• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KATA PUAN MAHARANI, BAPANAS DAN BULOG GAGAL STABILKAN HARGA BERAS

by
August 7, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
Puan: Ridwan Kamil dan AHY Tak Mungkin Berpasangan Dengan Ganjar
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Inilah.com merilis, gejolak harga beras sejak Juni 2024, menjadi atensi khusus Ketua DPR, Puan Maharani. Hingga akhir Juli ini, alih-alih harganya turun. Harga beras justru ngacir alias makin mahal. Bukti, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog gagal stabilkan harga beras. Pertanyaan nya, benarkah Bapanas dan Bulog gagal menstabilkan harga beras ?

Jarang-jarang Puan Maharani secara khusus mengkritisi kebijakan perberasan. Politisi PDI-P ini, rupanya merasa terpanggil untuk mengingatkan Pemerintah atas melesatnya harga beras di pasar. Puan paham betul, jika harga beras mengalami kenaikan ugal-ugalan, maka yang paling terdampak adalah emak-emak. Mereka pasti protes dan bersuara lantang meminta Pemerintah segera mengendalikannya.

Keprihatinan Puan Maharani juga merupakan keprihatinan segenap warga bangsa. Kakeknya Puan Maharani, Proklamator Bangsa, Bung Karno, jauh-jauh hari telah mengingatkan urusan pangan, termasuk beras menyangkut mati dan hidupnya suatu bangsa. Apa yang dipesankan Bung Karno sekitar 72 tahun lalu, tentu perlu kita cermati agar tidak keliru dalam menyelenggarakan kebijakan pangan itu sendirri.
Sebetulnya ada beberapa alasan, mengapa Pemerintah seperti yang kehilangan kemampuan untuk mengendalikan harga beras di pasar. Padahal, dengan seabreg kekuasaan dan kewenangan yang digenggamnya, Pemerintah dapat melahirkan regulasi untuk menstabilkan harga beras. Masalahnya, ada apa dengan Pemerintah hari ini ?

Dalam ilmu ekonomi paling sederhana, harga barang akan melesat, jika barang tersebut langka atau malah menghilang dari pasar. Begitu pun dengan situasi perberasan yang kini tengah kita alami. Harga beras, tidak akan meroket, jika berasnya ada. Tapi kalau berasnya tidak ada, menjadi sangat masuk akal kalau harga beras di pasar akan meningkat tajam dan sulit untuk diturunkan kembali.

Kekosongan beras yang kita hadapi dalam beberapa bulan belakangan, lebih disebabkan oleh turunnya produksi beras, yang versi Menteri Pertanian sekurang-kurangnya ada 10 penyebab utamanya. Akibatnya, ketersediaan beras jadi berkurang, sehingga ada kemauan politik Pemerintah agar Cadangan Beras Pemerintah (CBP) perlu terus ditingkatkan.

Produksi beras yang dihasilkan tahun 2023 dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 31,10 juta ton, sedangkan konsumsi masyarakat dalam tahun yang sama sebesar 30,20 juta ton. Atas dasar angka produksi dan konsumsi beras diatas, sesungguhnya kita masih surplus sekitar 900 ribu ton. Sayangnya, walau surplus, kita tetap tidak dapat mencukupi kebutuhan beras dalam negeri, yang juga membengkak dengan angka cukup tinggi.

Untuk menjawab kebutuhan beras dalam negeri, khususnya untuk penguatan cadangan beras Pemerintah dan Program Bantuan Pangan Beras, dalam jangka pendek, tidak ada langkah lain yang dapat dipilih, terkecuali dengan impor beras dari negara produsen beras dunia, seperti Thailand, Vietnam, Myanmar, Pakistan, India dan lain sebagainya.

Yang membuat kita kaget, jelas bukan kebijakan impor yang diambil Pemerintah, namun lebi8h terkait dengan jumlah impor yang direncanaksn Pemerintah. Berdasar info Bapanas, Pemerintah merencanakan impor beras sekitar 5,17 juta ton beras. Angka impor beras 2024 ini, terkesan sangat fantastis dan tentu saja bakal sangat menguras nilai devisa yang kita miliki.

