Jakarta – Fusilatnews – Pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyat Kota Bandung Jawa Barat menurut Kepala BNPT Boy Rafli Amar dilakukan oleh apa yang dikenal dikalangan pakar terorisme adalah ‘Lone Wolf” yaitu pelaku melaksanakan aksi terorisme sendirian secara pribadi tanpa dukungan dan afiliasi organisasi terorisme manapun seperti ISIS dan lainnya.“Sementara iya itu lone wolf, tapi yang menjadi penyelidikan itu siapa yang membantu dia,” kata Kepala BNPT, Boy Rafli Amar.
Pelaku Lone Wolf ini Sama seperti yang dilakukan teroris berinisial ZA yang menyerang Mabes Polri pada Maret 2021 lalu merupakan lone wolf, namun berideologi ISIS.
BNPT akan mendalami dan melakukan penyelidikan belum bisa memastikan identitas maupun jaringan teroris mana dari si pelaku bom bunuh diri ini. Sebab pelaku seperti ini bisa muncul kapan saja jika ada kesempatan dan momen-momen tertentu.
“Kita belum pastikan itu (JAD), tapi kan ini karakter-karakter atau misi-misi umumnya apakah JAD, atau JI itu bisa dengan cara-cara modus operandi seperti ini. Tentu perlu data lebih lanjut untuk kita simpulkan ke arah sana,” jawab Boy, memberi penjelasan kepada para reporter.
Dalam penjelasannya Boy mengatakan, aksi terorisme ini sama seperti virus yang dapat menyebarkan paham radikal dengan menghalalkan segala macam cara untuk menggunakan kekerasan ekstrim. Untuk itu saat ini pihaknya juga turut membantu aparat kepolisian maupun Densus 88.
“Siapa mereka? Kita perlu waktu untuk melakukan identifikasi dulu. Jadi prosedurnya jika tidak ada saksi dari kawannya kita harus mendalami identitas yang menjadi pelaku bom bunuh diri, nah ini sedang berjalan. Ada beberapa cara, tapi tim forensik kita akan mengetahui namun perlu waktu beberapa saat. Semoga ada data pendukung dan sebagainya, jadi masih olah TKP karena kan peristiwa baru terjadi,” kata Boy





















