• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Kenapa Paham ISIS Bisa Masuk ke Indonesia? Ini Kata Peneliti!

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 29, 2022
in News
0
Kenapa Paham ISIS Bisa Masuk ke Indonesia? Ini Kata Peneliti!
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews – Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) menjadi sorotan usai organisasi masyarakat, Gerakan Reformasi Islam (Garis) mencabut label gereja di tenda pengungsian korban gempa Cianjur, Jawa Barat. Kepolisian Indonesia kemudian mengonfirmasi orang yang mencabut label Tim Aksi Kasih Gereja Reformed Injil Indonesia itu merupakan bagian dari ormas Garis.

Aksi pencopotan itu berlangsung di empat wilayah pengungsian di antaranya Desa Cibulakan, Desa Genjot, Desa Talaga, dan Desa Sarampad. Usai tindakan tersebut viral, rekam jejak Garis tak luput jadi perhatian. Ormas ini dibentuk pada 24 Juni 1998, tak lama usai Orde Baru runtuh.

Dalam penelitian yang berjudul “Gerakan Sosial dalam Transisi Demokrasi” karya Reza Rachmat Ramadhan menyebut, Garis sering dikaitkan dengan gerakan ISIS di Suriah. Dalam riset itu, Reza menyebut beberapa anggota Garis pernah dipanggil polisi karena diduga terlibat dalam aksi terorisme dan berkaitan dengan ISIS. Terlepas dari itu, mengapa paham ISIS bisa muncul di Indonesia?

Pengamat terorisme Indonesia, Andrie Taufik, mengatakan paham ISIS bisa masuk ke negara ini karena propaganda sejak beberapa tahun lalu. “Paham ISIS sendiri bisa masuk ke Indonesia karena kampanye dan propaganda sejak 2014-2015 mengenai penegakan Khilafah di Suriah,” kata Andrie dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (29/11).

Ia menerangkan dahulu tawaran ISIS bagi kelompok dari negara manapun, termasuk Indonesia, sangat menarik yakni konsep hijrah dan sistem khilafah. Namun, kini daya tawar kelompok yang kerap dianggap radikal itu sangat berkurang.

Andrie juga mengatakan kelompok pendukung ISIS di Indonesia tak banyak. “Tidak strategis lagi karena semakin lemah dan tidak memiliki dukungan konkret di umat Islam,” ungkap dia.

Beberapa tahun lalu, banyak orang Indonesia yang pergi ke Timur Tengah karena tawaran ISIS. Namun, banyak dari mereka pulang dengan kecewa. Asia Times melaporkan mereka menghadapi kenyataan berbeda yakni kebrutalan dalam skala yang tak mereka siapkan.

Tentang Organisasi Terlarang ISIS

ISIS merupakan organisasi pewaris Al-Qaeda di Irak. Kelompok ini terbentuk pada 2004 oleh Abu Mush’ab Az Zarqawi, dengan nama Al-Qaeda di Irak (AQI), demikian dikutip Wilson Center. Organisasi ini sempat menghilang saat pasukan AS menginvasi Irak pada 2007 lalu. Kemudian pada 2011, mereka muncul kembali.

Selama beberapa tahun berikutnya, mereka memanfaatkan ketidakstabilan di Irak dan Suriah untuk melakukan serangan dan memperkuat barisan. Kelompok tersebut berganti nama menjadi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada 2013.

ISIS melancarkan serangan ke Mosul, Irak, dan Tikrit pada Juni 2014. Kemudian pada akhir Juni, pemimpin ISIS Abu Bakr al Baghdadi mengumumkan pembentukan kekhalifahan yang membentang dari Aleppo di Suriah hingga Diyala di Irak. Mereka kemudian berganti nama menjadi kelompok Negara Islam.

Merespons tindakan ISIS, koalisi pimpinan AS memulai serangan udara terhadap kelompok tersebut di Irak pada 7 Agustus 2014. Beberapa bulan berikutnya, AS menyebut kampanye tersebut “Operation Inherent Resolve.” Sejak saat itu, AS melakukan lebih dari 8.000 serangan udara di Irak dan Suriah. ISIS mengalami kerugian besar di sepanjang perbatasan Suriah dengan Turki.

Lalu pada akhir 2015, pasukan Irak berhasil merebut kembali Ramadi. Namun di Suriah, ISIS memperoleh keuntungan di dekat Aleppo, dan masih memegang teguh Raqqa dan benteng lain.

Pada 2015, ISIS berkembang menjadi jaringan afiliasi di setidaknya delapan negara lain. Cabang, pendukung, dan afiliasinya semakin sering melakukan serangan di luar perbatasan yang disebutnya kekhalifahan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sejumlah Survei Ungkap Pengaruh Jokowi Kecil dalam Pilpres 2024, Kok Bisa?

Next Post

Piala Dunia 2022: Sejarah singkat hubungan AS-Iran

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi
daerah

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi
Kecelakaan

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Next Post
Piala Dunia 2022: Sejarah singkat hubungan AS-Iran

Piala Dunia 2022: Sejarah singkat hubungan AS-Iran

Sambo Penuhi Janjinya Sebelum Persidangan Atas Dirinya. Beri Penjelasan Tentang Cerita Ismail Bolong

Sambo Penuhi Janjinya Sebelum Persidangan Atas Dirinya. Beri Penjelasan Tentang Cerita Ismail Bolong

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist