• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kelainan di Humor Kita

fusilat by fusilat
January 28, 2023
in Feature
0
Kelainan di Humor Kita

Foto ilustrasi: iStock

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Moh Rofqil Bazikh

Jakarta – Saya terbiasa mendengar seseorang tidak dipanggil dengan nama pemberian orangtuanya. Semasa sekolah Aliyah, di lingkungan saya fenomena seperti itu lumrah, biasa saja, dan wajar kendati beberapa orang tentu tidak sepakat. Seorang teman dengan perawakan agak gemuk mendapat panggilan “babi”. Seorang yang lain tanpa alasan yang jelas mendapat jatah disebut “katak”.

Saya meyakini itu hanya bentuk panggilan akrab, barangkali juga pembentuk identitas. Di sepak bola Brasil ada nama Hulk yang lebih familiar, alih-alih Givanildo Vieira de Sousa sebagai nama aslinya.

Selain dua hal yang saya yakini di atas, pastinya juga terdapat unsur candaan. Unsur ini yang mungkin relevan di lingkungan tempat saya belajar itu. Setidaknya, fenomena tersebut tidak pernah memantik cekcok yang serius. Orang yang biasa dipanggil dengan nama-nama fauna juga mengamalkan itu kepada teman yang lain. Perihal candaan, ada ungakapan Michael J Fox yang menarik, setidaknya bagi orang humoris. Menurutnya, orang yang paling menyeramkan di muka bumi adalah mereka yang tidak memiliki selera humor.

Intinya, kita mengerti betapa candaan mempunyai posisi penting di hidup manusia. Sejenak kita boleh mengabaikan orang-orang yang tidak bisa bercanda. Katakanlah orang yang memberikan porsi yang terlalu sedikit terhadap candaan.

Di media sosial, ada dua akun dan fanpage yang mempunyai jamaah relatif besar. Pertama, akun sepak bola. Kedua, akun dengan konten lucu-lucuan. Setidaknya, ini yang saya temui dan amati secara parsial.

Saya juga tidak hendak mengabaikan massa K-Pop yang berjibun itu. Toh, mereka senang menjadikan idola mereka sebagai bahan lucu-lucuan juga. Apapun alasannya, hal-hal lucu tetap menjadi pilihan.

Jika Anda termasuk orang yang pragmatis, mungkin menganggap humor hanya sebatas pelarian. Maksudnya, pelarian dari hal yang terlalu serius. Sekali-sekali kita memang perlu rehat memikirkan segalanya dengan serius. Akibatnya, hal-hal lucu nan menghibur menjadi pintu alternatif. Kesimpulannya, humor, candaan—dalam bentuknya yang terbarukan kita akrab dengan istilah meme—hanya sebatas media untuk tertawa. Betul, kita membutuhkannya hanya sebagai penggelitik untuk melepas tawa. Sesederhana itu pada awalnya.

Sekarang, apakah hal semacam itu masih dalam tugas pokoknya, sebagai bahan tertawaan? Anda boleh berada di posisi afirmatif, sementara saya akan berdiri di seberangnya. Namun, tidak lalu menutup fakta bahwa hal tersebut masih berada di posisi sebagai pemantik ketawa. Saya hanya ingin membuka kemungkinan lain betapa hal-hal lucu bisa melampaui itu. Tidak sebatas bahan tertawaan.

Beberapa waktu lalu, oknum polisi di Sumba Barat menewaskan warga sipil. Kita sudah tidak asing dengan berita seperti ini dengan ragam variasinya. Diwartakan bahwa pelaku dan korban adalah orang yang karib. Musabab teman dekat, tentu tidak asing dengan candaan. Sayangnya, si pelaku bercanda dengan melibatkan pistol.

Sejujurnya, saya tidak asing dengan candaan yang melibatkan barang berbahaya. Sewaktu kecil, saya kerap mendapat teguran karena bercanda menggunakan pisau. Saya baru mengerti candaan semacam itu tidak ada sisi yang membuat bahagia. Nyaris tidak ditemukan aspek komedinya.

Ditambah lagi berita dua remaja membunuh seorang anak di Makassar. Setelah diusut, motifnya karena pelaku ingin menjual organ dalam korban. Kita paham organ dalam tubuh manusia adalah barang langka, tentu saja mahal. Sepintas memang tidak ada kaitannya dengan candaan. Tetapi jangan lupa, humor di kalangan anak muda kerap melibatkan organ dalam tubuh manusia. Saya punya cerita, tatkala salah satu perusahaan eletronik meliris keluaran terbaru smartphone. Seorang teman berani bersumpah harga tersebut murah.

Saya tahu persis harganya menyentuh belasan juta. Teman saya berani sesumbar demikian karena menurutnya dia masih punya dua ginjal. Saya menahan tawa karena sudah terbiasa dengan candaan sejenis.

Di Twitter, Anda akan menemukan ribuan candaan serupa setiap ada barang baru lagi mahal. Siapa sangka candaan semacam itu menelan korban jiwa. Saya yakin dua remaja yang menjadi pelaku pembunuhan itu sangat akrab dengan candaan ginjal. Seminim-minimnya, mereka tahu ginjal mahal karena bertebaran candaan seputar itu.

Terakhir, jika Anda penyuka komedi gelap tentu tidak asing dengan nama Coki Pardede. Seorang komika yang candaan-candaannya diklaim mendobrak tabu. Candaan-candaan yang tidak jarang membawa pesan sensitif. Naifnya, seketika kita dilarang membawa perasaan ke gelanggang.

Kita kehilangan hal alamiah berupa tersinggung. Candaan seperti itu hampir tercerabut dari akarnya. Ia kehilangan daya magisnya sebagai pelarian dari dunia yang rumit. Ia tidak lagi menghibur sebagaimana saya katakan di awal. Atau, mungkin memang ada kelainan di selera humor kita.

Moh Rofqil Bazikh, bergabung di gerakan Salawaku Movement; bermukim di Sleman, DI Yogyakarta.

Dikutip dari detik.com, Jumat 27 Januari 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tuntutan JPU Untuk 6 Terdakwa Anak Buah Ferdy Sambo

Next Post

Apakah Semua Kewajiban Negara Sudah Dicatat sebagai Utang Dalam Buku Neraca Negara?

fusilat

fusilat

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Apakah Semua Kewajiban Negara Sudah Dicatat sebagai Utang Dalam Buku Neraca Negara?

Apakah Semua Kewajiban Negara Sudah Dicatat sebagai Utang Dalam Buku Neraca Negara?

Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

Catur dan Teori Kacau-balau

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist