• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kemah Seminggu, Akal Mati: Politisasi Mahasiswa UGM yang Gagal Total

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
May 30, 2025
in Feature, Komunitas, Politik
0
Kemah Seminggu, Akal Mati: Politisasi Mahasiswa UGM yang Gagal Total

Istimewa - Kompas

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Kemah seminggu yang digelar di Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), sejak Rabu, 21 Mei hingga Selasa, 27 Mei 2025, oleh sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan gerakan moral kampus, akhirnya berujung pada sembilan tuntutan. Sayangnya, tuntutan yang diajukan justru minim substansi, miskin keberanian, dan nihil nilai—zero value.

Alih-alih menyoroti isu paling krusial dan mendesak yang mencoreng nama baik almamater—yakni dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo—tuntutan mereka justru melempem, seolah takut menyentuh bara. Drama kecil sempat terjadi ketika mobil Rektor UGM Prof. Ova Emilia “dikejar” oleh beberapa mahasiswa. Namun, adegan itu malah mengundang tanya: apa esensi intelektual dari mengejar mobil, bukan kebenaran?

Yang lebih ironis, dari sembilan poin tuntutan yang disusun dalam kemah selama tujuh hari itu, tidak satu pun menyentuh soal ijazah S-1 Jokowi. Padahal, kontroversi ini bukan sekadar isapan jempol. Isu ini telah masuk jalur hukum, dengan laporan resmi dari masyarakat melalui Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ke Bareskrim Mabes Polri (9 Desember 2024), dan sebaliknya, laporan Jokowi terhadap sejumlah pihak ke Polda Metro Jaya (30 April 2025), yang kini telah memasuki tahap investigasi lengkap.

Lebih jauh, dua alumnus UGM yang ahli di bidangnya—Dr. Roy Suryo dan Dr. Rismon Sianipar—telah melakukan analisis ilmiah menggunakan algoritma forensik dokumen. Hasilnya? Ijazah Jokowi terindikasi 100 persen bodong. Ini bukan sekadar polemik, tapi potensi skandal akademik yang memalukan, baik secara institusional maupun nasional. UGM, sebagai universitas ternama, seharusnya merasa tercoreng, bukan malah menutup mata.

Baca : https://fusilatnews.com/mosi-tidak-percaya-mahasiswa-ugm-kepada-rektor-runtuhnya-istana-akademis-oleh-konspirasi-politik/

Kemudian muncul pertanyaan krusial: Mengapa para mahasiswa UGM yang berkemah, justru abai terhadap fakta monumental ini? Apakah mereka sudah “dipoles” oleh semangat pencitraan ala Jokowi? Atau justru tersandera dalam ruang sempit politisasi kampus yang mengaburkan logika dan komitmen moral intelektual?

Jika diamati lebih dalam, gelaran kemah seminggu ini justru menyingkap tragedi intelektual. Ketika mahasiswa gagal menjadi penjaga nurani, kampus berubah menjadi panggung simbolik tanpa isi. Maka wajar bila publik menyaksikan peristiwa ini dengan tawa getir—perjuangan yang dimulai dengan semangat reformasi, tetapi berakhir dengan aksi mengejar mobil rektor.

Publik yang semula berharap gerakan ini menjadi momentum pertobatan moral sang rektor dan civitas akademika UGM atas skandal ijazah gelap, justru dibuat kecewa. Bukan hanya karena hasilnya nihil, tapi juga karena diamnya intelektual kampus atas ketidakjujuran adalah kejahatan dalam bentuknya yang paling halus.

Sebagai “pabrik edukasi” bagi calon pemimpin bangsa, UGM seharusnya menjadi pelita moral. Namun, dalam episode “Kemah Seminggu” ini, yang tersisa hanyalah kabut pekat kebingungan, politisasi, dan kekosongan makna.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Putusan Pengadilan AS Soal Tarif Trump Buka Peluang Indonesia Tinjau Ulang Kesepakatan Dagang

Next Post

Relasi Pincang Bulog dan Petani: Saatnya Koreksi Total

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
PETANI TANPA BULOG

Relasi Pincang Bulog dan Petani: Saatnya Koreksi Total

Senator Maya Rumantir attended the 7th WCH ROYAL SUMMIT in Las Vegas

Senator Maya Rumantir attended the 7th WCH ROYAL SUMMIT in Las Vegas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...