Kegelisahan seorang Puan Maharani selaku Ketua DPR RI, sehubungan dengan melesatnya harga beras di pasar, menuntut kepada Pemerintah, khususnya Bapanas dan Bulog untuk dapat membangun komunikasi sambung pikir dan sambung rasa yang inten. Bapanas dan Bulog perlu memberi penjelasan terbuka kepada publik, soal gagal atau tidaknya Pemerintah mengendalikan stabilisasi harga beras.

Turunnya produksi, melesatnya harga dan fantastisnya jumlah impor beras, semakin membuktikan bangsa kita tengah menghadapi “darurat beras”. Suasana seperti ini, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah bersama segenap komponen bangsa perlu bergandengan tangan untuk segera mencarikan jalan pemecahan masalahnya secara cerdas dan bernas. Darurat beras harus dihentikan dan diganti dengan ungkapan yang lebih nyaman untuk dibaca dan didengar.

Pernyataan Puan Maharani selaku Ketua DPR RI, jelas perlu disikapi dengan seksama. Puan tidak akan mau bicara blak-blakan, soal gagalnya Bapanas dan Bulog dalam mewujudkan stabilisasi harga beras di pasar, jika tidak ada bukti yang mendukungnya. Sebagai Ketua DPR RI, Puan pasti memiliki tim yang hebat untuk memposisikan dirinya selaku politisi handal yang peduli terhadap kepentingan rakyat.

Suara Puan Naharani atau bisa juga mewakilu suara dari Senayan ini penting disikapi Pemerintah, khususnya Bspanas dan Bulog. Kalau Pemerintah merasa tidak gagal dalam menstabilkan harga beras, ada bagusnya disampaikan berbagai data yang menunjukkan keberhasilannya. Namun jika gagal, tidak salah juga diakui kegagalannya. Yang tidak boleh, jika Pemerintah menjawabnya secara abu-abu, karena Bapanas dan Bulog, bukan politisi.

Sangat tepat, beras dijadikan komoditas politis dan strategis oleh Pemerintah. Yang tidak pas itu, jika Pemerintah tidak menanganinya dengan serius. Pemerintah harus mampu menjamin ketersediaan beras setiap saat dengan harga yang terjangkau masyarakat. Artinya, kalau beras terekam langka di pasar dan harganya melejit tinggi, pasti ada yang keliru dalam tata kelolanya.

Pernyataan Puan Maharani diatas, sungguh sangat menohok. Tudingan langsung kepada Bapanas dan Bulog, tentu berbasis kepada Perpres No.66/2021 tentang Badan Pangan Nasional, yang menyebut soal urusan pangan tingkat Nasional, menjadi tanggungjawavnya Bapanas sebagai rsgulator dan Bulog selaku operator pangannya. Mari kita tunggu tindak lanjutnya. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apa Pesan Jokowi Kepada Prabowo – Diungkap Luhut

Next Post

Sebaiknya Istana IKN Alih Fungsi Menjadi Penjara Khusus bagi Jokowi

Related Posts

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama
Feature

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah
Feature

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

December 9, 2025
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung
Feature

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

December 9, 2025
Next Post
Ketika Jokowi dan Luhut Bersabung Soal Pembatasan BBM Bersubsidi

Sebaiknya Istana IKN Alih Fungsi Menjadi Penjara Khusus bagi Jokowi

DPW PKB Jawa Timur Laporkan Mantan Sekjen PKB Lukman Edy atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

DPW PKB Jawa Timur Laporkan Mantan Sekjen PKB Lukman Edy atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Hilangnya Asketisme Elite NU
Feature

Hilangnya Asketisme Elite NU

by fusilat
December 9, 2025
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Asketisme, gaya hidup yang pantang terhadap kenikmatan duniawi demi mencapai...

Read more
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Sumatera, Ini Kata LBH Keadilan

December 8, 2025
KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

December 8, 2025
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

18
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

December 9, 2025
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

December 9, 2025
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

“Budaya Mundur yang Mati: Ketika Jabatan Lebih Berharga dari Kehormatan”

December 9, 2025
LEGALISASI KEJAHATAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN PEMUTIHAN: SEBUAH IRONI

LEGALISASI KEJAHATAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN PEMUTIHAN: SEBUAH IRONI

December 9, 2025

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...