pukul 15.30 WIB.

“Namun permintaan tersebut ditolak PT LIB karena sejumlah pertimbangan yang memunculkan dampak penalti atau ganti rugi,” kata kapolri dalam konferensi pers di Mapolresta Malang Kota (Makota), Kamis (6/10/2022) malam.

Polres kota Malang menindak lanjuti dengan melakukan persiapan untuk melakukan pengamanan dengan melaksanakan beberapa macam faktor.

Menambah jumlah personel dari 1.703 orang menjadi 2.304 orang. Pada rakor khusus juga disepakati hanya Aremania yang diizinkan hadir di stadion.

Pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya sebagaimana diketahui bersama berjalan lancar skornya 2-3. tetapi saat momen akhir muncul reaksi dari suporter akibat hasil yang diperoleh.

“Seperti yang diketahui muncul beberapa penonton atau suporter yang masuk lapangan,” kata Kapolri

Tim Persebaya setelah pertandingan usai segera masuk ruang ganti dengan pengamanan empat unit kendaraan taktis Barracuda. Tim persebaya dievakuasi dari stadion menuju hotel tempat mereka nginap.

Proses evakuasi berlangsung cukup lama, yakni hampir berjalan satu jam. Tim pengaman juga sempat mengalami kendala dan hambatan.

“Selanjutnya berjalan lancar, evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolres (Malang),” kata Sigit.

Saat penonton semakin banyak yang turun ke lapangan. Beberapa anggota mulai melakukan penggunaan kekuatan seperti menggunakan tameng termasuk saat mengamankan Kiper Arema FC, Adilson Maringa. Dengan semakin bertambahnya penonton yang turun ke lapangan, maka beberapa personel menembakkan gas air mata.

Menurut Sigit, terdapat 11 personel yang turut menembakkan gas air mata kepada penonton. Gas tersebut ditembakkan sebanyak tujuh kali ke tribun selatan, satu tembakan ke tribun utara dan satu lainnya ke arah lapangan.

Karena tembakan gas air mata diarahkan ketribun penuh sesak menyebabkan penonton yang berada di tribun panik dan merasa pedih. Di satu sisi, kata Sigit, tembakan itu dilakukan untuk mencegah penonton turun ke lapangan.

Penonton yang berusaha keluar di pintu 3, 10, 11, 14 sedikit mengalami kendala. Untuk diketahui, pintu-pintu stadion seharusnya dibuka sekitar lima menit sebelum pertandingan berakhir. Namun saat itu pintu dibuka tidak sepenuhnya sehingga terjadi penumpukan.

Berdasarkan aturan yang berlaku, steward seharusnya harus tetap berada di pintu selama ada penonton di stadion. Namun penutupan pintu tersebut mengakibatkan penonton sulit keluar ataupun menjadi terhambat. Apalagi dilewati penonton dalam jumlah banyak sehingga terjadi desak-desakan yang menyebabkan sumbatan di pintu-pintu tersebut.

“Dari situlah banyak muncul korban. Korban yang mengalami patah tulang, trauma kepala dan juga yang sebagian besar meninggal mengalami asfiksia,” jelasnya.

Berikutnya, tim kepolisian pun melakukan olah TKP dan pendalaman. Hasilnya, PT LIB selaku penyelenggara ditemukan tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan. Verifikasi terakhir dilakukan pada 2020 dan terdapat beberapa catatan khususnya masalah keselamatan bagi penonton.

Pada 2022, kata dia, PT LIB tidak mengeluarkan verifikasi Stadion Kanjuruhan. Pimpinan PT LIB juga membenarkan hasil verifikasi yang dikeluarkan terjadi pada 2020. Kemudian pada tahun ini belum ada perbaikan terhadap catatan hasil verifikasi.

Di samping itu, timnya menemukan fakta bahwa penonton yang hadir di Stadion Kanjuruhan mencapai 42 ribu orang. Setelah didalami, tim menemukan penyelenggara tidak menyiapkan rencana penanganan darurat seperti yang telah ditetapkan dalam aturan PSSI. Menurut Sigit, hal ini tentu termasuk kelalaian yang telah menimbulkan tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Tim pun melakukan dua proses pemeriksaan sekaligus terkait pidana dan kode etik internal. Menurut Sigit, sebanyak 31 personil yang bertanggung jawab atas penambakan gas air telah diperiksa. Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya terbukti telah melanggar termasuk empat perwira di Polres Malang. Ada pun jumlah personil yang diduga telah menembakkan gas air mata sebanyak 11 orang.

Kemudian terkait dengan temuan tersebut, setelah ini akan segera dilaksanakan proses untuk pertangungjawaban etik. Kemudian jumlah ini (yang diperiksa) juga bisa bertambah,” katanya.

Kemudian terkait sidik, kepolisian telah memeriksa 48 saksi. Jumlah tersebut meliputi 26 anggota Polri, tiga penyelenggara pertandingan, delapan steward dan enam saksi. Sigit berpendapat kemungkinan akan ada pemeriksaan-pemeriksaan tambahan ke depannya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Up Date Dari Thailand : Pembunuhan Anak-anak Tersadis Dalam sejarah Dunia

Next Post

Gawat, FX Rudy Mau Salip Puan Maharani

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka
Crime

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Next Post
Gawat, FX Rudy Mau Salip Puan Maharani

Gawat, FX Rudy Mau Salip Puan Maharani

PPI: Anies dan AHY No Deal, Kok Bisa?

PPI: Anies dan AHY No Deal, Kok Bisa?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Rahasia Allah 2: Ketika Kegagalan Dimaknai Hikmah

April 17, 2026
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rahasia Allah 2: Ketika Kegagalan Dimaknai Hikmah

April 17, 2026
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist