• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketidakpastian Pemilu dan Rem Mendadak Caleg

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
April 5, 2023
in Feature
0
Pakar: Putusan Tunda Pemilu PN Jakpus Tak Perlu Dipatuhi!
Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Ambar Susatyo Murti

Jakarta – Pemilu 2024 sudah dekat. Jika mengikuti agenda tahapan pemilu yang telah ditetapkan KPU, pemilu legislatif akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Kalau dihitung dari sekarang maka waktu yang dimiliki para calon legislatif (caleg) hanya sekitar sebelas bulan. Kurang dari satu tahun adalah waktu yang sangat singkat bagi caleg untuk mempersiapkan diri bertarung memperebutkan kursi 2024.

Pemilu 2024 ini jika dirasa-rasakan memang beda dengan pemilu sebelumnya. Dalam beberapa waktu terakhir saya berinteraksi dengan beberapa caleg yang telah serius mencalonkan, telah mendapatkan lampu hijau dari partai dan kemungkinan besar akan mendapatkan nomor urut meskipun belum ditentukan di nomor urut berapa. Namun dari para caleg ini saya merasakan ada upaya mengerem dan menunggu, serta memilih tidak melakukan kegiatan pemenangan secara masif karena adanya faktor ketidakpastian pada pemilu 2024.

Seorang teman saya caleg dari partai berbasis masa islam mengatakan meskipun telah yakin mendapatkan kesempatan bertarung dari partainya, namun masih belum yakin dengan kepastian apakah pemilu akan terus atau ditunda. Seorang teman saya yang lain, caleg dari partai pendukung pemerintah juga menyampaikan pernyataan yang sama, bahwa dengan belum diputuskannya sistem pemilu proporsional terbuka atau tertutup menjadikannya gamang, jika ternyata nanti sistemnya tertutup bisa jadi peluangnya juga akan tipis.

Bahkan senior saya yang saat ini incumbent anggota DPR, yang mestinya lebih yakin akan terpilih lagi, pun masih galau. Memang jika pemilu ditunda maka akan memberikan keuntungan tambahan masa jabatan. Namun jika pemilu sesuai jadwal dan diputuskan menggunakan sistem proporsional tertutup, ia meyakini belum tentu mendapatkan kursinya kembali, karena saat mendapatkan kursi pada pemilu 2019 yang lalu ia bukan dari caleg nomor satu di partainya. Senior itu mengatakan buat apa membuat program pemenangan untuk sesuatu yang belum pasti, lebih baik bersabar menunggu kepastian.

Dua Hal

Tak hanya khalayak umum yang bingung dengan simpang siurnya ketidakpastian pemilu, bahkan bagi para caleg pun banyak yang galau. Ketidakpastian itu bisa dirasakan pada beberapa situasi di lapangan, misalnya jika melihat diberbagai ruas dan berbagai sudut jalan saat ini, maka tak banyak ditemukan ramainya tulisan atau ajakan dalam rangka sosialisasi caleg.

Meskipun Bawaslu memberikan statemen membolehkan caleg memasang spanduk atau baliho dan sosialisasi dengan berbagai syarat yang intinya tidak ada ajakan untuk memilih, tetap saja para caleg memilih menahan diri. Dan, jika saya amati dari teman-teman yang mendukung caleg, saya melihat masih rendahnya lalu lalang gerakan tim sukses para caleg melakukan sosialisasi, pengenalan caleg dan gerakan membangun tim pemenangan ke daerah pemilihan.

Seperti halnya yang ramai diberitakan berbagai media, menurut saya ada dua hal yang sangat krusial menjadi penyebab munculnya ruang ketidakpastian pada Pemilu 2024 yang membuat para caleg melakukan rem mendadak. Pertama; masih berkembangnya isu usulan pepanjangan masa jabatan Presiden periode ketiga yang berujung pada penundaan pemilu. Meskipun banyak pihak yang tidak setuju, usulan perpanjangan jabatan presiden dianggap tidak melanggar hukum, sehingga isu tersebut terus menggelinding entah sampai kapan berhentinya.

Pada awal 2022 beberapa pimpinan parpol menyampaikan dukungan terkait wacana penundaan Pemilu 2024, yaitu PKB, Golkar dan PAN. Pada 2023 ini, dukungan tersebut kembali di gelorakan oleh Nyoman Pasek, relawan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP). Dukungan perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode juga disampaikan Ketum Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Surta Wijaya, yang menilai Jokowi harus didukung kembali karena kepala desa merasa terbantu pada masa pemerintahan Jokowi. Yang terbaru dan masih hangat adanya putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang memerintahkan KPU untuk menunda pemilu.

Kedua, pro-kontra sistem pemilu proporsional terbuka. Sistem proporsional terbuka dianggap memunculkan jarak antara pemilih dan wakil rakyat dan melemahkan partai politik. Partai politik dianggap lebih mementingkan caleg yang akan memberikan suara daripada memperjuangkan ideologi partai. Intinya dengan sistem proporsional terbuka tak ada lagi pertarungan gagasan dan ideologi partai, justru yang ada adalah pertarungan tokoh terkenal, artis, pengusaha kaya yang tujuan akhirnya hanya memperebutkan kursi dan suara saja. Masih banyak lagi argumen terkait mengapa harus kembali ke sistem proporsional tertutup. Hingga saat ini pun perdebatan tersebut belum ada keputusan.

Masih terus berkembangnya isu usulan perpanjangan masa jabatan Presiden periode ketiga yang berimplikasi pada penundaan pemilu dan masih belum diputusnya perdebatan sistem pemilu proporsional terbuka atau tertutup yang akan digunakan dalam pemilu tentu menyita perhatian dan mengganggu konsentrasi caleg. Ketidakpastian ini membawa konsekwensi caleg menjaga ritme kecepatan.

Puzzle Kepentingan

Fenomena rem mendadak tak masalah bagi caleg incumbent anggota DPR yang pernah mendapatkan nomor urut satu dan apalagi saat ini menjadi andalan partai di daerah pemilihan dapil. Caleg seperti ini akan siap dengan sistem terbuka atau tertutup, karena kemungkinan meleset atau gagal meraih kursi probabilitasnya sangat kecil. Yang menjadi masalah adalah para caleg baru, caleg yang sebelumnya bukan nomor satu meskipun incumbent anggota DPR dan saat ini bukan menjadi unggulan partai. Tentu caleg seperti ini sangat gelisah menunggu kepastian.

Situasi ketidakpastian pemilu ini menjadi problematika tersendiri. Bergerak maju salah, diam juga salah. Namun situasi memaksa demikian. Menggantung, menunggu keputusan dan kepastian dari peraturan dan perubahan eskalasi politik. Situasi ini tentu tidak mengenakkan bagi caleg. Lantas siapa yang patut disalahkan?

Dalam politik selalu saja ada ruang ketidakpastian. Politik kekuasaan menurut saya ibarat menyusun puzzle dari berbagai potongan kepentingan. Puzzle itu idealnya akan tersusun rapi saat semua potongan kepentingan terakomodasi membentuk puzzle yang utuh sesuai yang diharapkan. Namun realitas politik tak semudah menyusun puzzle, tak mudah menyatukan potongan puzzle kepentingan dalam satu kesatuan yang utuh.

Dalam politik ada yang namanya oposisi, yaitu partai-partai yang tak sepaham dan menolak ikut serta dalam penyusunan puzzle kepentingan bersama. Itu adalah hal biasa dalam politik. Partai yang berada di jalan oposisi harus siap di luar kekuasaan dan menjadi pengkritik atas kebijakan dari partai pemenang. Justru di sinilah keseimbangan politik diharapkan terjadi.

Akhirnya menurut hemat saya, dalam ruang ketidakpastian saat ini, ada baiknya semua pihak yang berkepentingan terhadap pemilu menurunkan ego atau membuka sikap legowo. Mulai membuka potongan puzzle kepentingan masing-masing, mendiskusikan dan menegosisikannya untuk membangun kepentingan bersama demi masa depan.

Saya juga yakin jika potongan puzzle mulai terbuka, maka rantai yang membelenggu ruang ketidakpastian akan melonggar dan para caleg segera bisa memanaskan mesin, menarik rem tangan, menjalankan program pemenangan, dan akhirnya pemilu bisa berlangsung dalam suasana sehat, berkepastian, dan tentunya riang gembira.

Ambar Susatyo Murti, Staf Ahli DPR.

Dikutip dari detik.com, Selasa 4 April 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Meneladani Ekalaya di Era Merdeka Belajar

Next Post

Koalisi Sipil: Usut Tuntas Dugaan KKN Wamenkumham EOSH

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Next Post
Koalisi Sipil: Usut Tuntas Dugaan KKN Wamenkumham EOSH

Koalisi Sipil: Usut Tuntas Dugaan KKN Wamenkumham EOSH

Halalan Thayyiban

Halalan Thayyiban

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026
Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist